Kompas.com - 27/09/2022, 10:02 WIB

KOMPAS.com - Pencarian sosok pendiri token Terra (LUNA) yang harganya anjlok sejak Mei lalu, Do Kwon masih terus berlanjut. Kini, organisasi kepolisian internasional atau Interpol telah menerbitkan "Red Notice" atas nama Do Kwon.

Red Notice adalah permintaan kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk membantu mencari dan menangkap seseorang untuk sementara waktu hingga dilakukan ekstradisi ke negara yang mengirimkan permintaan.

Dalam kasus ini, Red Notice diterbitkan untuk Do Kwon atas permintaan Korea Selatan. Dengan begitu, Do Kwon kini menjadi buronan internasional, tak hanya buronan di negara asalnya saja Korea Selatan.

Baca juga: Pendiri Terra Luna Jadi Buronan

Jaksa Korea Selatan telah meminta Interpol mengeluarkan red notice untuk Do Kwon, pendiri mata uang kripto Terra yang gagal karena menolak bekerja sama.OURCRYPTOTALK via TWITTER Jaksa Korea Selatan telah meminta Interpol mengeluarkan red notice untuk Do Kwon, pendiri mata uang kripto Terra yang gagal karena menolak bekerja sama.

Sebelum Red Notice untuk Do Kwon terbit, pihak berwenang Korea Selatan lebih dulu mengeluarkan surat perintah penangkapan Do Kwon serta lima orang lainnya.

Do Kwon bersama Daniel Shin adalah mendirikan Terra networks melalui perusahaan pengembang blockchain berbasis di Korea Selatan yang bernama Terraform Labs.

Terra network ini melahirkan dua aset kripto utama, yaitu Terra USD (disebut juga "UST") sebagai stablecoin dan Terra (LUNA) sebagai token.

Do Kwon: Saya tidak dalam pelarian

Pertengahan September, pengadilan Korea Selatan mengeluarkan surat perintah penangkapan pada lima orang lainnya yang didakwa melanggar Undang-Undang Pasar Modal.

Pihak Kejaksaan Korea Selatan meyakini bahwa Do Kwon dkk yang tengah buron itu berada di Singapura pada 14 September 2022.

Karena tak bisa ditemukan, Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul meminta Interpol untuk mengeluarkan Red Notice, dengan mengatakan bahwa Kwon "jelas dalam pelarian dan tidak memiliki niat untuk menghadap kami untuk diinterogasi", sebagaimana dilaporkan Financial Times.

Pada 17 September, Do Kwon menegaskan bahwa dirinya tidak sedang dalam pelarian. Hal itu diungkapkannya melalui sebuah utas di akun Twitter pribadinya dengan handle @stablekwon.

Baca juga: Pelaku Penipuan Kripto Terancam Hukuman 40.000 Tahun Penjara

Halaman:
Sumber The Verge


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.