Beda Respons Zuckerberg dan Bos Instagram soal Kritikan Tampilan IG yang Semakin Mirip TikTok

Kompas.com - Diperbarui 30/07/2022, 18:15 WIB

Konten video singkat di Instagram itu ditonton lebih lama hingga 30 persen oleh pengguna dibanding kuartal I-2022, yaitu 20 persen. Artinya, dari total waktu pengguna yang dihabiskan di Instagram, 30 persen di antaranya digunakan pengguna untuk menonton maupun berinteraksi di Reels.

"Kuartal ini kami melihat durasi yang dihabiskan pengguna untuk berinteraksi dengan Reels di Facebook dan Instagram sebesar lebih dari 30 persen. Kemajuan AI berperan besar dalam peningkatan ini," kata Zuck dalam postingannya di Facebook.

Yang dimaksud AI dalam hal Reels yaitu peranannya dalam merekomendasikan konten, terlepas dari akun yang diikuti pengguna maupun tidak. Berkat pencapaian ini, Zuck menegaskan pihaknya akan terus menerapkan praktik tersebut.

Baca juga: Zuckerberg Pamer Tampilan Baru Instagram yang Mirip TikTok

"Saya kira akan ada banyak perbaikan seperti ini (rekomendasi AI) yang akan terus kami lakukan," ujar Zuckerberg.

"Kami masih perusahaan sosial yang berfokus untuk membantu orang terhubung. Salah satu tren sosial yang kami lihat adalah, alih-alih orang hanya berinteraksi pada komentar feed, mayoritas mereka menemukan konten menarik di feed dan kemudian mengirimkannya ke teman serta berinteraksi di sana," kata bos Meta itu.

"Jadi strategi kami bukan tentang konten dan interaksi publik vs sosial, melainkan tentang mengaktifkan cara yang menggabungkan keduanya," tegas Zuck.

Hal ini bertolak belakang dengan keinginan ratusan ribu pengguna Instagram yang menandatangi petisi dan meminta Instagram mengurangi rekomendasi konten dari akun yang tidak mereka ikuti.

Baca juga: Instagram Perbarui Fitur Peta untuk Permudah Pengguna Cari Lokasi Kekinian

Lebih lanjut, Zuck mengatakan pendapatan iklan di Reels juga semakin moncer. Dia mengeklaim, Reels mampu meraup lebih dari 1 miliar dollar AS. Angka ini disebut melampaui pendapatan iklan Instagram Stories dengan periode waktu yang sama setelah diluncurkan perusahaan.

Berkat pencapaian Reels yang positif, Zuck meyakini bahwa strategi yang dijalankan perusahaannya saat ini, yakni mempriotitaskan konten video dan memperbanyak rekomendasi acak, sudah sesuai.

Dengan demikian, Meta tampaknya tak akan mengabulkan permintaan pengguna Instagram yang menandatangani petisi online "Make Instagram, Instagram Again".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.