Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meta Sudah Habiskan Rp 14 Triliun untuk Bangun Metaverse, Namun Belum Jelas

Kompas.com - 01/08/2022, 16:00 WIB
Caroline Saskia,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber PC Gamer

KOMPAS.com - Perusahaan teknologi Meta Platform Inc. (Meta) dilaporkan telah menghabiskan dana 1 miliar dollar AS (Rp 14,8 triliun) tahun ini guna membuat metaverse menjadi kenyataan.

Meta sendiri mengungkapkan dana tersebut di antaranya digunakan untuk membuat ekosistem metaverse, seperti membuat perangkat produk Augmented Reality (AR) dan Virtal Reality (VR) milik perusahaan.

Padahal, ekosistem metaverse Meta diprediksi butuh waktu yang masih lama. Executive Producer Meta, Ruth Bram mengatakan kalau Meta ingin benar-benar mewujudkan metaverse, maka dibutuhkan waktu sekitar satu dekade atau 10 tahun.

Waktu tersebut bakal dipakai untuk mengembangkan perangkat lunak (software) dan keras (hardware), guna mendukung dunia virtual yang baru, yang digadang-gang menjadi generasi berikut dari internet.

Baca juga: Pendapatan Meta Turun untuk Pertama Kalinya, Reels Instagram Jadi Salah Satu Penyebabnya

"Masih banyak yang harus dikerjakan, baik dari aspek hardware maupun software. Dan mungkin perlu waktu lima hingga sepuluh tahun untuk mewujudkannya sepenuhnya," kata Bram dikutip KompasTekno dari CNBC, Senin (1/8/2022).

Dana yang digelontorkan Meta sendiri beberapa di antaranya digunakan untuk membuat perangkat ekosistem metaverse, seperti headset VR.

Masih merugi

Meski telah menggelontorkan dana besar-besaran, divisi terpenting yang bertanggung jawab atas produksi barang VR dan AR Meta, yaitu Divisi Reality Labs Meta, tercatat mengalami kerugian yang cukup besar.

Sebagaimana dihimpun dari PC Gamer, Senin (1/8/2022), divisi tersebut merugi 10 miliar dollar AS (Rp 148,7 triliun) pada 2021 lalu, dan selama enam bulan terakhir ini, kerugiannya tercatat lebih dari 6 miliar dollar AS (Rp 89,2 triliun).

VR Oculus Quest 2 buatan Facebook.Oculus VR Oculus Quest 2 buatan Facebook.

Tidak sampai di sana, laporan keuangan Meta pada kuartal II-2022 juga tercatat mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Di dalam laporan tertulis kalau total pendapatan Meta berada di angka 28,8 miliar dollar AS (berkisar Rp 430,4 triliun), telah turun 1 persen dari periode yang sama di 2021 lalu yang sebesar 29 miliar dollar AS (sekitar Rp 433,4 triliun).

Sejauh ini, terdapat beberapa alasan yang berkaitan dengan kemerosotan pendapatan Meta, seperti fitur Reels yang belum bisa dimaksimalkan sepenuhnya, atau kebijakan Apple yang menghambat Meta melacak kebiasaan penelusuran pengguna internet, dan sebagainya.

Menurut laporan PC Gamer, hal yang justru harus disorot saat ini bukanlah penurunan pendapatan, atau kerugian yang dialami Divisi Reality Labs, melainkan biaya produksi dari AR dan VR milik perusahaan.

Baca juga: Mark Zuckerberg Pamer Kacamata VR untuk Metaverse

Keuntungan dari produk headset VR Quest 2 tersebut masih belum diketahui dengan jelas. Memang, headset tersebut merupakan produk VR yang memupuni untuk bermain game, tetapi hal tersebut dianggap "kurang relevan".

Harga headset VR Meta juga mengalami kenaikan. Oculus Quest 2 misalnya, yang diluncurkan pada September 2020 lalu. Meski headset tersebut sudah berusia satu tahun, Meta menaikkan harga jualnya 100 dollar AS (Rp 1,48 juta) lebih mahal.

Rincian harganya untuk headset model 128 GB naik dari 299 dollar AS menjadi 399 dollar AS, sedangkan model 256 GB naik dari 399 dollar AS menjadi 499 dolar AS.

Tidak diketahui apakah kenaikan harga tersebut dilakukan untuk menutup pengeluaran Meta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber PC Gamer
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Qualcomm Umumkan Platform 5G Fixed Wireless Access Ultra Gen 3, Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan

Qualcomm Umumkan Platform 5G Fixed Wireless Access Ultra Gen 3, Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan

Gadget
Telkomsel-ZTE Uji Coba Teknologi 5G-A dan Layanan Jaringan Berbasis AI

Telkomsel-ZTE Uji Coba Teknologi 5G-A dan Layanan Jaringan Berbasis AI

e-Business
Melihat dari Dekat Mobil Listrik Xiaomi SU7 Max di MWC Barcelona

Melihat dari Dekat Mobil Listrik Xiaomi SU7 Max di MWC Barcelona

Hardware
9 Fitur Baru Android yang Segera Rilis, Salah Satunya Bisa Corat-coret Dokumen

9 Fitur Baru Android yang Segera Rilis, Salah Satunya Bisa Corat-coret Dokumen

Software
RFID Jadi Solusi Penyaluran Pupuk Bersubsidi yang Tepat Sasaran

RFID Jadi Solusi Penyaluran Pupuk Bersubsidi yang Tepat Sasaran

e-Business
Nvidia Rilis RTX 500 dan RTX 1000, Kartu Grafis Bertenaga AI untuk Laptop Tipis

Nvidia Rilis RTX 500 dan RTX 1000, Kartu Grafis Bertenaga AI untuk Laptop Tipis

Hardware
Menjajal Kebolehan Chipset MediaTek Dimensity 9300, Bisa Bikin Video AI Real-time Tanpa Internet

Menjajal Kebolehan Chipset MediaTek Dimensity 9300, Bisa Bikin Video AI Real-time Tanpa Internet

Hardware
Melihat 'Booth' ZTE di MWC Barcelona 2024, Luas dan Ada 4 Zona Teknologi

Melihat "Booth" ZTE di MWC Barcelona 2024, Luas dan Ada 4 Zona Teknologi

e-Business
Tecno Pova 6 Pro Resmi, Smartphone Gaming dengan Baterai 6.000 mAh

Tecno Pova 6 Pro Resmi, Smartphone Gaming dengan Baterai 6.000 mAh

Gadget
Xiaomi Umumkan Daftar Terbaru Perangkat yang Kebagian HyperOS, Ada Redmi Pad SE

Xiaomi Umumkan Daftar Terbaru Perangkat yang Kebagian HyperOS, Ada Redmi Pad SE

Gadget
Topologi Tree: Pengertian, Fungsi, Jenis, Karakteristik, Cara Kerja, dan Kelebihannya

Topologi Tree: Pengertian, Fungsi, Jenis, Karakteristik, Cara Kerja, dan Kelebihannya

Hardware
MediaTek Bikin Mobil Lebih Pintar dan Penuh Hiburan

MediaTek Bikin Mobil Lebih Pintar dan Penuh Hiburan

Hardware
ZTE Pamer Teknologi 5G-A dan Pemanfaatannya di MWC Barcelona 2024

ZTE Pamer Teknologi 5G-A dan Pemanfaatannya di MWC Barcelona 2024

e-Business
MWC 2024: Ookla Umumkan Telkomsel Operator Terbaik di Indonesia

MWC 2024: Ookla Umumkan Telkomsel Operator Terbaik di Indonesia

e-Business
Oppo Pamer Air Glass 3 XR, Kacamata Pintar dengan Dukungan AI

Oppo Pamer Air Glass 3 XR, Kacamata Pintar dengan Dukungan AI

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com