Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/10/2022, 16:17 WIB

BALI, KOMPAS.com - Paving blok umumnya dibuat dari semen atau beton. Namun bagaimana jika paving block terbuat dari plastik, apalagi plastik bahan bangunan itu berasal dari limbah cangkang SIM card/kartu SIM?

Itulah yang dilakukan startup PlusTik bersama dengan operator seluler Telkomsel, melalui program Telkomsel Jaga Bumi.

Plastik cangkang SIM card dan packaging kartu SIM yang sering dibuang atau ditinggal pelanggan begitu saja setelah aktivasi nomor di outlet, dikumpulkan dan diolah menjadi produk yang berguna.

Bukan hanya limbah cangkang SIM card milik Telkomsel saja yang didaur ulang oleh operator seluler pelat merah itu, melainkan juga cangkang SIM card dari operator lain. Saat ini, program daur ulang baru dilakukan di Bali, dan ke depannya akan diperluas ke area Jabodetabek.

Lantas bagaimana kualitas paving block plastik hasil daur ulang cangkang SIM card ini? CEO PlusTik, Reza Hasfinanda, mengakui bahwa memang saat ini paving block hasil daur ulang cangkang SIM card itu belum memiliki standar SNI (standar nasional Indonesia).

"Saat diuji di Sucofindo (balai uji), mereka juga bingung bagaimana menentukan standarnya, karena belum ada untuk produk seperti ini, satu cetakan berbeda komposisinya dengan cetakan lain," kata Reza di acara peluncuran program Telkomsel Jaga Bumi di Bali, Kamis (20/10/2022).

Sebab, paving block itu merupakan hasil olahan antara sampah plastik low value (bernilai rendah) seperti bungkus sachet, plastik kresek, bungkus mie instan yang dicampur juga dengan limbah cangkang SIM card dan plastik kemasannya.

Tiap paving block tentunya memiliki komposisi percampuran yang berbeda-beda. Meski demikian, Reza mengeklaim dalam pengujian tersebut, satu paving blok mampu menahan beban hingga 1,2 ton. Artinya, satu keping paving blok itu baru hancur/pecah setelah diberi beban mencapai 1,2 ton.

Baca juga: Telkomsel Sulap Cangkang Kartu SIM Jadi Paving Block dan Smartphone Holder

Pantauan KompasTekno, saat memegang kepingan paving block hasil daur ulang cangkang SIM card, permukaannya memang keras layaknya cor-coran beton, namun bobotnya lebih ringan. Saat dibalik, nampak bagian dalam paving block dicetak menggunakan pola sarang madu/lebah (honeycomb).

Paving block hasil produksi startup PlusTik ini terbuat dari plastik yang berasal dari limbah cangkang kartu SIM operator seluler Indonesia. Kompas.com/RESKA K. NISTANTO Paving block hasil produksi startup PlusTik ini terbuat dari plastik yang berasal dari limbah cangkang kartu SIM operator seluler Indonesia.

Untuk diketahui, untuk membuat satu paving blok itu membutuhkan bahan baku sekitar 200 gram limbah plastik. Telkomsel tidak merinci berapa jumlah limbah kartu SIM yang bisa dikumpulkan dari outlet-outlet/counter pulsa di Bali.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.