Kompas.com - 19/07/2022, 19:00 WIB

Selain Pasal 14 ayat 3 dan Pasal 36, Teguh dan Safenet sebenarnya juga menyebutkan sejumlah pasal lain di Permenkominfo No 5/2020 yang dinilai karet. Misalnya, Pasal 9 ayat 3 dan 4, Pasal 2, Pasal 7, Pasal 47, Pasal 14 ayat 1, serta Pasal 21 ayat 1 dan 2.

Penjelasan lengkap terkait pasal-pasal karet di Permenkominfo 5/2020 ini dapat dibaca di artikel "Pengamat Ungkap Deretan Pasal Karet di Aturan PSE Kominfo".

Adapun aturan Permenkominfo 5/2020 dapat dibaca selengkapnya melalui tautan berikut ini.

Petisi tolak Permenkominfo 5/2020

Selain merinci pasal-pasal karet di Permenkominfo 5/2020, Safenet juga menginisiasi  petisi penolakan atas kebijakan itu.

Petisi yang bertajuk “Surat Protes Netizen Indonesia” itu mulai disebarkan ke beberapa platform, salah satunya seperti Twitter, sejak 17 Juli lalu.

Menurut Nenden Sekar Arum, Kepala Divisi Kebebasan Berekspresi SAFEnet, petisi tolak PSE hingga saat ini setidaknya telah mendapat dukungan lebih dari 4.500 penandatangan.

Adapun tujuan dari petisi tolak PSE dibuat, dikatakan Nenden, adalah untuk mewadahi suara masyarakat yang merasa dirugikan dengan keberadaan kebijakan tersebut. Rencananya, petisi ini bakal dilayangkan langsung ke Menteri Kominfo.

Baca juga: Tujuan Kominfo Wajibkan WhatsApp dkk Daftar PSE, Jaga Ruang Digital hingga Wujudkan Keadilan

Terkait petisi tersebut, Semmy mengatakan itu adalah hal yang wajar dan diperbolehkan. Sebab, itulah bentuk demokrasi.

"Namun proses (pembuatan aturan ini) juga panjang. Kita juga harus berpikir ini ada 210 juta masyarakat Indonesia yang perlu juga dilindungi," kata Semmy.

Sebelumnya, Kominfo menyebutkan ada empat tujuan utama yang ingin dicapai dengan Peremkominfo 5/2020, yaitu memiliki sistem terkoordinasi untuk seluruh PSE yang beroperasi di Indonesia, menjaga ruang digital Indonesia, melindungi masyarakat saat mengakses ruang digital, mewujudkan keadilan, termasuk soal pemungutan pajak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.