Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Moch S. Hendrowijono
Pengamat Telekomunikasi

Mantan wartawan Kompas yang mengikuti perkembangan dunia transportasi dan telekomunikasi.

kolom

Operator Seluler Ikuti Lelang Frekuensi demi Konsumen

Kompas.com - 20/10/2022, 09:57 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KEBUTUHAN data pengguna di Indonesia setiap tahun terus meningkat. Merujuk OpenSignal pada 2019, pada triwulan pertama sebesar 8,5 GB per pelanggan per bulan, di periode sama 2020 naik jadi 11,8 GB per pelanggan per bulan dan 2021 tembus di 14,4 GB.

Sebagian besarnya untuk akses internet bergerak.

Temuan APJII tahun 2022, lebih dari 90 persen akses internet dilakukan dari ponsel pintar yang merata, hampir di segala kelompok usia. Rinciannya, usia 13-18 tahun mengakses via ponsel 90,61 persen, sisanya 9,39 persen lewat laptop atau komputer.

Kelompok 35-54 tahun bahkan lebih banyak, yaitu 92,41 persen, juga di usia 55 tahun ke atas tercatat 93,86 persen.

Pada kluster umur produktif, 19-34 tahun sedikit di bawah, tetapi masih sangat dominan, 88,22 persen. Sisanya mungkin karena alasan pekerjaan yang amat membutuhkan peran komputer dan tidak mudah digantikan oleh ponsel pintar.

Responden yang disurvei APJII mengaku 77,64 persen memakai akses mobile data yang disediakan operator. Sisanya 20,61 persen pakai Wi-Fi di rumah, yang bisa jadi pelanggan jaringan FCC yang ditawarkan operator seluler.

Akses dunia maya yang serba digital sangat mengandalkan operator telekomunikasi. Persoalannya kini bukan lagi hanya sebaran dan jangkauan akses telekomunikasi, melainkan pada kapasitas yang tersedia untuk menampung lalu lintas data yang tumbuh secara signifikan.

Terlebih operator papan atas, seperti Telkomsel, XL Axiata, juga Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) yang mengakuisisi dua pelanggan operator (Indosat Ooredoo dan Tri Hutchison).

Berbagai jurus dilakukan untuk meningkatkan kualitas jaringan. Memperluas cakupan jaringan broadband 4G/LTE lewat penambahan BTS, migrasi 3G ke 4G/LTE, memastikan monitoring pemenuhan QoS (mutu layanan) sesuai standar yang berlaku, hingga memperluas cakupan layanan dan jaringan 5G bertahap dan terukur di seluruh Indonesia, menjadi hal yang harus dilakukan.

Masih kurang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.