Kompas.com - 13/05/2022, 14:00 WIB
Penulis Oik Yusuf
|

Kamera dua alam

Marketing Executive Canon Business Unit PT Datascrip Iqbal Rifqi Prayoga mengatakan bahwa perekaman video secara terus menerus di EOS R5C hanya dibatasi oleh daya baterai dan kapasitas kartu memori.

Persoalan daya bisa diatasi dengan power supply eksternal, sementara untuk kartu memorinya, EOS R5C mendukung memory card tipe CFexpress yang tersedia hingga 512 GB.

Ada slot kartu kedua untuk memuat SD Card UHS-II V90. Kartu-kartu memori berkecepatan tinggi dibutuhkan untuk merekam video dengan resolusi dan frame rate tinggi di EOS R5C.

"Untuk mereka yang main di dua alam (foto dan video), tapi lebih condong ke video, EOS R5C adalah jawabannya," ujar Iqbal ketika ditemui di sela acara peluncuran. Dalam istilah Canon, EOS R5C disebut sebagai "true hybrid camera".

Selain kipas "anti overheating", untuk mendukung perekaman video EOS R5C, Canon turut menyematkan lampu tally light, port timecode terminal, serta multi-accessory hotshoe seperti milik flagship EOS R3 yang antara lain bisa dipasangi adapter XLR.

Kipas pendingin yang ditempatkan di antara sensor dan layar LCD touch-screen articulated membuat EOS R5C terlihat tambun.

Tapi, bobot kamera ini ternyata hanya berselisih tipis dari EOS R5 pendahulunya. Handlingnya pun terasa mirip, tetap seperti menggenggam mirrorless/ DSLR full frame Canon, alih-alih camcorder.

Baca juga: Video: Review Canon EOS M50 Mark II, Kamera Mirrorless Anti Ribet

Tampak atas kamera mirrorless Canon EOS R5C, dengan kenop daya yang memiliki posisi foto dan video, tally light, tombol shutter berwarna merah, serta multi-accessory hotshoePT Datascrip Tampak atas kamera mirrorless Canon EOS R5C, dengan kenop daya yang memiliki posisi foto dan video, tally light, tombol shutter berwarna merah, serta multi-accessory hotshoe
Kenop daya pada EOS R5C memiliki tiga posisi, yakni "Off", "Photo", dan "Video".

Fungsinya bukan sekadar mengganti mode pengambilan gambar saja, tapi juga mengubah total tampilan user interface sehingga lebih sesuai dengan penggunaannya.

Mode "Photo" akan menampilkan Menu dengan user interface khas kamera DSLR/ mirrorless Canon, lengkap dengan kategorisasi berbasis warna dan Quick Menu.

Sementara, mode 'Video" mengubah interface menjadi serupa kamera sinema Canon, sehingga fungsi-fungsi yang berkaitan dengan perekaman video jadi lebih mudah diakses.

Kamera ini dibekali 13 assignable buttons yang sebagian memiliki dua label, untuk menjelaskan fungsi masing-masingnya dalam mode foto dan video.

EOS R5C mendukung perekaman video hingga resolusi 8K 30p (60p dengan daya eksternal) atau 4K 120p, Format video bsia menggunakan Cinema RAW Light HQ/ LT/ST 12-bit hingga 2140 Mbps, XF-AVC 4:2:2 10-bit hingga 810 Mbps, ataupun MP4 HEVC 4:2:2 10-bit/ H.264 4:2:0 8-bit hingga 540 Mbps.

Baca juga: Imbas Kelangkaan Chip, Canon Pasang Kartrid Printer Polosan

KompasTekno sempat menjajal Canon EOS R5C barang sejenak di acara peluncurannya di Jakarta. Videonya dapat disimak di tautan berikut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.