Kompas.com - 12/05/2022, 09:00 WIB

KOMPAS.com - iPod Touch resmi dipensiunkan pada Mei 2022 ini. Perangkat pemutar musik dengan layar sentuh buatan Apple, itu tak akan lagi diproduksi di masa mendatang.

iPod Touch sendiri merupakan generasi paling terakhir dari jajaran iPod yang pernah dirilis Apple hingga saat ini.

Dengan demikian, pensiunnya iPod Touch sekaligus menandai akhir hayat dari merek iPod setelah hampir 21 tahun eksistensinya di pasaran.

Baca juga: iPod Touch Resmi Pensiun, Apple iPod Auto Tamat

Bila kilas balik ke belakang, iPod menjadi salah satu produk Apple yang sukses dan revolusioner di pasaran.

Sejak diluncurkan pada 23 Oktober 2001, Apple disebut telah berhasil menjual 400 juta unit iPod dari berbagai tipe ke pasar global, per tahun 2020.

Di momen pensiunnya merek iPod ini, tak ada salahnya kita menilik kisah di balik kelahiran pemutar musik digital revelusioner dari Apple ini 21 tahun silam.

Berawal dari ambisi Steve Jobs bikin ekosistem "Mac"

Sebelum melahirkan produk iPod, iPhone, iPad, hingga iMac, Apple lebih dulu fokus pada komputer bikinannya yang bernama "Mac".

Singkat cerita pada tahun 1999, pendiri Apple, Steve Jobs menemukan potensi terpendam dari teknologi bikinan Apple yang lama tak digunakan, yaitu port FireWire.

Port FireWire ini digunakan untuk menghubungkan camcorder digital, hard drive eksternal, dan perangkat lain yang dapat memanfaatkan kecepatan transfer tinggi (hingga 480 Mbps).

Sejak itu, Jobs ingin generasi iMac selanjutnya dibekali dengan port tersebut. Ide utamanya, Jobs ingin pengguna Mac bisa mentransfer video yang diambil dengan camcorder digital ke komputer Mac, lalu menyuntingnya secara langsung di Mac.

Baca juga: Komputer Mac yang Mirip Tempat Sampah Bakal Disegarkan

Jobs pun mendekati perusahaan raksasa Adobe untuk untuk membuat aplikasi penyunting film sederhana untuk komputer Mac. Namun, Adobe menolak.

Nah, saat itulah Apple memutuskan untuk membuat aplikasi iMovie dan menjadikan Mac sebagai pusat "hub digital". Idenya, Mac berfungsi sebagai inti dari ekosistem media digital yang terus berkembang.

Di saat yang hampir bersamaan, musik digital telah menjadi satu industri yang besar di era 1990-an. Kala itu, musik berformat MP3 yang diunduh melalui internet diyakini menjadi masa depan distribusi musik.

Karena memiliki ambisi menjadikan Mac sebagai pusat hub digital, Jobs pun menyadari bahwa Apple juga harus memiliki ekosistem musik.

Baca juga: iPod, 12 Tahun Melantunkan Musik

Ilustrasi iTunes di PCEngadget Ilustrasi iTunes di PC
Sekitar tahun 2000, Apple pun membeli aplikasi SoundJam MP dan mempekerjakan tiga penciptanya untuk bekerja di Apple.

Salah satu dari tiga orang itu, Jeff Robbin, akan mengepalai pengembangan aplikasi musik digital bikinan Apple.

Tim Robbin pun menyederhanakan SoundJam dan menambahkan fitur burning CD untuk membuat iTunes. Aplikasi pemutar sekaligus toko musik digital untuk Mac ini dirilis pada Januari 2001.

Dengan booming-nya musik digital, pemutar MP3 portabel pun juga ikut marak beredar sejak pertengahan 1990-an.

Nah, Robbin dan kawan-kawan pun berusahan agar iTunes juga bisa digunakan pengguna untuk mengirim (transfer) musik yang diunduhnya di aplikasi, ke pemutar MP3 portabel yang sudah ada di pasaran.

Di sinilah letak masalahnya.

Baca juga: Apple Resmi Pensiunkan iTunes

Halaman:
Baca tentang
Sumber Macworld


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.