Kompas.com - 11/05/2022, 14:28 WIB
Pendiri Microsoft, Bill Gates reuters.comPendiri Microsoft, Bill Gates

KOMPAS.com - Pendiri raksasa teknologi Microsoft, Bill Gates baru-baru ini dinyatakan mengidap Covid-19. Kabar mengejutkan tersebut dibagikan langsung oleh Gates melalui akun Twitter dengan handle @BillGates.

Dalam sebuah cuitan, Gates menjelaskan bahwa saat ini dirinya sedang menjalani isolasi mandiri. Upaya tersebut, menurut Gates, akan terus ia lakukan hingga penyakit yang dideritanya itu sembuh total.

Bill Gates mengaku beruntung karena hanya mengalami gejala yang tergolong cukup ringan dan telah dibantu dengan penanganan medis yang optimal.

Baca juga: Putri Bill Gates Divaksin Covid-19, Bantah Teori Konspirasi soal Ayahnya dengan Lelucon

"Saya dinyatakan positif COVID. Saya mengalami gejala ringan dan tengah mengikuti saran para ahli dengan melakukan isolasi mandiri hingga saya sehat kembali," ungkap Bill Gates.

Sebelumnya, pria berusia 66 tahun tersebut memang secara terang-terangan telah mengikuti prosedur vaksinasi Covid-19, lengkap dengan dosis booster. Ia sempat memamerkan prosedur tersebut melalui sebuah posting di akun Twitter pribadinya.

Bersamaan dengan diumumkannya status kesehatannya, Bill Gates turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Gates Foundation melalui sebuah meeting yang digelar di Microsoft Teams.

Gates Foundation sendiri merupakan sebuah perusahaan swasta yang dibangun Bill Gates dan mantan istri Melinda Gates pada tahun 2000. Sejak tahun 2020 lalu, perusahaan yang berbasis di Seattle, AS, ini telah aktif membantu menanggulangi dampak yang diakibatkan pandemi Covid-19.

Baca juga: 2 Cara Cek Lokasi Vaksin Covid-19 Terdekat Secara Online via Google Maps dan Situs Resmi

Saat itu, Gates Foundation menerima dana senilai 70 juta dollar AS atau sekitar Rp 980 miliar AS (kurs Rp 14.000) dari Bill dan Melinda Gates untuk pengembangan vaksin Covid-19.

Dari total dana tersebut, 50 juta dollar AS di antaranya akan diberikan ke Covax Advance Market Committee of Gavi, Vaccine Alliance (Aliansi Vaksin Dunia) untuk mengamankan akses ke 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah guna mendapatkan vaksin Covid-19.

Sedangkan 20 juta dollar AS lainnya, ditargetkan menjadi dana hibah untuk mendukung penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 yang baru di Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).

Diharapkan bahwa pengembangan tersebut mampu memproduksi vaksin dengan biaya yang lebih rendah dan memiliki stabilitas suhu, sehingga dapat dengan lebih mudah didistribusikan ke negara-negara berpenghasilan rendah.

"Kami akan terus bekerja dengan mitra dan melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan tidak ada dari kami yang harus berurusan dengan pandemi lagi," pungkas Bill Gates.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.