Kompas.com - 11/08/2022, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Google semakin giat mendesak Apple untuk meninggalkan teknologi SMS/MMS, dan mengadopsi sistem Rich Communications Services (RCS) untuk layanan berkirim pesan di iPhone.

Dorongan tersebut terlihat dari kampanye online yang diunggah Google menggunakan tagar #GettheMessage, Rabu (10/8/2022).

Kampanye online itu diunggah melalui cuitan di Twitter dengan handle @Google. Dalam cuitannya, Google mengeluh bahwa seharusnya pengiriman pesan teks antar-teman, dalam konteks ini iPhone dan Android, tidaklah rumit.

“Angkat tanganmu bila kamu pernah mendebatkan gelembung chat berwarna hijau dengan gelembung chat berwarna biru di obrolan grup. Berkirim pesan dengan teman seharusnya tidak lah rumit. Inilah saatnya bagi Apple untuk (mengadopsi) #GettheMessage,” tulis Google.

Baca juga: WhatsApp Perpanjang Batasan Waktu Hapus Pesan untuk Semua

“Warna gelembung” di atas merujuk pada pesan yang dikirim dari sesama iPhone melalui iMessage dengan ponsel iPhone ke ponsel Android.

Gelembung warna biru menandakan pesan dikirim oleh sesama iPhone, sedangkan gelembung warna hijau menandakan pesan dikirim ke pengguna non-iPhone.

Kekurangan SMS/MMS

Selama ini, pengguna sesama iPhone berkomunikasi melalui iMessage, sedangkan pesan yang dikirim pengguna iPhone ke Android harus diubah dahulu menjadi SMS/MMS, hingga tidak bisa berkirim pesan lewat Wi-Fi.

Baca juga: Aplikasi SMS Milik Google Bikin Ponsel Panas dan Baterai Cepat Habis?

Sehingga seringkali pengguna Apple dan Android yang melakukan komunikasi menghadapi beberapa masalah, seperti pesan teks yang tidak terkirim di obrolan grup, pesan yang dikirim tidak dienkripsi (end-to-end encryptions), gambar ataupun video yang dikirim di-compress (diperkecil) sehingga gambar yang terkirim sangat kecil atau sulit dilihat.

Sistem SMS/MMS yang diadopsi oleh Apple dinilai sudah “ketinggalan zaman” oleh Google. Menurut perusahaan pemilik Android itu, bila nanti Apple mau mengadopsi teknologi RCS, pengguna iPhone tidak akan kehilangan pengalaman mereka.

Mereka dapat tetap berkomunikasi dengan sesama iPhone, dan ekosistem dari Apple sendiri bakal tetap terjaga.

“Apple mengubah pesan teks antara iPhone dan Android menjadi (bentuk) SMS, teknologi yang ditinggalkan ketinggalan zaman dari tahun 1990-2000an. Namun, Apple dapat mengadopsi RCS, (sebagai) standar industri modern,” tulis Andorid dalam blog resminya.

Nah, sistem RCS yang dimaksudkan ini sebenarnya dipakai oleh Google agar komunikasi pengguna Android dengan iPhone bisa dilakukan lebih baik dibanding sebelumnya.

Baca juga: Cara Membuat Secreto, Kirim Pesan Rahasia Secara Anonim di Instagram, WhatsApp, dan TikTok

Oleh karena itu, Google melihat bahwa sistem RCS dapat menjadi solusi bagi pengguna iPhone dan Android. Dikarenakan sistem RCS ini dapat menutup kekurangan yang dimiliki iMessage, seperti dukungan back-end cloud, obrolan grup yang lebih baik, hingga pengiriman data yang lebih baik.

Sebelumnya, akhir Juni lalu, Google pernah menyindir Apple karena masalah serupa. Dalam sindirannya, Google menggunakan lagu bikinan Drake yang berjudul “Text Go Green”.

Meskipun lirik tersebut tidak secara langsung mengarah pada Apple ataupun Google, judul yang digunakan mengarah pada gelembung warna hijau yang muncul di iMessage, jika pengguna iPhone mengirim pesan ke pengguna Android.

Apa itu RCS?

Rich Communication Services atau disingkat RCS adalah standar yang memodernisasi SMS/MMS ke aplikasi atau fitur seperti iMessage milik Apple.

Baca juga: Cara Forward SMS dan iMessage di iPhone dengan Mudah

Dengan menggunakan standar komunikasi ini, pesan yang dikirim ke iMessage akan tampil seperti pesan dari pengguna iMessage lainnya, meski pesan dikirim dalam bentuk SMS/MMS, dikutip dari 9to5Google, Kamis (11/8/2022).

Standar ini juga akan mendukung indikator ketika pengguna mengetik pesan, tanda terima ketika pesan sudah dibaca (read receipts), foto berkualitas tinggi hingga pengiriman pesan menggunakan Wi-Fi, meski perangkat sedang dipakai oleh pengguna yang berbeda.

Ringkasnya, sistem RCS ini sama seperti aplikasi pengiriman pesan di WhatsApp, Signal, ataupun Telegram. Pengguna dapat saling berkirim pesan, walaupun memiliki perangkat yang berbeda.

Berdasarkan laporan Google, sudah ada 500 juta pengguna aktif bulanan yang mendukung standar RCS di seluruh dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber 9to5Google


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Kota di Jawa Timur yang Siaran TV Analognya Akan Dimatikan Mulai 20 Desember

10 Kota di Jawa Timur yang Siaran TV Analognya Akan Dimatikan Mulai 20 Desember

Internet
Penipuan Berkedok Pesan WA Kurir Paket, Saldo Jutaan Rupiah Milik Warga Malang Raib

Penipuan Berkedok Pesan WA Kurir Paket, Saldo Jutaan Rupiah Milik Warga Malang Raib

Software
Microsoft Bakal Tiru WeChat untuk Saingi Google

Microsoft Bakal Tiru WeChat untuk Saingi Google

e-Business
[POPULER TEKNO] Elden Ring Jawara The Game Awards 2022 | Siaran TV Analog di Jawa Timur Segera Dimatikan | Siasat Baru Facebook Saingi Twitter

[POPULER TEKNO] Elden Ring Jawara The Game Awards 2022 | Siaran TV Analog di Jawa Timur Segera Dimatikan | Siasat Baru Facebook Saingi Twitter

Internet
45 Link Download Twibbon Hari HAM 2022 dan Cara Pakainya

45 Link Download Twibbon Hari HAM 2022 dan Cara Pakainya

Internet
Windows 11 Bakal Punya Screen Recorder Bawaan

Windows 11 Bakal Punya Screen Recorder Bawaan

Software
Spesifikasi Lengkap dan Harga iQoo 11 5G Versi Indonesia

Spesifikasi Lengkap dan Harga iQoo 11 5G Versi Indonesia

Gadget
Cara Rekam Video Konser Musik Tanpa Ribet Pakai FlexCam Galaxy Z Flip 4

Cara Rekam Video Konser Musik Tanpa Ribet Pakai FlexCam Galaxy Z Flip 4

Gadget
Optimistis Sambut 2023, Indihome Tawarkan 5 Layanan Add-on untuk Pelanggan Setia

Optimistis Sambut 2023, Indihome Tawarkan 5 Layanan Add-on untuk Pelanggan Setia

Internet
Induk Facebook Mau Bikin Medsos Baru Pesaing Twitter?

Induk Facebook Mau Bikin Medsos Baru Pesaing Twitter?

Software
Jalan Microsoft Beli Penerbit Game Call of Duty Tidak Mulus

Jalan Microsoft Beli Penerbit Game Call of Duty Tidak Mulus

e-Business
Elden Ring Juarai The Game Awards 2022, Ini Daftar Pemenang Lengkapnya

Elden Ring Juarai The Game Awards 2022, Ini Daftar Pemenang Lengkapnya

Software
20 Desember, Siaran TV Analog di 10 Wilayah Jawa Timur Akan Dimatikan

20 Desember, Siaran TV Analog di 10 Wilayah Jawa Timur Akan Dimatikan

Internet
Viral Lensa AI buat Bikin Avatar, Apa Itu dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

Viral Lensa AI buat Bikin Avatar, Apa Itu dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

Software
iQoo Neo 7 SE Meluncur, Smartphone Pertama dengan Dimensity 8200

iQoo Neo 7 SE Meluncur, Smartphone Pertama dengan Dimensity 8200

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.