Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Google Kembalikan Ikon Duo agar Mudah Bedakan dengan Meet

Kompas.com - 29/08/2022, 18:45 WIB

KOMPAS.com - Beberapa bulan terakhir, Google melebur platform Google Duo dan Google Meet. Hanya saja, peleburan ini justru membuat bingung pengguna.

Betapa tidak. Google tetap mempertahankan dua aplikasi itu dengan nama yang mirip. Google Meet versi lama, tetap ada dengan nama baru yakni "Meet Original". Sementara Google Duo berubah nama menjadi "Meet".

Perubahan ini sudah mulai digulirkan bulan ini lewat update versi 172, termasuk dengan logo aplikasi baru.

Nah, agar pengguna tidak bingung dengan perubahan ini, Google akhirnya mengembalikan ikon dan nama Google Duo lewat pembaruan versi 173.

Baca juga: Google Mulai Gulirkan Google Duo Versi Baru Setelah Dilebur dengan Meet

Akan tetapi, ikon tersebut bukan untuk menunjang akses ke Google Duo orisinal, melainkan pengguna akan diarahkan pada aplikasi Meet, versi baru Google Duo yang sudah memadukan layanan Duo dan Google Meet.

Pintasan Google Duo sendiri ditujukan untuk membantu pengguna yang masih terbiasa memakai Google Duo agar ke depannya bisa beralih ke Meet. Opsi ini turut menambah bagaimana cara mengakses aplikasi Meet melalui ikon Google Duo, maupun lewat aplikasi Meet langsung.

Menurut keterangan Google kepada 9to5Google, mereka sengaja melakukan upaya ini agar pengguna bisa menjalankan Meet dengan mencari "Duo", seperti cara sebelumnya.

Baca juga: Google Mulai Gabungkan Aplikasi Video Call Duo dan Meet

Penggabungan sepenuhnya mulai akhir 2022

Peleburan Duo dan Google Meet sendiri dijadwalkan berlaku pada akhir tahun 2022. Meski demikian, Google sudah melakukan beberapa perubahan secara bertahap. Misalnya ketika pengguna mengakses Google Duo saat ini, aplikasi itu akan tampil sebagai Google Meet.

Dalam praktiknya, kedua aplikasi ini perlahan sudah digabungkan dengan dilengkapi beragam fitur.

Fitur pertama, memudahkan pengguna untuk langsung membuat panggilan atau pertemuan secara instan. Sedangkan fitur kedua, memungkinkan pengguna untuk membuat jadwal pertemuan tertentu. Nantinya, jadwal tersebut akan langsung terintegrasi dengan aplikasi Google Calendar.

Sebaliknya, jika pengguna membuat jadwal pertemuan melalui Meet versi desktop, jadwal tersebut akan muncul di kolom “Meetings” Google Duo dan sekaligus tercantum di Google Calendar.

Baca juga: Fitur Baru Google Meet Bisa Pantau Peserta Meeting yang Datang Terlambat

Adapun pengguna yang sebelumnya pernah memblokir beberapa akun di Duo, tidak akan ditransfer ke Meet. Sehingga pemblokiran akan "diputihkan" dan akun yang diblokir dapat bergabung di Google Meet.

Secara teknis, penggabungan Google Duo dengan Meet versi mobile dilimpahkan pada aplikasi Duo. Sebab, Duo dinilai lebih canggih ketimbang Meet. Alasan lainnya kemungkinan adalah basis pengguna Duo yang lebih banyak daripada Google Meet.

"Aplikasi mobile Duo memiliki banyak kecanggihan, terutama di pasar negara berkembang dengan konektivitas jaringan yang bervariasi," kata Dave Citron, Direktur Produk Video Google, dikutip KompasTekno dari The Verge.

Adapun untuk web, Google tetap mempertahankan Meet sebagai platform yang utama.

"Namun di web, berbeda. Meet adalah platform web yang jauh lebih berkembang, sehingga membentuk dasar dari sistem gabungan yang baru. Dalam kadua kasus ini, intinya adalah fungsionalitasnya," ujarnya.

Baca juga: Google Meet dan Duo Dilebur, Seperti Apa Jadinya?

Jadi, dengan perubahan ini, Google sebenarnya tidak benar-benar menghapus Duo, melainkan menyatukan kedua aplikasi dengan fitur yang sama dan lebih lengkap dan dengan nama tunggal, yakni Meet.

Nantinya, setelah ada perubahan nama, pengguna lama Meet versi mobile akan diarahkan untuk menginstal aplikasi Meet versi baru. Sementara itu, pengguna Meet yang mengakses via Gmail, tidak akan terdampak perubahan ini, dihimpun dari GSM Arena Senin (29/8/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber 9to5Google
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.