Kompas.com - 29/04/2022, 18:31 WIB

KOMPAS.com - Induk perusahaan Google, Alphabet merilis laporan keuangan terbarunya untuk kuartal I-2022.

Dalam laporan keuangan itu, disebutkan bahwa pendapatan (revenue) iklan (ads) dari YouTube di periode tiga bulan pertama 2022 (Januari-Maret) tercatat di angka 6,87 miliar dolar AS (sekitar Rp 99,5 triliun).

Jumlah pendapatan ini meningkat 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (kuartal I-2021) dengan nilai YouTube ads yang "hanya" mencapai 6 miliar dolar AS (sekitar Rp 86,8 triliun).

Meski meningkat, namun angka pertumbuhan 14 persen dari YouTube ads itu menurun drastis.

Baca juga: Aplikasi YouTube Bebas Iklan Akhirnya Dihapus

Apabila dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal I-2021 misalnya, pendapatan YouTube dari iklan kala itu meningkat 49 persen jika dibandingkan dengan kuartal I-2020.

Alphabet Chief Financial Officer, Ruth Porat mengatakan lesunya pertumbuhan ini disebabkan oleh sejumlah pengiklan di Eropa yang miminimalisir pengeluaran iklannya di YouTube, sebagai efek dari invasi Rusia ke Ukraina.

Selain itu, performa bisnis YouTube ads pada kuartal I-2021 juga disebut sangat positif berkat "Direct-Response Advertising", strategi yang memungkinkan Google menawarkan bisnis iklan YouTube secara langsung ke para merek atau brand.

Dengan begitu, wajar saja apabila pertumbuhan YouTube ads di kuartal I-2022 sulit menyaingi pertumbuhan periode yang sama sebelumnya, belum lagi dihambat oleh efek invasi Rusia ke Ukraina tadi.

Pendapatan Google Search dan Cloud meningkat

Terlepas dari YouTube ads, pendapatan Alphabet dari bisnis Google Search dan Google Cloud di kuartal-I 2022 juga turut meningkat.

Baca juga: Netflix Pertimbangkan Opsi Langganan Murah, tetapi Pakai Iklan

Revenue bisnis Google Search tercatat di angka 39,6 miliar dolar AS (sekitar Rp 573 triliun), meningkat 24 persen apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu pendapatan Google Cloud tercatat di angka 5,8 miliar dolar AS (sekitar Rp 84 triliun), melonjak 44 persen dari dari periode yang sama tahun lalu.

"Peningkatan bisnis (Search dan Cloud) ini terus membantu para pengguna dan pelaku bisnis bertransformasi secara digital dan melakukan semuanya secara online," ujar CEO Alphabet dan Google, Sundar Pichai dalam pengumuman laporan keuangan, dikutip KompasTekno dari Variety, Jumat (29/4/2022).

Secara keseluruhan, total pendapatan Alphabet di kuartal I-2022 sendiri tercatat di angka 68 miliar dolar AS (sekitar Rp 985 triliun), meningkat 23 persen apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, keuntungan bersih (net income) Alphabet tercatat di angka 16,4 miliar dolar AS (sekitar Rp 237 triliun), menurun 8 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Informasi lengkap mengenai laporan keuangan Alphabet bisa dilihat secara seksama di dokumen dalam tautan berikut ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.