Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manuver Baru AS soal Ekspor Chip, Jegal Kemajuan Militer China

Kompas.com - Diperbarui 17/10/2022, 08:29 WIB

KOMPAS.com - Perang dagang antara dua negara adidaya (super power) dunia, Amerika Serikat dan China semakin memanas.

Yang paling baru, Amerika Serikat resmi membatasi ekspor semikonduktor dari perusahaan AS ke perusahaan China mulai Jumat (14/10/2022). Kebijakan ini diambil sebagai upaya AS mencegah teknologi bikinannya digunakan untuk memajukan kekuatan militer China.

Menurut pemerintah AS, komponen semikonduktor yang diekspor dari perusahaan AS ke China, bisa dirakit di sana dan dipakai untuk kepentingan militer China. Makanya, pemerintah AS membatasi urusan ekspor semikonduktor dari perusahaan-perusahaan AS ke China agar teknologinya tidak dipakai oleh militer China.

Baca juga: Angin Segar untuk Bisnis Semikonduktor Dunia

Bila kilas balik ke belakang, dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah AS memang rajin memasukkan nama-nama perusahaan China yang dinilai memiliki hubungan dengan China ke dalam daftar hitam investasi dan "Entity List".

Dengan begitu, banyak perusahaan China yang dilarang mendapatkan pendanaan dan pasokan komponen seperti chip dari perusahaan AS.

Beberapa nama perusahaan besar yang masuk dalam daftar hitam Entity List AS adalah produsen drone DJI, vendor ponsel Huawei dan ZTE, hingga produsen chip terbesar China Semiconductor Manufaturing International Corporation (SMIC).

Sebagai contoh, semenjak masuk daftar Entity List, Huawei kehilangan akses ke sejumlah mitra teknologi penting asal AS seperti Google dan Qualcomm.

Kini, Huawei tidak bisa lagi menggunakan sistem operasi Android beserta layanan dan aplikasi Google (Google Mobile Services/GMS). Huawei juga tidak bisa menggunakan modem 5G dari Qualcomm.

Baca juga: Joe Biden Bikin Huawei dan ZTE Makin Merana

Lantas, apa yang membedakan pembatasan ekspor semikonduktor kali ini dengan sebelum-sebelumnya?

Dampak pembatasan ekspor chip yang lebih luas

ilustrasi chipCNET ilustrasi chip
Perbedaannya terletak di subset teknologi yang dibatasi untuk diekspor serta cakupan pembatasannya.

Kebijakan pembatasan ekspor kali ini memiliki cakupan lebih luas. Sebab, Sebelumnya, pembatasan ekspor hanya menarget perusahaan tertentu, perusahaan individu, dan subset teknologi yang lebih sempit.

Dengan pembatasan ekspor semikonduktor ini, perusahaan AS, termasuk para produsen chip harus mendapatkan lisensi atau izin dari Departemen Perdagangan AS untuk mengekspor chip yang digunakan dalam komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan superkomputer canggih ke semua perusahaan China.

Sebab AI dan superkomputer menjadi teknologi penting untuk sistem senjata modern.

Niatnya, pemerintah AS ingin mencegah China untuk membangun militernya, mengembangkan persenjataan baru yang canggih, dan lebih jauh lagi meningkatkan jaringan pengawasannya yang disebut sudah menjadi salah satu yang paling canggih di dunia.

"Kami percaya kemampuan komputasi canggih tertentu yang mengandalkan chip, perangkat lunak, peralatan, dan teknologi AS memicu modernisasi militer (China), termasuk pengembangan senjata pemusnah massal," kata seorang pejabat senior pemerintah AS.

Baca juga: Intel Bicara soal Investasi di Indonesia dan Strategi Hadapi Kelangkaan Chip

Pembatasan ekspor ke China kali ini juga mencakup pembatasan pada mesin pembuat chip yang mampu membuat beberapa chip pengolah angka paling canggih serta chip memori komputer dan penyimpanan data.

Kebijakan baru ini juga akan memungkinkan AS untuk memblokir chip buatan luar negeri yang diproduksi dengan teknologi AS, untuk digunakan perusahaan China.

Menurut Pemerintah AS, mengekspor semikonduktor dan mesin pembuat chip ke China sama dengan mengizinkan China dan militernya mengakses chip dan peralatan pembuat chip paling canggih. Hal ini dinilai menimbulkan risiko keamanan nasional yang besar bagi AS.

Chip canggih saat ini semakin menjadi pilar kekuatan geopolitik. Hal ini mengingat chip merupakan salah satu komponen terpenting yang mengotaki berbagai perangkat termasuk sistem militer dan kemampuan pemrosesan data yang mendorong ekonomi modern, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Wall Street Journal, Sabtu (15/10/2022).

Pembatasan ekspor chip bikin pasar semikonduktor lesu

Asosiasi Industri Semikonduktor mengatakan sedang menilai dampak dari aturan baru tersebut.

Namun, diwartakan sebelumnya, pembatasan ekspor chip dari AS ke perusahaan China ini disebut menjadi salah satu faktor utama yang bakal membuat pasar semikonduktor melesu sepanjang 2023 mendatang.

Baca juga: Bisnis Chip Lesu, AMD dan Samsung Beri Peringatan

Saat ini, pasokan chip dunia sudah berangsur normal pasca-krisis kelangkaan chip global akibat pandemi Covid-19. Tak hanya kembali normal, firma riset IDC memperkirakaan stok chipset akan oversuply pada 2023. Hal itu terjadi karena penambahan kapasitas besar-besaran di akhir tahun 2022.

Di tengah stok chip yang melimpah, pembatasan ekspor ini justru membuat produsen chip asal AS tak bisa menjual chip bikinannya ke perusahaan China, tanpa izin dari pemerintah AS. Padahal China disebut-sebut menjadi pasar semikonduktor terbesar di dunia.

Akibat kontrol ekspor terhadap perusahaan China tersebut, permintaan chip diprediksi bakal menurun sehingga membuat pasar chip lesu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.