Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Elon Musk Bikin Harga Dogecoin Naik Saat Dituduh Menipu

Kompas.com - 21/06/2022, 18:00 WIB
Lely Maulida,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Elon Musk belum lama ini digugat oleh Keith Johnson, seorang investor uang kripto Dogecoin. Dalam gugatan senilai 258 miliar dollar AS (Rp 3.800 triliun) itu, Johnson berkata dirinya kehilangan banyak uang setelah investasi di Dogecoin.

Elon Musk dianggap oleh Johnson menggunakan skema piramida untuk memanipulasi harga Dogecoin, dan mendapat untung dari uang kripto tersebut.

Menanggapi hal itu, Musk berkata ia akan terus mendukung Dogecoin. Hal ini ia sampaikan melalui akun Twitter pribadinya berhandle @elonmusk.

Setelah cuitan Musk itu, harga Dogecoin dilaporkan naik hampir 13 persen di situs Binance menjadi 0,05877 dollar AS (Rp 870) per keping koin pada Senin (20/6) waktu AS, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari India Times, Selasa (21/6/2022).

Pantauan KompasTekno di situs CoinMarketCap saat artikel ini ditulis, harga Dogecoin dibanderol 0,06172 dollar AS per keping (Rp 914), naik 5,69 persen dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Elon Musk Dituntut Ganti Rugi Rp 3.800 Triliun gara-gara Dogecoin

Sejak 2019

Elon Musk memang telah menyatakan dukungannya terhadap Dogecoin sejak 2019. Ia bahkan pernah berkata bahwa ia menerima pembayaran dengan Dogecoin di toko online Tesla pada Desember 2021, serta di SpaceX.

Menurut situs Decrypt, sejak Februari 2018 hingga Februari 2019, Musk menyatakan dirinya tidak memiliki uang kripto selain 0,25 Bitcoin. Namun pada April 2019, Musk mengetwit "Dogecoin mungkin jadi uang kripto favorit saya. Ini cukup keren."

Sejak saat itu, Dogecoin mulai terkenal, terlebih Musk terus mempopulerkannya. Decrypt juga menyebutkan bahwa pencarian Dogecoin naik dari tahun 2019 hingga 2020, utamanya ketika Musk membuat twit soal uang kripto tersebut.

Sayangnya praktik ini dinilai Johnson sebagai taktik tipuan dari Elon Musk untuk memanipulasi harga Dogecoin.

Baca juga: Elon Musk Borong Saham Twitter, Harga Dogecoin Melesat

Johnson menilai harga Dogecoin yang tak memiliki nilai dasar dan tidak diamankan oleh lembaga pemerintah atau swasta di AS, mudah dimanipulasi oleh berbagai promosi atau twit yang dilontarkan Musk di Twitter.

Ia pun menilai Elon Musk melakukan "skema piramida" terhadap Dogecoin via internet, yang aktivitas perdagangannya dimanipulasi oleh Musk dan perusahaannya di Twitter.

"Dogecoin hanyalah penipuan di mana mereka (Musk) memanipulasi 'orang awam' supaya membeli mata uang kripto tersebut dengan harga yang lebih tinggi," tulis Johnson dalam gugatannya.

Menurut Johnson, sejak Musk mempromosikan Dogecoin, investor telah kehilangan sekitar 86 miliar dollar AS karena harganya anjlok sejak Mei 2021.

Baca juga: Harga Dogecoin Kembali Melesat, Ini Penyebabnya

Johnson menuntut orang terkaya di dunia tersebut membayar ganti rugi hingga dua kali lipat atau senilai 172 miliar dollar AS (Rp 2500 triliun).

Angka ini belum ditambah dengan total kerugian Johnson yang sudah berinvestasi di Dogecoin pada 2019. Jadi, total gugatan Johnson kepada Elon Musk adalah 258 miliar dollar AS (Rp 3800 triliun).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Penerbit 'GTA 6' PHK 600 Karyawan dan Batalkan Proyek Rp 2,2 Triliun

Penerbit "GTA 6" PHK 600 Karyawan dan Batalkan Proyek Rp 2,2 Triliun

Game
TikTok Notes, Aplikasi Pesaing Instagram Meluncur di Dua Negara

TikTok Notes, Aplikasi Pesaing Instagram Meluncur di Dua Negara

Software
HP Vivo T3X 5G Meluncur dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai Jumbo

HP Vivo T3X 5G Meluncur dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai Jumbo

Gadget
Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat 'Ngetwit'

Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat "Ngetwit"

Software
Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

e-Business
8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

e-Business
Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Internet
Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Software
HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang 'Membosankan'

HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang "Membosankan"

Gadget
7 HP Kamera Boba Mirip iPhone Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

7 HP Kamera Boba Mirip iPhone Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

Gadget
Motorola Edge 50 Ultra dan 50 Fusion Meluncur, Harga mulai Rp 6 Jutaan

Motorola Edge 50 Ultra dan 50 Fusion Meluncur, Harga mulai Rp 6 Jutaan

Gadget
Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

e-Business
Ketika Sampah Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Menimpa Atap Warga

Ketika Sampah Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Menimpa Atap Warga

Internet
CEO Apple Bertemu Presiden Terpilih Prabowo Subianto Bahas Kolaborasi

CEO Apple Bertemu Presiden Terpilih Prabowo Subianto Bahas Kolaborasi

e-Business
'Fanboy' Harap Bersabar, Apple Store di Indonesia Masih Sebatas Janji

"Fanboy" Harap Bersabar, Apple Store di Indonesia Masih Sebatas Janji

e-Business
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com