Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penemu WiFi dan Sejarah Perkembangannya

Kompas.com - 11/08/2022, 19:15 WIB
Soffya Ranti

Penulis

ALOHAnet dan protokol ALOHA masing-masing adalah pelopor awal untuk Ethernet, dan kemudian protokol IEEE 802.11.

Salah satu tokoh yang dianggap sebagai memiliki peran besar pada penemuan WiFi adalah Vic Hayes. Ia sering dianggap sebagai “bapak WiFi”. Dia memulai penelitiannya tersebut pada tahun 1974 ketika dia bergabung dengan NCR Corp.

Pada tahun 1991, NCR Corporation dengan AT&T Corporation menemukan pendahulu 802.11, yang dimaksudkan untuk digunakan dalam sistem kasir. Produk nirkabel pertama ini berada di bawah nama WaveLAN. Merekalah yang dikreditkan dengan menciptakan WiFi.

Versi pertama dari protokol 802.11 dirilis pada tahun 1997, dan menyediakan kecepatan tautan hingga 2 Mbit/dtk. Ini diperbarui pada tahun 1999 dengan 802.11b dan mengizinkan kecepatan tautan 11 Mbit/s, dan ini terbukti populer.

Baca juga: 5 Cara Cek Kecepatan WiFi di HP dan Laptop dengan Mudah

Merek dagang WiFi

Pada tahun 1999, WiFi Alliance dibentuk sebagai asosiasi perdagangan untuk memegang merek dagang WiFi. Nama WiFi, yang digunakan secara komersial setidaknya sejak Agustus 1999, diciptakan oleh perusahaan konsultan merek Interbrand.

WiFi Alliance telah menyewa Interbrand untuk membuat nama yang “sedikit lebih menarik daripada 'IEEE 802.11b Direct Sequence.' ” Phil Belanger, anggota pendiri Wi-Fi Alliance yang memimpin pemilihan nama “WiFi,” telah menyatakan bahwa Interbrand menciptakan Wi-Fi sebagai pelesetan dari kata hi-fi .

Interbrand juga membuat logo WiFi. Logo tersebut didesain sederhana berwarna monokrom, mirip simbol "yin" dan "yang".

Hingga kini perkembangan WiFi cukup pesat. Kebutuhan internet juga semakin masif. Sebagai teknologi yang dibutuhkan banyak orang, WiFi memiliki peran yang sangat bermanfaat untuk meringankan berbagai pekerjaan. Terutama membuat koneksi jaringan internet lebih lancar.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com