Jelang Pemilu 2024, Kominfo Siapkan Tim Siber untuk Awasi Konten di Internet

Kompas.com - 08/07/2022, 06:46 WIB

KOMPAS.com - Tahun 2024 akan menjadi tahun politik besar-besaran di Indonesia. Pasalnya, pada tahun 2024, pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) bakal digelar serentak di Tanah Air.

Terkait hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga hal untuk mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) selama masa pemilu.

Pertama, Johnny mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim keamanan siber untuk memantau konten di internet semasa pemilu dan pilkada serentak 2024.

Baca juga: Daftar PSE yang Sudah Mendaftarkan Diri ke Kominfo

Tidak hanya itu, Johnny juga mengatakan bahwa Kominfo telah meningkatkan dukungan teknologi informasi dan penangkal konten negatif.

Lewat peningkatan kapasitas perangkat dan teknologi, Johnny berharap Kominfo dapat membantu dalam pelacakan konten negatif dengan skema alphabetical (huruf) dan numerical (angka).

"Jadi bisa membacanya baik huruf maupun angka. Untuk menjaga ruang digital dari serangan siber, sudah ada lintas koordinasi antarkementerian dan lembaga atau yang kita sebut dengan tim cyber respons (CSIRT)," kata Johnny.

Ketiga hal itu dipersiapkan Kominfo dalam rangka menjaga ruang digital agar pelaksanaan pemilu dan pilkada berlangsung dengan baik dan sehat.

“Kominfo mendukung ruang digital yang sehat. Tidak saja pada saat penyelenggaran Pemilihan Umum, juga seluruh kehidupan di dalam ruang digital setiap saat," kata Johnny, sebagaimana dikutip KompasTekno dari laman resmi Kominfo, Jumat (8/7/2022).

Baca juga: Selain Google, Twitter, dkk, Ini 6 Kategori Platform Digital yang Wajib Daftar ke Kominfo

"Oleh karena itu, Kominfo telah melengkapi peralatan-peralatannya, menambah cyber drone dan mempunyai tim cyber security yang bekerja 24 jam sehari untuk melakukan surveillance (pengawasan) terhadap ruang digital dan serangan siber," kata Johnny dalam sebuah acara, usai bertemu dengan Ketua KPU Hasyim Asy'ari di Gedung Kemenkominfo pada 6 Juni 2022.

Untuk cyber drone, istilah ini bukan merujuk pada pesawat nir awak yang biasa melakukan pengawasan, melainkan sebuah mesin sensor yang akan menangkis konten yang dinilai negatif secara otomatis.

Halaman:
Sumber Kominfo


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.