Apa itu Cyberbullying, Dampak dan Cara Mengatasi

Kompas.com - 29/08/2022, 11:45 WIB

KOMPAS.com - Berbagai kasus cyberbullying kerap terjadi di media sosial dan seringkali juga menjadi topik pembahasan yang cukup sering dibicarakan di dunia maya. Tidak sedikit pula yang menjadi korban dari kasus ini.

Berdasarkan data dari lembaga donasi anti-bullying, Ditch The Label, tercatat sebanyak 42 persen dari total 10.020 remaja asal Inggris berusia 12-20 tahun mengaku pernah menjadi korban cyberbullying di media sosial.

Hal ini bisa jadi salah satu indikator bahwa media sosial menjadi platform yang paling banyak digunakan untuk melakukan perundungan daring (online).

Kendati begitu, tidak semua orang mengetahui dan memahami definisi dari cyberbulling di media sosial. Lantas, apa definisi dari cyberbullying?

Baca juga: Instagram, Media Sosial Pemicu Cyberbullying Tertinggi

Menurut Badan PBB untuk Anak-anak (UNICEF), cyberbullying dapat diartikan sebagai sebuah praktik intimidasi atau perundungan menggunakan teknologi digital, misalnya:

  • media sosial
  • aplikasi pengiriman pesan
  • aplikasi game
  • smartphone

Umumnya, praktik tersebut memiliki pola dan dilakukan secara berulang. Dikarenakan sang pelaku ingin mencoba untuk menakut-nakuti, membuat marah, memperlakukan seseorang yang menjadi targetnya.

Bentuk-bentuk perundungan daring ini bisa dilakukan seperti menyebarkan kebohongan tentang seseorang melalui unggahan sebuah foto/video yang memalukan di media sosial.

Contoh lainnya, bisa dalam bentuk pesan teks, audio, atau video yang berisikan pesan yang menyakitkan, menggunakan kata-kata kasar dan mengancam melalui aplikasi pengiriman pesan.

Ringkasnya, konsep dari cyberbullying memiliki kesamaan dengan kasus perundungan (bullying) di dunia nyata. Hanya saja cyberbullying meninggalkan jejak digital yang bisa dijadikan sebagai bukti untuk menghentikan kasus perundungan online.

IlustrasiThinkstockphotos.com Ilustrasi
Dampak cyberbullying

Meski perundungan tidak dilakukan secara tatap muka, akibat dari kejahatan ini sangat berdampak pada kondisi fisik dan psikologis korban.

Halaman:
Sumber Unicef


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.