YouTube Pasang 5 Iklan di Awal Video dan Tidak Bisa Di-skip?

Kompas.com - 15/09/2022, 11:03 WIB
Penulis Lely Maulida
|

Belum jelas apakah format 5 iklan ini akan ditetapkan sebagai kebijakan perusahaan sepenuhnya atau hanya bagian dari rangkaian uji coba saja.

Baca juga: Menurut Survei, Remaja Lebih Suka Nonton YouTube Dibanding TikTok

Pendapatan iklan YouTube

Format iklan bumper bisa saja menjadi upaya perusahaan untuk memulihkan bisnisnya. Pasalnya, laporan pendapatan Youtube pada kuartal II-2022 mencatatkan pertumbuhan terendah dalam dua tahuan terakhir.

Menurut laporan Alphabet -induk Google serta Youtube- pendapatan iklan YouTube hanya tumbuh 4,8 persen pada kuartal II-2022 dibanding periode yang sama tahun 2021 (year-on-year/yoy), menjadi senilai 7,34 miliar dollar AS (sekitar Rp 111,1 triliun).

Angka tersebut meleset dari perkiraan analis yang menaksir pendapatan iklan Youtube untuk kuartal II-2022 akan naik 7 persen menjadi 7,49 miliar dollar AS (Rp 112 triliun).

Pertumbuhan pendapatan iklan YouTube memang rendah jika dibandingkan kuartal II-2021. Saat itu, pendapatan YouTube naik 84 persen menjadi 7 miliar dollar AS (Rp 104,7 triliun) karena pandemi.

CFO Alphabet, Ruth Porat, dalam laporan pendapatan perusahaan juga mengaitkan lambatnya pendapatan iklan YouTube dengan perbandingan pertumbuhan yang signifikan selama pandemi, khususnya pada kuartal II-2021.

Baca juga: Penipuan Royalti Terbesar di YouTube Rugikan Rp 338 Miliar

Menurutnya, cukup wajar ketika pertumbuhan naik signifikan kemudian turun sebagaimana roda kehidupan. "Waktu akan membawa kita melewati putaran. Jadi, itu perhitungan yang jelas," kata Porat kepada analis.

Selain siklus tersebut, Porat juga menyebut efisiensi klien yang beriklan di YouTube menjadi penyebab lainnya di tengah ketidakpastian ekonomi makro saat ini.

Perlu dicatat bahwa pendapatan iklan YouTube yang disinggung di atas tidak termasuk pendapatan perusahaan dari langganan Youtube Premium dan Youtube TV.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber GizChina


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.