Kompas.com - 13/05/2022, 07:00 WIB

Untuk diketahui, USB Type-C memiliki beberapa keunggulan dibanding konektor USB lainnya. Pertama, USB-C memiliki sifat reversible. Artinya, pengguna bisa dengan mudah membolak-balik kepala kabel USB Type-C jika ingin memasukkannya ke lubang konektor smartphone.

Kedua, USB Type-C sudah mendukung teknologi USB hingga versi 3.1 Gen 2 dengan kecepatan transfer data hingga 10 Gbps.

Baca juga: iPhone X Dimodifikasi, Konektor Lightning Diganti USB-C

iPhone keluaran Eropa bakal diwajibkan pakai USB Tipe C

Saat ini, sebagian besar pabrikan smartphone, terutama perangkat dengan sistem operasi (OS) Android, telah beralih ke konektor USB-C.

Apple sendiri sebenarnya sudah mulai melakukannya. Misalnya seperti pada laptop MacBook hingga iPad Mini, semua kini menggunakan konektor yang praktis dan universal itu.

Namun, Apple masih ngotot memakai port Lighting lawas pada jajaran iPhone bikinannya, termasuk pada seri terbaru iPhone 13.

Bila informasi Kuo di atas meleset, Apple kemungkinan bakal tetap harus mengganti port Lightning di iPhone dengan port USB-C untuk bisa di pasarkan di Eropa.

Sebab, komisi Uni Eropa berencana menggulirkan aturan baru yang mewajibkan semua pabrikan smartphone dan elektronik melengkapi produk mereka dengan konektor pengisi daya USB tipe C.

Aturan itu dimaksudkan untuk membantu mengurangi limbah elektronik dan memudahkan konsumen tanpa harus memiliki banyak charger.

Baca juga: iPhone Keluaran Eropa Diwajibkan Pakai USB Tipe C

Secara teori, jika semua smartphone dan perangkat elektronik menggunakan port USB C, konsumen hanya membutuhkan minimal satu buah charger untuk dipergunakan ke beberapa perangkat.

Proposal aturan tersebut merupakan bagian dari revisi Pedoman Peralatan Radio yang harus melalui pemungutan suara di Parlemen Eropa sebelum disahkan menjadi undang-undang.

Jika proposal ini lolos dan menjadi undang-undang, vendor smartphone dan elektronik punya waktu dua tahun untuk mengikuti aturan yang baru. Aturan ini akan berlaku untuk semua vendor tanpa terkecuali, termasuk iPhone.

Menanggapi rencana Komisi Uni Eropa, sebagaimana dihimpun dari CNBC, juru bicara Apple mengatakan pihaknya sangat peduli dengan pengalaman konsumen.

Menurut juru bicara Apple, kewajiban menggunakan satu jenis konektor justru akan menghambat, alih-alih mendorong inovasi. Sehingga, pada akhirnya konsumen yang akan dirugikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber GSM Arena
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.