Penonton Live Streaming Habiskan Jutaan Rupiah demi Sawer Kreator, Apa Motivasinya??

Kompas.com - Diperbarui 27/07/2022, 19:03 WIB

“Karena orangnya lucu, jadi dia enggak cuman main game saja, tapi dia bisa melucu juga. Jadi kita enggak bosan, enggak monoton lihatnya,” jelas Fandy.

Dia menambahkan, uang yang dihabiskan untuk menyawer streamer bisa mencapai Rp 500.000 - Rp 1 jutaan. Keinginan tersebut didorong oleh kesukaannya terhadap pembawaan dan ciri khas yang dimiliki streamer tersebut.

Baca juga: Twitter Uji Coba Live Shopping, Bisa Belanja Sambil Nonton Live Streaming

Mengapa rela nyawer hingga jutaan?


Menurut psikolog klinis dari Yayasan Cintai Diri Indonesia (Love Yourself Indonesia) Alif Aulia Masfufah, fenomena sawer ini memiliki beberapa tahapan.

Prosesnya dimulai dari keinginan untuk mencoba, seperti memperlajari terlebih dahulu sistem sawer tersebut dari orang lain.

Aulia turut menjelaskan ketika streamer memberi respons balik kepada penonton, seperti memberikan apresiasi oleh streamer atau mau mendengarkan penonton, keinginan untuk menyawer itu akan kembali muncul.

Setelah itu, penonton akan sampai pada tahap membandingkan atau secara tidak langsung bersaing dengan penonton lain. Bila ada penonton yang menyawer dengan nominal lebih besar, seseorang akan tertantang untuk menyawer kembali di atas jumlah tersebut.

“Begitulah episode adiksinya dimulai. Mulai melibatkan perasaan umumnya di tahap ini. Mulai gusar kalau enggak ada live streaming (dari streamer favoritnya), marah kalau tidak punya uang,” ujar Aulia kepada KompasTekno.

Baca juga: Kreator Instagram Bisa Dapat Uang dari Live Streaming, Ini Syaratnya

“Untuk memenuhi kebutuhan emosinya, dia (penonton) mulai konsumtif karena mendapat apreasiasi dari kreator dan menjadi level di atas viewers lain. (Ada rasa) menyenangkan,” imbuh Aulia.

Oleh karena itu, pola adiksi sepeti ini cukup khas dan mudah untuk diketahui dari aspek psikologis. Apalagi hal tersebut sudah menyangkut tentang kebutuhan dan kesenangan.

Penonton yang menerima apresiasi dari kreator ataupun streamer, seperti didengarkan, disapa, dipuji, dan sebagainya, membuat harga diri dan kepercayaan diri penonton tersebut meningkat.

“Kebutuhan dan kesenangan dalam hal ini, ya apresiasi dari followers-nya si kreator (penonton lain) atau apresiasi dari si kreatornya langsung, seperti didengarkan oleh kreator, disapa, dipuji. Harga diri dan kepercayaan dirinya naik,” tutup Aulia.

Baca juga: China Larang Anak di Bawah 16 Tahun Bikin Konten Live Streaming

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.