Kompas.com - 11/05/2022, 11:00 WIB
  1. India (42,2 Persen)
  2. Nigeria (40,7 persen)
  3. Indonesia (38,9 persen)
  4. Uni Emirat Arab (34,5 persen)
  5. Vietnam (33 persen)
  6. Malaysia (32,4 persen)
  7. Arab Saudi (31,6 persen)
  8. Turki (30 persen)
  9. Singapura (29,4 persen)
  10. Swiss (27,2 persen)
  11. Rata-rata global 27,7 persen

Laporan Digital 2022 dari Hootsuite dan We Are Social dapat dibaca selengkapnya melalui tautan berikut ini.

Apa itu VPN?

MenurutPegiat keamanan digital Yerry Niko Borang, VPN alias Virtual Private Network adalah layanan koneksi di internet yang dikembangkan untuk memberikan akses atau jalur komunikasi secara aman (secure) dan pribadi (private).

Caranya dengan mengubah jalur koneksi melalui penambahan server di dalam jalur komunikasi dan melengkapinya dengan metode untuk menyembunyikan pertukaran data yang terjadi di dalam komunikasi tersebut.

Alasan terbesar VPN digunakan di Indonesia adalah untuk melampaui pemblokiran sejumlah situs.

Pemblokiran situs di Indonesia sendiri dapat dilatarbelakangi banyak alasan. Misalnya, faktor perizinan, faktor ‘keamanan negara’, hingga faktor moral.

Baca juga: Melindungi Diri di Ruang Digital dengan VPN

Dengan VPN, masyarakat dapat mengakali aturan tersebut agar dapat mengakses data atau situs yang dibatasi tersebut. Yerry merinci, ada banyak motif pengguna internet untuk menggunakan VPN di Indonesia, di antaranya:

  • Mengakses situs hiburan
  • Mengakses situs dewasa (porno)
  • Mengakses situs yang diblokir

Cara kerja VPN

Sewaktu mengakses internet, biasanya penyedia layanan internet (provider) akan mengetahui seluruh informasi riwayat situs yang diakses pengguna. Provider dapat membatasi akses pengguna di beberapa situs tertentu.

Namun, dengan menggunakan VPN, pengguna tidak akan lagi dapat dibatasi oleh provider karena lalu-lintas datanya tidak dapat dipantau oleh provider tersebut.

Musababnya, ketika menggunakan VPN, server VPN akan memberikan IP Address baru kepada pengguna. Kegiatan tersebut membuat pembentukan saluran antara pengguna dengan server.

Kemudian data pengguna akan dikirim ke server VPN untuk dienskripsi, sebelum dikirim kembali ke internet. Karena sudah dienkripsi, arus lalu-lintas data tersembunyi oleh pihak lain sehingga pengguna internet dapat mengakses situs yang diblokir oleh pemerintah.

Baca juga: Riset: Setengah Pengguna Internet di Indonesia Andalkan Video untuk Belajar

Dalam kerjanya, Virtual Private Network dapat menggunakan beberapa jenis protokol berbeda, seperti PPTP, IPSec, L2TP, dan lain-lain.

Saat ini, aplikasi Virtual Private Network, baik yang gratisan maupun berbayar, dapat di-install dengan mudah oleh pengguna.

Bagi pengguna VPN gratisan sendiri mereka harus waspada, karena tak jarang aplikasi VPN gratis dijadikan media untuk distribusi software berbahaya (malware) yang dapat mencuri data pengguna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.