Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Facebook Disebut Akan PHK 12.000 Karyawan

Kompas.com - 07/10/2022, 08:00 WIB
Caroline Saskia,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Media sosial Facebook dilaporkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap puluhan ribu karyawan. Beberapa karyawan menginformasikan hal ini kepada outlet media Business Insider.

Kabarnya, pemangkasan dilakukan mulai minggu depan dan akan berdampak pada 15 persen atau sekitar 12.000 karyawan.

Salah satu karyawan mengatakan bahwa tim manajer diminta untuk memilih setidaknya 15 persen dari timnya yang dianggap "needs support/membutuhkan dukungan".

Maksud dari kategori "membutuhkan dukungan" adalah pekerja/karyawan yang dinilai gagal memenuhi tujuan atau target perusahaan. Karyawan yang “dinilai gagal” tersebut nantinya diberi surat persyaratan “Rencana Peningkatan Kerja” (Perfomance Improvement Plan/PIP).

Baca juga: Facebook, Instagram, dan WhatsApp Setop Perekrutan Karyawan Baru, Anggaran Juga Dihemat

Surat pernyataan tersebut dapat diartikan sebagai sinyal bahwa mereka akan kehilangan pekerjaan di Facebook.

Karyawan Facebook yang masuk kategori "needs support" tadi kabarnya telah diinformasikan bahwa mereka diimbau untuk mencari pekerjaan di tempat lain.

"Mungkin akan terlihat seperti mereka pindah kerja, tapi sebenarnya mereka dipaksa resign," kata seorang narasumber yang tidak disebutkan namanya kepada Insider, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari New York Post, Jumat (7/10/2022).

Mendengar kabar PHK tersebut, sejumlah karyawan perusahaan pun mulai aktif menggunakan aplikasi mencari kerja bernama Blind. Sebab, para karyawan tidak mengetahui apakah mereka masuk kategori 15 persen karyawan yang di-PHK atau tidak.

Maher Saba selaku Chief Engineer Facebook sudah pernah menyebutkan bahwa perusahaan bakal memangkas karyawan yang masuk kategori “membutuhkan dukungan” pada Juli lalu. Hanya saja, persentase atau jumlah pasti dari pemutusan kerja tersebut tidak diperinci.

Baca juga: Facebook dkk Batasi Perekrutan Karyawan Baru

Selain Facebook, media sosial besutan Meta lainnya, seperti Instagram dan WhatsApp, juga melakukan penyesuaian bisnis. Meta mengatakan akan menghentikan perekrutan karyawan baru mulai September 2022.

Zuckerberg atau yang akrab disapa Zuck sempat menyalahkan masalah ekonomi yang membuat perusahaannya terpaksa harus melakukan restrukturisasi. Oleh karena itu, selain memangkas jumlah karyawan, Zuck juga memangkas biaya anggaran perusahaan.

"Selama 18 tahun pertama keberadaan perusahaan, pada dasarnya kami tumbuh dengan cepat setiap tahun. Namun, baru-baru ini pendapatan kami datar hingga sedikit turun untuk pertama kali," kata Zuck kepada staf saat sesi tanya jawab pada awal September lalu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Saingi AMD, Nvidia dan MediaTek Dikabarkan Bikin Chip Konsol Game

Saingi AMD, Nvidia dan MediaTek Dikabarkan Bikin Chip Konsol Game

Hardware
Cara Menjadwalkan Ulang dan Membatalkan Rapat di Google Meet

Cara Menjadwalkan Ulang dan Membatalkan Rapat di Google Meet

Software
Apa Itu Ambient Mode di YouTube dan Cara Mengaktifkannya?

Apa Itu Ambient Mode di YouTube dan Cara Mengaktifkannya?

Software
Komparasi: Samsung Galaxy S24 Vs Samsung Galaxy S24 Plus

Komparasi: Samsung Galaxy S24 Vs Samsung Galaxy S24 Plus

Gadget
Telkomsat Gandeng Starlink untuk Hadirkan Layanan Enterprise di Indonesia

Telkomsat Gandeng Starlink untuk Hadirkan Layanan Enterprise di Indonesia

e-Business
Cara Membagi Layar Laptop Menjadi 2 di Macbook dengan Mudah dan Praktis

Cara Membagi Layar Laptop Menjadi 2 di Macbook dengan Mudah dan Praktis

Software
Foto WhatsApp Tidak Ada di Galeri, Begini Cara Mengatasinya

Foto WhatsApp Tidak Ada di Galeri, Begini Cara Mengatasinya

Internet
Cara Melihat Status WhatsApp Tanpa Diketahui dengan Mudah dan Praktis

Cara Melihat Status WhatsApp Tanpa Diketahui dengan Mudah dan Praktis

e-Business
Samsung Sindir Iklan Apple iPad Pro: Kreativitas Tak Bisa Dihancurin

Samsung Sindir Iklan Apple iPad Pro: Kreativitas Tak Bisa Dihancurin

e-Business
Microsoft Bikin Controller Xbox Khusus Penyandang Disabilitas, Bisa Dicopot dan Disusun Sesuai Kebutuhan

Microsoft Bikin Controller Xbox Khusus Penyandang Disabilitas, Bisa Dicopot dan Disusun Sesuai Kebutuhan

Game
Elon Musk Tiba di Bali untuk Resmikan Starlink di Indonesia

Elon Musk Tiba di Bali untuk Resmikan Starlink di Indonesia

e-Business
Cara Membuat Tulisan Bergaris Bawah di WhatsApp dengan Mudah dan Praktis

Cara Membuat Tulisan Bergaris Bawah di WhatsApp dengan Mudah dan Praktis

Software
Rutinitas CEO Nvidia Jensen Huang, Kerja 14 Jam Sehari dan Sering Makan di Kantin Bareng Karyawan

Rutinitas CEO Nvidia Jensen Huang, Kerja 14 Jam Sehari dan Sering Makan di Kantin Bareng Karyawan

e-Business
Penjualan Sony PlayStation 5 Turun, Tapi Lebih Laris dari Xbox S/X

Penjualan Sony PlayStation 5 Turun, Tapi Lebih Laris dari Xbox S/X

Game
Google Umumkan Fitur Keamanan Baru di Android 15

Google Umumkan Fitur Keamanan Baru di Android 15

Software
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com