Jaringan Starlink Dibobol, Hacker Dapat Hadiah

Kompas.com - 17/08/2022, 11:00 WIB

KOMPAS.com - Starlink, layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk, diretas oleh peneliti keamanan Belgia bernama Lennert Wouters. Ia bahkan mampu meretas Starlink hanya menggunakan modchip seharga 25 dollar AS atau setara Rp 368.000.

Selain meretas jaringan, Wouters juga dapat menjelajah ke seluruh sistem Starlink dengan leluasa.

Namun temuan Wouters ini tidak ditujukan untuk praktik kejahatan, melainkan untuk identifikasi celah keamanan internet Starlink. Sebelum mengumumkan temuannya ke publik, Wouters juga telah melaporkan celah keamanan ini ke pihak Starlink.

Baca juga: Internet Starlink Milik Elon Musk Sudah Beroperasi di Indonesia

Adapun cara Wouters meretas Starlink adalah dengan membongkar pemancar Starlink miliknya. Ia kemudian memodifikasi mesin pemancar dengan mikrokontroler Raspberry Pi, sakelar listrik, memori, dan pengatur voltase.

Wouters kemudian menyolder alat-alat tersebut ke power circuit board (PCB) Starlink dan menghubungkannya dengan jaringan.

Setelah terhubung, alat tersebut bisa memangkas sistem untuk sementara sehingga memberikan Wouters akses ke sistem Starlink. Dengan demikian, Wouters bisa menjelajah jaringan Starlink secara leluasa.

Dapat hadiah dari SpaceX

Wouters melaporkan temuannya ke SpaceX, melalui program penemuan bug berhadiah (bug bounty program). Perusahaan penyedia layanan antariksa itu kemudian memberikan hadiah kepada Wouters, meskipun jumlahnya belum terungkap.

Baca juga: Laporkan Bug di Gojek Bisa Dapat Hadiah hingga Rp 74 Juta

Yang jelas, Lennert Wouters kini bertengger di posisi kedua dalam daftar peneliti yang berjasa melaporkan masalah keamanan penting ke SpaceX.

Usai menerima laporan celah keamanan Starlink, SpaceX menerbitkan dokumen enam halaman yang mengapresiasi temuan Wouters. Perusahaan juga mengundang orang lain untuk meniru Wouters dengan mengatakan "Starlink menyambut peneliti keamanan (yang mengungkap bug)".

Selain itu, SpaceX pun mematikan bahwa bug yang ditemukan Wouters tidak berdampak signifikan pada keamanan jaringan maupun pengguna Starlink. Sebab, peralatan yang dimodifikasi, diklaim tidak memengaruhi semua jaringan Starlink.

Meski demikian, SpaceX mengakui pihaknya kesulitan melindungi alat Starlink sepenuhnya dari peretas. Untuk itu, program pencarian bug Starlink akan terus dibuka oleh SpaceX, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Slash Gear, Rabu (17/8/2022).

Program berburu bug sendiri cukup banyak digelar oleh berbagai perusahaan teknologi guna melacak bug serta celah keamanan yang mungkin luput dari perhatian perusahaan.

Apple misalnya, belum lama ini memberikan hadiah 100.000 dollar AS atau setara Rp 1,47 miliar kepada mahasiswa doktoral yang berhasil meretas Mac.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Starlink


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.