Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Software yang Masih dalam Pengembangan Dinamai “Beta”?

Kompas.com - 18/07/2022, 10:04 WIB
Zulfikar Hardiansyah

Penulis

KOMPAS.com - Setiap aplikasi, program, atau software, biasanya memiliki versi yang kerap disebut dengan “Beta”. Sebagian dari Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan apa itu aplikasi Beta.

Sebagaimana umum diketahui, software Beta adalah aplikasi yang masih dalam tahap pengembangan alias belum sepenuhnya siap untuk dirilis secara publik. Misalnya, seperti WhatsApp Beta, iOS Beta, Android Beta, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Apa Itu Blackout Challenge yang Bikin TikTok Digugat?

Lantas, kenapa setiap software yang dirilis oleh suatu perusahaan terdapat versi Beta? Biasanya, aplikasi atau software Beta dirilis oleh perusahaan khusus pada pihak developer lain (pihak ketiga) yang tergabung dalam program kerja sama pengembangan.

Pihak ketiga bakal membatu menyempurnakan aplikasi sebelum siap dirilis ke publik, dengan menjajal versi Beta dan melaporkan ke perusahaan apabila terdapat bug atau gangguan.

Itulah alasan dibuatnya atau dirilisnya versi Beta dari sebuah aplikasi. Dengan alasan yang demikian, lalu mengapa software yang masih tahap pengembangan diberi nama “Beta”?

Nama “Beta” yang dipakai untuk menandakan aplikasi masih dalam tahap pengembangan itu, sejatinya berkaitan dengan SRLC atau Software Release Life Cycle (siklus perilisan software atau aplikasi).

Arti aplikasi versi Beta

Dalam SRLC, beberapa tahapan yang sedang berjalan umumnya diklasifikasikan dengan menggunakan nama berdasar urutan alfabet Yunani, yakni Alfa dan Beta. Jauh sebelum dirilis ke publik, software umumnya pertama kali bakal melalui tahap Alpha.

Sesuai dengan urutan alfabet Yunani, “Alpha” menjadi tahap awal atau pembuka dalam pengembangan aplikasi. Di tahap Alpha, perusahaan bakal melakukan perancangan software yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Pada tahap ini, terdapat aktivitas dari tim internal perusahaan untuk membuat desain kasar cara kerja aplikasi (mock up). Setelah itu, tim bakal menyusun kode pemrograman untuk mengembangkan desain kasar aplikasi tersebut.

Baca juga: Mengapa E-mail Bisa Masuk ke Spam di Gmail? Ini 5 Penyebabnya

Aplikasi yang telah dikembangkan pada tahap ini kemudian diberi nama versi Alpha (aplikasi Alpha). Kemudian, tim internal perusahaan atau “tester” bakal melakukan serangkaian uji coba pada aplikasi Alpha.

Pengujian pada aplikasi Alpha bertujuan untuk memastikan tiap modul dalam pemrograman yang dibuat bisa terintegrasi dan bekerja dengan baik. Setelah melewati tahap Alpha, aplikasi bakal masuk ke tahap pengujian kedua atau tahap Beta.

Di tahap Beta, aplikasi diuji dengan proses yang lebih ketat. Pengujian aplikasi dilakukan tidak hanya pada kinerja pemrograman, tapi juga fungsinya secara nyata. Pengujian di tahap Beta dilakukan lebih berdasar pada pengalaman pengguna secara langsung.

Untuk dapat memastikan fungsi aplikasi bisa berjalan dengan baik ke pengguna, perusahaan melakukan uji coba aplikasi Beta dengan melibatkan pihak ketiga atau pengembang lain “beta tester”.

Dikutip dari The Product Manager, dalam pengujian Beta, terdapat dua skema yang dilakukan perusahaan, yakni Closed Beta dan Open Beta. Di Open Beta, pengujian aplikasi dapat dilakukan oleh pengguna umum secara terbuka yang ingin turut berpartisipasi.

Sedangkan pada Closed Beta, pengujian aplikasinya hanya bisa diikuti oleh para pengguna khusus (pengembang), biasanya telah terdaftar di program kerja sama yang dibuat oleh perusahaan.

Baca juga: Tahukah Tombol Power Punya Simbol “I” dan “O”? Berikut Artinya

Setiap pihak yang terlibat dalam pengujian Beta bisa memberikan masukan atau umpan balik ke perusahaan untuk menyempurnakan aplikasi, sebelum versi finalnya dirilis ke pengguna secara umum

Demikianlah arti aplikasi versi Beta, yang menandakan tahap kedua pengembangan aplikasi sesuai dengan urutan alfabet Yunani , semoga bermanfaat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

ZTE Pamer Nubia Music, Ponsel Musik dengan Speaker Besar dan Dua Jack Audio

ZTE Pamer Nubia Music, Ponsel Musik dengan Speaker Besar dan Dua Jack Audio

Gadget
Infinix Pamer Desain Punggung HP dengan Bintik Warna yang Bisa Diubah

Infinix Pamer Desain Punggung HP dengan Bintik Warna yang Bisa Diubah

Gadget
Harga Bitcoin 'To the Moon' Tembus Rp 903 Juta, Ini Penyebabnya

Harga Bitcoin "To the Moon" Tembus Rp 903 Juta, Ini Penyebabnya

e-Business
Ramai soal Gmail Bakal Ditutup Tahun Ini, Ini Faktanya

Ramai soal Gmail Bakal Ditutup Tahun Ini, Ini Faktanya

Internet
Smartphone Tecno Spark 20 Pro dan Spark 20 Pro Plus Resmi di Indonesia, Harga mulai Rp 2 Jutaan

Smartphone Tecno Spark 20 Pro dan Spark 20 Pro Plus Resmi di Indonesia, Harga mulai Rp 2 Jutaan

Gadget
Qualcomm Umumkan Platform 5G Fixed Wireless Access Ultra Gen 3, Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan

Qualcomm Umumkan Platform 5G Fixed Wireless Access Ultra Gen 3, Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan

Gadget
Telkomsel-ZTE Uji Coba Teknologi 5G-A dan Layanan Jaringan Berbasis AI

Telkomsel-ZTE Uji Coba Teknologi 5G-A dan Layanan Jaringan Berbasis AI

e-Business
Melihat dari Dekat Mobil Listrik Xiaomi SU7 Max di MWC Barcelona

Melihat dari Dekat Mobil Listrik Xiaomi SU7 Max di MWC Barcelona

Hardware
9 Fitur Baru Android yang Segera Rilis, Salah Satunya Bisa Corat-coret Dokumen

9 Fitur Baru Android yang Segera Rilis, Salah Satunya Bisa Corat-coret Dokumen

Software
RFID Jadi Solusi Penyaluran Pupuk Bersubsidi yang Tepat Sasaran

RFID Jadi Solusi Penyaluran Pupuk Bersubsidi yang Tepat Sasaran

e-Business
Nvidia Rilis RTX 500 dan RTX 1000, Kartu Grafis Bertenaga AI untuk Laptop Tipis

Nvidia Rilis RTX 500 dan RTX 1000, Kartu Grafis Bertenaga AI untuk Laptop Tipis

Hardware
Menjajal Kebolehan Chipset MediaTek Dimensity 9300, Bisa Bikin Video AI Real-time Tanpa Internet

Menjajal Kebolehan Chipset MediaTek Dimensity 9300, Bisa Bikin Video AI Real-time Tanpa Internet

Hardware
Melihat 'Booth' ZTE di MWC Barcelona 2024, Luas dan Ada 4 Zona Teknologi

Melihat "Booth" ZTE di MWC Barcelona 2024, Luas dan Ada 4 Zona Teknologi

e-Business
Tecno Pova 6 Pro Resmi, Smartphone Gaming dengan Baterai 6.000 mAh

Tecno Pova 6 Pro Resmi, Smartphone Gaming dengan Baterai 6.000 mAh

Gadget
Xiaomi Umumkan Daftar Terbaru Perangkat yang Kebagian HyperOS, Ada Redmi Pad SE

Xiaomi Umumkan Daftar Terbaru Perangkat yang Kebagian HyperOS, Ada Redmi Pad SE

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com