Kompas.com - 29/08/2022, 06:45 WIB

Salah satu yang menolak adalah Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono.

Menurut Igun, kebijakan ini hanya fokus di wilayah Jabodetabek saja. Selain itu, aturan kenaikan tarif ojol ini belum disosialisasikan secara langsung kepada asosiasi ojek online.

Terlebih, kenaikan tarif ojol ini nantinya bakal turut membebani pengemudi (driver), lantaran harga bahan bakar minyak (BBM) yang direncanakan juga bakal naik.

"Sekarang kenaikan tarif ojek online itu hanya 15 persen, sedangkan jika benar nanti kenaikan BBM subsidi yang rencananya kami dapat info sampai Rp 10.000, itu berarti kenaikan lebih dari 20 persen," tutur Igun kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

"Jadi tidak sebanding kenaikan tarif ojol dengan kenaikan BBM ini memberatkan," sambung dia.

Mempengaruhi pendapatan driver dan UMKM

Sementara Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan kenaikan tarif ojol yang lebih dari 30 persen ini akan membuat tarif ojol mendekati tarif taksi.

Kondisi seperti ini bakal turut menurunkan minat masyarakat menggunakan ojol, yang tentunya akan berdampak terhadap pendapatan driver.

“Perlu jadi perhatian bahwa masyarakat bawah itu sangat sensitif dengan kenaikan harga. Apalagi daya beli masyarakat sudah tergerus akibat pandemi, banyak PHK, penurunan gaji, kenaikan harga-harga bahan pangan, harga barang, dan sebagainya,” jelas Piter kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kemenhub Naikkan Tarif Ojek Online, Ini Besarannya

Piter juga menjelaskan bahwa kebijakan kenaikan tarif ojol ini bakal berdampak pada UMKM, salah satunya adalah penjual makanan.

Sebab, kebijakan Kemenhub ini bakal memicu berbagai produsen untuk menerapkan kenaikan harga bahan baku kepada konsumen.

“Jadi, akibat dari kebijakan kenaikan tarif ini, efek bola saljunya sangat besar, dan bisa memicu inflasi menjadi liar,” kata Piter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.