Twitter Tambal Celah Keamanan yang Bikin Data 5,4 Juta Akun Bocor

Kompas.com - 08/08/2022, 09:03 WIB

KOMPAS.com - Twitter membenarkan bahwa ada celah keamanan yang digunakan peretas (hacker) untuk mengumpulkan alamat e-mail dan nomor telepon setidaknya milik 5,4 juta akun. Perusahaan memastikan bahwa celah keamanan tersebut kini telah ditambal. 

Hal ini diumumkan langsung oleh Twitter melalui sebuah unggahan di laman Twitter Privacy Center belum lama ini.

"Setelah meninjau sampel data yang dijual (di forum online), kami mengonfirmasi bahwa hacker telah mengambil keuntungan dari masalah ini sebelum ditangani. Ketika kami mengetahui hal ini, kami segera menyelidiki dan memperbaikinya," kata pihak Twitter.

Meski Twitter mengonfirmasi ada 5,4 juta e-mail dan nomor telepon terekspos, namun, perusahaan memastikan bahwa password milik pengguna tidak bocor dan tetap aman.

Baca juga: E-mail dan Nomor Telepon 5,4 Juta Akun Twitter Diduga Bocor

Twitter juga mengatakan bahwa pengguna tidak dapat melakukan tindakan khusus terkait insiden kebocoran data ini. Data yang dicuri peretas ini dijual di forum online dengan 30.000 dollar AS atau setara Rp 449 juta.

Tangkapan layar hacker menjual nomor telepon dan email milik 5,4 juta akun Twitter.BleepingComputer Tangkapan layar hacker menjual nomor telepon dan email milik 5,4 juta akun Twitter.

"Kami akan langsung memberi tahu pemilik akun yang dapat kami konfirmasi terpengaruh oleh masalah ini," lanjut Twitter, sebagaimana dikutip KompasTekno dari laman resmi Twitter Privacy Center, Senin (8/8/2022).

Kendati begitu, Twitter mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat mengonfirmasi setiap akun yang berpotensi terkena dampak, terutama orang-orang dengan akun pseudonim (samaran).

Untuk merahasiakan identitas, Twitter menyarankan untuk tidak menambahkan nomor telepon atau alamat e-mail publik ke akun Twitter pengguna.

Twitter memastikan tidak ada kata sandi (password) pengguna yang ikut dikumpulkan. Namun, Twitter tetap menyarankan agar pengguna melapisi keamanan akunnya dengan mengaktifkan fitur autentikasi dua faktor (2 factor authentication/2FA).

Baca juga: Masih Saling Serang, Twitter Tanggapi Gugatan Balik Elon Musk

Celah muncul dari pembaruan kode pada Juni 2021

Dalam unggahan yang sama, Twitter menjelaskan bahwa celah keamanan (vulnerability) yang dieksploitasi peretas untuk mengumpulkan alamat e-mail dan nomor telepon setidaknya milik 5,4 juta akun ini, berasal dari pembaruan kode Twitter pada Juni 2021.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.