Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kominfo: Pengembang Game Lokal Masih Terpusat di Pulau Jawa

Kompas.com - 15/10/2022, 20:00 WIB

KOMPAS.com - Direktur Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), I Nyoman Adhiarna menyebut mayoritas pengembang game (game developer) lokal saat ini masih terpusat di Pulau Jawa.

Adhiarna menjelaskan sebanyak 55,4 persen pengembang game lokal berasal dari Pulau Jawa. Angka tersebut belum termasuk game developer asal Jakarta yang memiliki persentase sendiri sebesar 20,5 persen. Sehingga, jika ditotal pengembang game asal Pulau Jawa bisa menyentuh angka lebih dari 70 persen.

Sementara itu, persentase pengembang game lokal dari luar Pulau Jawa sangat kecil. Menurut Adhiarna, hanya ada sekitar 9,6 persen pengembang game asal Sumatra yang diikuti oleh Bali dan Nusa Tenggara (8,4 persen), Kalimantan (2,4 persen), Sulawesi (2,4 persen), dan lainnya (1,2 persen).

Baca juga: IGDX 2022 Resmi Dibuka di Bali, Ajang Kumpul Pengembang Game Lokal dan Global

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Adhiarna mengatakan program pembangunan infrastruktur digital perlu dilakukan di kawasan lain, terutama di luar pulau Jawa.

"Tujuannya adalah supaya yang bisa memanfaatkan infrastruktur digital bukan hanya di kota besar atau di pulau Jawa saja, tapi bisa juga merata di Indonesia bagian tengah dan timur, termasuk yang tertinggal," tutur Adhiarna di sela-sela acara IGDX Conference yang diadakan di Hotel The Stones, Legian, Bali, Sabtu (16/10/2022).

Logo IGDX 2022 yang berlangsung secara luring di Bali, 14-16 Oktober 2022.Kompas.com/Kevin Rizky Pratama Logo IGDX 2022 yang berlangsung secara luring di Bali, 14-16 Oktober 2022.

Menurut Adhiarna, pembangunan infrastruktur digital tidak hanya berdampak pada industri game saja, melainkan turut bisa dimanfaatkan masyarakat secara umum untuk meningkatkan produktivitas.

Adhiarna menyebutkan bahwa pada tahun 2021 sudah ada lebih dari 200 juta masyarakat Indonesia yang terhubung ke internet. Hal itu selaras dengan laporan Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) awal tahun lalu, di mana jumlah pengguna internet di Indonesia sudah tembus 210 juta jiwa.

Tingginya adopsi internet turut mendorong semakin banyaknya pengembang game lokal setiap tahunnya.

Baca juga: 36 Developer Game Indonesia Dilatih Mentor Asing dan Lokal di IGDX 2022

Berdasarkan data Peta Ekosistem Industri Game Indonesia 2021, total ada sekitar 70 perusahaan game Indonesia yang sudah didirikan di tahun 2021. Angka ini mengalami peningkatan sebanyak hingga 10 perusahaan setiap tahunnya, di mulai dari tahun 2013 hingga 2021.

Menurut Adhiarna, kenaikan ini dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan pasar game di dalam dan luar negeri sehingga mampu mendorong lahirnya pengembang game asal Indonesia.

"Kami berharap ke depan makin banyak game developer lokal yang lahir di luar pulau Jawa dan kota-kota besar di luar kota pulau Jawa," pungkas Adhiarna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar 7 Situs Web untuk Download Template PPT Gratis

Daftar 7 Situs Web untuk Download Template PPT Gratis

Software
[POPULER TEKNO] TikTok Hapus Video Nenek Mandi Lumpur | Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK | SAP PHK 3.000 Karyawan

[POPULER TEKNO] TikTok Hapus Video Nenek Mandi Lumpur | Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK | SAP PHK 3.000 Karyawan

Internet
5 Dampak Positif Perkembangan IPTEK bagi Kehidupan Manusia

5 Dampak Positif Perkembangan IPTEK bagi Kehidupan Manusia

Internet
Review Asus Vivobook 13 Slate OLED, Cocok untuk Kerja dan Hiburan

Review Asus Vivobook 13 Slate OLED, Cocok untuk Kerja dan Hiburan

Gadget
Apple Mulai Jual iPhone 13 'Refurbished', Harga Lebih Hemat

Apple Mulai Jual iPhone 13 "Refurbished", Harga Lebih Hemat

Gadget
Cara Cek Status Validasi NIK Jadi NPWP via ereg.pajak.go.id buat Lapor SPT Tahunan

Cara Cek Status Validasi NIK Jadi NPWP via ereg.pajak.go.id buat Lapor SPT Tahunan

e-Business
Pengguna TikTok Kini Bisa Kirim 'DM' ke Siapa Saja, Tak Harus Saling 'Follow'

Pengguna TikTok Kini Bisa Kirim "DM" ke Siapa Saja, Tak Harus Saling "Follow"

Software
Akankah Pengolah Grafis Samsung Galaxy S23 Ultra Ungguli Chip Apple A16 Bionic?

Akankah Pengolah Grafis Samsung Galaxy S23 Ultra Ungguli Chip Apple A16 Bionic?

Hardware
TikTok Resmi Hapus Video Nenek Mandi Lumpur atas Permintaan Kominfo

TikTok Resmi Hapus Video Nenek Mandi Lumpur atas Permintaan Kominfo

Internet
Samsung Galaxy S23 Ponsel Pertama Pakai Layar Gorilla Victus 2

Samsung Galaxy S23 Ponsel Pertama Pakai Layar Gorilla Victus 2

Gadget
Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK

Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK

Software
Pasar Smartphone Dunia Merosot Tajam, Terburuk dalam Sejarah

Pasar Smartphone Dunia Merosot Tajam, Terburuk dalam Sejarah

e-Business
Perusahaan Software SAP PHK 3.000 Karyawan

Perusahaan Software SAP PHK 3.000 Karyawan

e-Business
Instagram Tidak Bisa Buka Link, Begini Cara Mengatasinya

Instagram Tidak Bisa Buka Link, Begini Cara Mengatasinya

Internet
Diumumkan Hari ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Petugas Media Center Haji 2023

Diumumkan Hari ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Petugas Media Center Haji 2023

e-Business
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.