Elon Musk Tantang CEO Twitter Debat Publik soal Jumlah Akun Spam

Kompas.com - 08/08/2022, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Drama CEO SpaceX, Elon Musk dengan Twitter soal akuisisi masih bergulir hingga saat ini, utamanya soal selisih paham tentang jumlah akun bot atau spam pada platform microblogging tersebut.

Setelah membatalkan akuisisi dan menggugat balik Twitter, Elon Musk kini menantang Twitter untuk debat publik terkait jumlah akun spam di jejaring sosial tersebut. Tantangan ini disampaikan Musk melalui akun Twitter pribadinya ketika menanggapi cuitan dari Data Analys bernama Andrea Stroppa dengan akun berhandle @Andst7.

Dalam cuitannya soal debat publik, Musk juga menandai akun Twitter CEO Twitter - Parag Agrawal berhandle @paraga.

Baca juga: 70 Persen Follower Elon Musk di Twitter Adalah Akun Spam

"Dengan ini saya menantang @paraga untuk debat publik tentang persentase bot Twitter," cuit Musk dikutip KompasTekno dari akun Twitter pribadinya berhandle @elonmusk.

"Biarkan dia membuktikan kepada publik bahwa Twitter memiliki kurang dari 5 persen pengguna harian palsu atau spam!," imbuhnya.

Pria terkaya di dunia itu kemudian memposting sebuah polling untuk menanyakan warganet apakah mereka percaya pada klaim Twitter bahwa akun spam pada platform tersebut kurang dari 5 persen dibanding total jumlah pengguna aktif harian yang dihimpun setiap bulan.

Dua opsi yang dapat dipilih warganet pada polling tersebut hanya "Ya" disertai tiga emoji robot dan "Lmaooo no" atau dapat diartikan sebagai jawaban "tidak" dengan ekspresi tawa.

Pantauan KompasTekno hari ini, Senin (8/8/2022) survei tersebut menujukkan 64,9 persen pengikut Musk memilih jawaban "tidak" dan 35,1 persen lainnya menjawab "Ya". Meski demikian, survei ini tak akan berpengaruh pada proses hukum antara Elon Musk dengan Twitter yang tengah berjalan di pengadilan.

Adu pendapat soal jumlah akun spam

Elon Musk membatalkan akuisisi Twitter pada 8 Juli lalu. Alasan utama Musk membatalkan akuisisi Twitter yaitu karena data jumlah pengguna situs mikroblogging tersebut.

Menurut Twitter, jumlah akun spam atau bot di platformnya tak sampai 5 persen, dari total pengguna. Sementara menurut Elon Musk, persentase akun spam di Twitter mendekati dua kali lipat dari klaim perusahaan, sehingga jika ditotal, jumlahnya sepertiga dari total pengguna Twitter per bulan Juli.

Baca juga: 4 Alasan Elon Musk Batal Beli Twitter Rp 652 Triliun

Halaman:
Sumber The Verge


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.