Mengenal Fenomena Crypto Winter dan Dampaknya, Kapan Akan Berakhir?

Kompas.com - 20/06/2022, 16:15 WIB

Spekulasi bakal terjadinya Crypto Winter jilid dua sebenarnya telah muncul sejak beberapa bulan yang lalu. Dikutip dari laman Forbes, Crypto Winter umumnya diakibatkan ketika terdapat aksi penjualan besar-besaran mata uang kripto dari harga tertinggi.

Selain itu, merosotnya harga mata uang kripto juga timbul akibat sentimen negatif dari pasar. Sentimen negatif itu muncul dari beberapa fenomena, misalnya seperti merosotnya nilai mata uang kripto LUNA lebih dari 90 persen dalam sebulan terakhir pada Mei lalu.

Kemudian, sentimen negatif atas pasar mata uang kripto juga disebabkan karena adanya aksi penangguhan atau pembekuan transaksi kripto dari platform perbankan cryptocurrency Celcius Network.

Aksi itu menyebabkan pengguna tidak dapat menarik mata uang kripto yang disimpan pada Celcius Network. Pembekuan ini dikatakan Celcius Network bertujuan untuk menstabilkan daya tukar kripto (likuiditas) dan operasinya.

Bersamaan dengan pengumuman pembekuan transaksi itu, harga mata uang kripto buatan Celcius Network (CEL) sendiri juga tengah anjlok hingga lebih dari 90 persen dalam satu tahun terakhir.

Tercatat di Coin Market Cap, kini harga CEL berada di level sekitar Rp 9.700. Ketidakstabilan pasar kripto ini yang membuat atau mendorong para investor untuk menjual asetnya, sehingga menimbulkan Crypto Winter.

Dengan adanya fenomena Crypto Winter, terjadi sejumlah dampak yang cukup buruk bagi industri mata uang kripto saat ini, berikut adalah penjelasannya.

Baca juga: Nilai Bitcoin di El Salvador Anjlok 50 Persen, Imbas Merosotnya Harga Mata Uang Kripto

Dampak Crypto Winter

Menurut pandangan William Luther, seorang profesor ekonomi di Florida Atlantic University, fenomena Crypto Winter semacam ini dianggap sebagai hal yang lumrah dalam perdagangan mata uang kripto.

Dilansir dari CNBC, Senin (20/6/2022), Luther mengingatkan pada investor untuk tetap tenang dan menjaga pandangan mereka dalam jangka panjang. Kerugian akibat merosotnya nilai mata uang kripto dikatakan hanya sebagai fenomena sesaat.

“Dilihat dari pengalaman masa lalu, cenderung ada pasang surut ini di pasar crypto,“ kata Luther kepada CNBC.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.