Kompas.com - 19/05/2022, 13:30 WIB

KOMPAS.com - Netflix melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 150 karyawan karena kondisi perusahaan yang tengah menurun. Jumlah karyawan yang di-PHK ini setara 2 persen dari total sekitar 11.000 karyawan.

Ratusan karyawan yang di-PHK ini sebagian besar berasal dari wilayah Amerika Serikat (AS). Pemecatan tersebut juga dilakukan kepada sejumlah karyawan level senior.

Menurut Juru Bicara Netflix, karena kondisi perusahaan yang tengah menurun, perusahaan juga harus menekan pengeluaran.

Netflix memastikan bahwa faktor utama dilakukannya PHK ini benar-benar karena kondisi ekonomi perusahaan, bukan kinerja individu yang bersangkutan.

Baca juga: Netflix Disebut Bakal Larang Berbagi Password Mulai Akhir Tahun Ini

"Sayangnya, kami melepaskan sekitar 150 karyawan yang sebagian besar berbasis di AS. Keputusan ini didorong oleh kebutuhan bisnis, bukan kinerja individu." ungkap Juru Bicara Netflix, sebagaimana dikutip KompasTekno dari Engadget, Kamis (19/5/2022).

Sebanyak 26 pegawai yang bekerja untuk Tudum, salah satu bagian situs Netflix yang membantu menyediakan konten untuk penggemar, juga ikut terdampak atas langkah yang dilakukan Netflix.

Menurut keterangan yang disampaikan juru bicara Netflix Erika Masonhal, upaya pemecatan yang dilakukan Netflix kepada 26 karyawannya disampaikan secara tertulis melalui sebuah e-mail.

Sebelum melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 150 karyawannya, Netflix telah terlebih dahulu memberhentikan 25 karyawan yang bertugas di bagian pemasaran (marketing).

Outlet media Variety melaporkan bahwa layanan streaming tersebut juga telah memangkas sejumlah proyek animasi yang sedang dalam pengembangan, termasuk Wings of Fire, serial Antiracist Baby, dan With Kind Regards From Kindergarten.

Baca juga: Beda Nasib dengan Netflix, Pelanggan Disney+ Justru Naik Hampir 8 Juta di Awal Tahun 2022

Namun menurut sumber, proyek-proyek tersebut dibatalkan karena alasan kreatif dan bukan sebagai upaya untuk memangkas biaya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.