Kompas.com - 12/05/2022, 07:00 WIB

KOMPAS.com - Awal tahun 2021 lalu, Twitter menangguhkan akun mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (@realDonaldTrump) secara permanen dari platform mereka.

Hal itu dipicu oleh aneka twit Trump yang dinilai melanggar kebijakan Twitter, utamanya terkait kekerasan dan ujaran kebencian.

Namun, tampaknya hal itu akan berubah di masa mendatang. Khususnya setelah CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, sukses mengakuisisi Twitter.

Pasalnya, dalam sesi wawancara dengan outlet media The Financial Times (FT) baru-baru ini, Musk mengungkapkan niatnya untuk mencabut pemblokiran permanen pada akun Twitter dengan handle @realDonaldTrump itu.

"Saya akan membatalkan larangan permanen pada Trump," kata Musk.

Baca juga: Donald Trump Gugat Twitter, Minta Akunnya Dipulihkan

Namun, orang paling tajir nomor satu di dunia itu menegaskan bahwa pencabutan blokir akun Twitter pribadi Trump itu masih menunggu proses pembelian Twitter rampung, serta bukanlah sebuah fait accompli (telah terjadi atau telah diputuskan).

Twitter sendiri dibeli oleh CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk senilai 44 miliar dollar AS atau sekitar Rp 635 triliun.

Musk turut menceritakan pembicaraannya dengan pendiri sekaligus mantan CEO Twitter, Jack Dorsey terkait pemblokiran permanen di Twitter.

Menurut Musk, dia dan Dorsey setuju bahwa Twitter tidak semestinya menerapkan pemblokiran permanen akun Twitter, kecuali akun tersebut merupakan bot, spam, dan penipuan.

Sebab, dengan memblokir Trump dari Twitter, pada akhirnya itu menjadi bumerang bagi Twitter.

Hal ini akhirnya berpotensi membawa pengikut Trump meninggalkan Twitter dan beralih menggunakan aplikasi jejaring sosial yang dibikin Trump.

"Melarang Trump dari Twitter tidak mengakhiri suara Trump. Larangan permanen pada dasarnya merusak kepercayaan di Twitter sebagai 'alun-alun kota' di mana setiap orang dapat menyuarakan pendapat mereka," kata Musk tentang pemblokiran permanen akun Twitter Trump, sebagaimana dikutip KompasTekno dari USAToday, Kamis (12/5/2022)

"Saya pikir itu adalah keputusan yang buruk secara moral dan benar-benar bodoh" pungkas dia.

Baca juga: Investor Twitter Gugat Elon Musk, Minta Akuisisi Ditunda

Trump tak mau balik ke Twitter

Meski Musk belum benar-benar mencabut pemblokiran akun Twitter Trump, Presiden AS ke-45 itu sudah menegaskan bahwa dirinya enggan balik ke Twitter.

Setidaknya begitu menurut pengakuan Trump dalam sebuah wawancara pada bulan April lalu.

"Saya tidak akan kembali ke Twitter, (karena) saya akan tetap menggunakan Truth," tegas Trump, dikutip dari TechCrunch.

Foto ilustrasi seseorang membuka app store untuk mengunduh Truth Social, media sosial bikinan mantan presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto diambil di Los Angeles pada Rabu (20/10/2021).AFP PHOTO/CHRIS DELMAS Foto ilustrasi seseorang membuka app store untuk mengunduh Truth Social, media sosial bikinan mantan presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto diambil di Los Angeles pada Rabu (20/10/2021).
Seperti diketahui, Truth atau Truth Social sendiri merupakan media sosial yang dibuat Trump melalui The Trump Media and Technology Group (TMTG), yang kini berada di bawah naungan Digital World Acquisition Corporation, pada Oktober 2021 lalu.

Aplikasi tersebut kemudian dirilis pada Februari 2022 lalu di platform iOS, tanpa ada informasi lanjutan apakah aplikasi ini bakal dirilis di platform Android atau tidak.

Terlepas dari Truth, sebelum dibeli Musk, Trump sendiri sempat berharap bahwa CEO SpaceX tersebut benar-benar membeli Twitter.

"Karena saya tahu Musk orang baik dan dia akan menghadirkan beragam peningkatan di platform tersebut. Namun keputusan saya sudah bulat, saya akan tetap berada di Truth dan tidak akan beralih ke Twitter," jelas Trump.

Belum diketahui apakah di masa depan Trump akan kembali ke Twitter atau tidak. Pasalnya, di Truth Social sendiri, Trump saat ini tidak begitu aktif lantaran disebut hanya memiliki satu postingan saja.

Baca juga: Twitter Uji Coba Fitur Mirip Instagram, Twit Hanya Bisa Dilihat Teman Dekat

Belum ada informasi pula mengapa hingga saat ini Trump belum aktif di media sosial, termasuk di platform Truth Social bikinannya sendiri.

Padahal sebelumnya ia sangat aktif di media sosial, terutama di Twitter, dan bahkan sudah memiliki lebih dari 80 juta pengikut (followers) di Twitter.

Untuk diketahui, selama menjabat sebagai Presiden AS, Donald Trump memang menggunakan akun Twitter pribadinya (@realDonaldTrump), meski telah disediakan akun Twitter resmi Kepresidenan dengan handle @POTUS (President of the United States).

Alasan akun Twitter Trump Diblokir Permanen

Gambar yang dirilis pada Jumat pekan ini, 8 Januari 2021 menunjukkan akun Twitter Presiden Donald Trump yang ditangguhkan. Pada hari Jumat, perusahaan media sosial secara permanen menangguhkan Trump dari platformnya, dengan alasan risiko hasutan kekerasan lebih lanjut.AP Gambar yang dirilis pada Jumat pekan ini, 8 Januari 2021 menunjukkan akun Twitter Presiden Donald Trump yang ditangguhkan. Pada hari Jumat, perusahaan media sosial secara permanen menangguhkan Trump dari platformnya, dengan alasan risiko hasutan kekerasan lebih lanjut.
Sedikit kilas balik, Twitter memblokir akun resmi @realDonaldTrump secara permanen sejak 8 Januari 2021.

Pemblokiran tersebut dilakukan setelah dua twit-nya dinilai melanggar kebijakan Twitter dan berisiko melanggengkan kekerasan.

Twit tersebut berkaitan dengan peristiwa kerusuhan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol. Saat itu, pendukung Trump menyerbu dan menyebabkan lima jiwa melayang serta 140 petugas kepolisian terluka.

Sebelum diblokir, Trump menggunakan akunnya untuk menyampaikan pandangan politik atau terkait kebijakannya kepada lebih dari 88 juta pengikutnya.

Ia juga menggunakan akun tersebut untuk berkampanye dalam Pemilihan Presiden AS tahun 2020.

Selain Twitter, Trump diketahui juga aktif di sejumlah media sosial lainnya seperti Facebook hingga Instagram. Meski demikian, kedua media sosial ini juga ikutan memblokir Trump pada Juni 2021 lalu untuk sementara waktu selama dua tahun.

Rencananya, akun Trump di Facebook dan Instagram akan bisa dipakai kembali pada Januari 2023.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber USA Today


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.