Saham Alphabet, Meta, Microsoft, dkk Ramai-ramai "Kebakaran", Ada Apa?

Kompas.com - 14/06/2022, 11:30 WIB
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Efek ekonomi dari kenaikan suku bunga acuan 0,5 persen yang diterapkan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) pada awal Mei lalu, tampaknya semakin terasa.

Bahkan pekan ini, indeks saham "S&P 500" di bursa saham AS terpantau melemah hingga 20 persen sejak angka tertingginya dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data Marketwatch, harga saham S&P 500 kini berada di level 3.749 poin pada penutupan pasar Senin (13/6/2022), turun 3,9 persen dari perdagangan di hari sebelumnya.

S&P 500 adalah indeks yang terdiri dari saham 500 perusahaan terbesar dari berbagai sektor yang terdaftar di bursa saham Amerika Serikat.

Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok 12 Persen, Terendah dalam 18 Bulan Terakhir

Harga saham perusahaan teknologi pun turut terdampak.

Salah satunya adalah Alphabet, induk dari perusahaan teknologi Google. Pantauan KompasTekno, Selasa (14/6/2022), harga saham dengan kode "GOOGL" ini turun 4,3 persen ke angka 2.127 dollar AS (sekitar Rp 31,3 juta) per lembar pada penutupan pasar Senin kemarin.

Harga saham Alphabet, Meta, dan Microsoft setelah penutupan pasar Senin (13/6/2022).Marketwatch Harga saham Alphabet, Meta, dan Microsoft setelah penutupan pasar Senin (13/6/2022).
Harga saham Meta Platforms dan Microsoft juga turun. Berdasarkan data Marketwatch, saham dari kedua perusahaan teknologi raksasa tersebut masing-masing turun 6,4 persen dan 4,2 persen.

Setelah penutupan pasar Senin kemarin, harga saham Meta sendiri berada di angka 164 dollar AS (sekitar Rp 2,4 juta) per lembar, sedangkan Microsoft berada di angka 242 dollar AS (sekitar Rp 3,5 juta) per lembar.

Harga saham Tesla, Netflix, dan Nvidia setelah penutupan pasar Senin (13/6/2022).Marketwatch Harga saham Tesla, Netflix, dan Nvidia setelah penutupan pasar Senin (13/6/2022).
Di samping ketiga perusahaan ini, ada pula tiga dari sekian banyak perusahaan teknologi lainnya yang penurunan harga sahamnya mencapai 7 persen. Mereka adalah Tesla (7,1 persen), Netflix (7,24 persen), dan Nvidia (7,82 persen).

Pasca penutupan pasar Senin kemarin, harga saham Tesla kini berada di angka 647 dollar AS (sekitar Rp 9,5 juta) per lembar, sedangkan harga saham Netflix dan Nvidia masing-masing berada di angka 169 dollar AS (sekitar Rp 2,4 juta) dan 156 dolar AS (sekitar Rp 2,2 juta) per lembar.

Baca juga: Saham Meta Anjlok, Kekayaan Zuckerberg Lenyap Rp 431 Triliun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.