Kompas.com - 08/07/2022, 19:30 WIB

KOMPAS.com - Februari 2022 lalu, CEO Meta, Mark Zuckerberg mengungkapkan visi perusahaannya yang fokus pada sistem penerjemahan bahasa. Visi tersebut adalah “No Language Left Behind” (NLLB), atau "jangan tinggalkan satu bahasa pun".

Enam bulan setelah pengumuman tersebut, Meta mengumumkan kecerdasan buatan atau AI (artifical intelligence) yang mampu berbicara dan menerjemahkan 200 bahasa yang berbeda. Kecerdasan buatan ini diberi nama “NLLB-200”.

200 bahasa yang dapat diterjemahkan secara bersamaan, termasuk bahasa dari seluruh wilayah Asia dan Afrika dan bahasa yang jarang digunakan seperti Lao (bahasa Laos) dan Kamba, yaitu bahasa dari etnis Bantu di Kenya, Tanzania.

Seperti yang diketahui, saat ini ada lebih dari 7.000 bahasa yang digunakan di dunia. Melalui visi NLLB yang disampaikan Meta ini, perusahaan tampak benar-benar ingin mewujudkan tujuannya untuk bisa memahami semua bahasa.

Baca juga: Teknologi AI Bantu Wasit Piala Dunia 2022 Tentukan Offside

AI ini nantinya akan dapat meningkatkan kemampuan penerjemahan bahasa di aplikasi media sosial mereka yaitu Facebook dan Instagram.

Menurut pihak Meta, NLLB-200 dapat menerjemahkan bahasa Afrika dengan hasil yang memuaskan. Pencapaian melewati rekor dari model AI sebelumnya, yang bernama “FLORES-101”.

“FLORES-101” sendiri merupakan model Al yang mampu berbicara dengan 100 bahasa yang berbeda. Namun, ada kekurangan dari AI tersebut, sehingga pihak peneliti perlu melakukan tinjauan ulang.

Kendati demikian, masih ada tantangan yang harus dihadapi oleh perusahaan. Saat AI menerjemahkan tulisan dari bahasa Inggris ke bahasa lain atau sebaliknya, hal tersebut dapat dengan mudah dilakukan.

Namun, bila kedua bahasa tersebut bukan bahasa Inggris, AI akan menjadi lebih sulit menerjemahkan.

Hal ini dikarenakan model bahasa yang digunakan dalam AI tersebut hanya mengandalkan data tertulis yang diambil di internet.

Baca juga: Karyawan Google Sebut AI Sudah Mirip Manusia

Apabila sumber teks dari bahasa tertentu sangat minim di internet, sistem mungkin tidak mampu menghasilkan terjemahan yang maksimal.

Untuk menyempurnakan AI ini, Meta akan menjadikan NLLB-200 sebagai open-source. Artinya, AI tersebut akan dibuka secara publik, sehingga siapapun dapat menggunakan, memodifikasi, hingga memperbaiki kekurangan yang terdapat dalam sistem.

Selain itu, Meta juga akan memberi 200.000 dollar AS atau sekitar Rp 3 miliar kepada organisasi nirlaba yang ingin mengembangkan teknologi tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Engadget


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.