BSSN Gandeng Polri Tangani Dugaan Insiden Kebocoran Data di Indonesia

Kompas.com - 10/09/2022, 19:06 WIB

KOMPAS.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) angkat bicara soal sejumlah dugaan kasus kebocoran data yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Melalui pernyataan resminya, BSSN mengatakan pihaknya telah menelusuri beberapa insiden dugaan kebocoran data serta memvalidasi data yang dipublikasikan hacker di forum online.

Selain itu, BSSN juga menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan setiap penyelenggara sistem elektronik (PSE) yang terkait dengan dugaan kebocoran data. Koordinasi juga sudah dilakukan BSSN dengan Kementerian Sekretariat Negara, terkait dengan insiden dugaan kebocoran data terbaru.

Selanjutnya, BSSN bersama PSE terkait sedang menempuh upaya mitigasi guna memperkuat sistem keamanan siber perusahaan atau lembaga terkait.

Baca juga: Hasil Investigasi Kebocoran Data Kartu SIM, Tidak Ada Akses Ilegal di Server Operator

"BSSN bersama dengan PSE terkait telah dan sedang melakukan upaya-upaya mitigasi cepat untuk memperkuat sistem keamanan siber guna mencegah risiko yang lebih besar pada beberapa PSE tersebut," kata Juru Bicara BSSN, Ariandi Putra, dikutip KompasTekno dari keterangan resmi, Sabtu (10/9/2022).

Lebih lanjut BSSN juga berkoordinasi dengan penegak hukum seperti Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

"BSSN juga telah melakukan koordinasi dengan penegak hukum, antara lain dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk mengambil langkah-langkah penegakan hukum," jelas Ariandi.

Keamanan siber sendiri menurut BSSN merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, lembaga tersebut memberikan dukungan teknis dan meminta PSE untuk memastikan keamanan sistem perusahaan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

Baca juga: Apa Itu Breached Forums yang Terlibat 4 Kasus Kebocoran Data di Indonesia Sebulan Terakhir?

Rentetan kasus kebocoran data

Seperti diberitakan sebelumnya, akhir-akhir ini insiden dugaan kebocoran data terjadi berkali-kali. Misalnya, dugaan kebocoran data riwayat pencarian yang diduga milik pelanggan Indihome.

Sebelumnya, ada juga insiden kebocoran data yang diduga milik pelanggan PLN. Ada pula kasus miliaran data registrasi kartu SIM yang diduga bocor dan dijual hacker, lalu 105 juta data kependudukan warga Indonesia yang diklaim diambil dari database KPU.

Terbaru, adalah dugaan kebocoran surat rahasia Badan Intelijen Negara (BIN) untuk Presiden Joko Widodo yang dirilis "Bjorka", seorang member di platform jual-beli data Breached Forums.

Baca juga: Orang Indonesia Hanya Bisa Pasrah kalau Ada Kebocoran Data

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.