Kompas.com - 29/10/2022, 16:00 WIB

KOMPAS.com - Seorang peretas (hacker) asal Inggris bernama Adrian Kwiatkowski mencuri dua lagu milik musisi Ed Sheeran yang belum dirilis ke publik.

Hacker itu kemudian menjual lagu Ed Sheeran di situs gelap dengan imbalan dalam bentuk uang kripto. Tak hanya lagu Ed Sheeran, Kwiatkowski juga mencuri 12 lagu milik rapper Lil Uzi Vert dan menjualnya di situs yang sama.

Kasus ini awalnya dilaporkan oleh beberapa agensi musisi ke Kejaksaan Distrik New York, AS. Investigasinya laporan ini sendiri dimulai sejak tahun 2019.

Saat itu, otoritas terkait memburu seseorang yang dikenal secara online sebagai "Spirdark" karena meretas sejumlah akun cloud dan menjual konten dalam penyimpanan digital tersebut. Dari penyelidikan ini ditemukan alamat e-mail yang dipakai Spirdark untuk mengelola akun kripto milik Kwiatkowski.

Baca juga: Twitter Kian Ditinggal Selebritas, Terbaru Ed Sheeran

Penyelidikan itu juga mengungkap alamat rumah peretas di Inggris, serta alamat IP yang dipakai untuk meretas salah satu perangkat.

Kasus ini kemudian dirujuk ke Kepolisian Kota London sehingga Kwiatkowski ditangkap. Dalam proses penyelidikan, polisi menyita tujuh perangkat termasuk hard drive berisi 1.263 lagu yang belum dirilis milik 89 musisi.

Sebuah dokumen yang disimpan dalam hard drive bahkan menjelaskan metode yang Kwiatkowski gunakan dalam menjalankan aksinya. Namun kepolisian tak merinci bagaimana metode tersebut.

Menurut kepolisian London, Kwiatkowski mendapat uang senilai 131.000 poundsterling atau setara Rp 2,3 miliar dari penjualan lagu-lagu ilegal itu. Ketika laptop Mac Kwiatkowski digeledah, polisi menemukan 565 file audio. File itu termasuk lagu-lagu milik Ed Sheeran dan Vert.

Baca juga: Perbedaan Jenis Hacker antara White Hat, Black Hat, dan Grey Hat

"Dia dengan egois mencuri musik mereka untuk menghasilkan uang bagi dirinya sendiri dengan menjualnya di situs gelap," kata kepala jaksa penuntut, Joanne Jakymec dikutip KompasTekno dari BBC, Sabtu (29/10/2022).

"Kami akan menuntut keuntungan haram dari hasil kejahatan ini," imbuhnya.

Kini hacker berusia 23 tahun tersebut ditangkap dan mengakui 19 tuduhan yang ditujukan padanya, termasuk soal pelanggaran hak cipta dan kepemilikan properti ilegal. Ia juga mengaku menerima uang kripto Bitcoin dalam menjual lagu yang ia retas.

Akibatnya aksi kriminalnya, Kwiatkowski dijatuhi hukuman penjara selama 18 bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber BBC


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Pantau Kondisi Terkini Erupsi Gunung Semeru lewat Google Maps

Cara Pantau Kondisi Terkini Erupsi Gunung Semeru lewat Google Maps

Software
Pura-pura Hamil, Wanita Selundupkan 200 Prosesor Intel dan iPhone

Pura-pura Hamil, Wanita Selundupkan 200 Prosesor Intel dan iPhone

e-Business
Internet 5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

Internet 5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

Internet
Karyawan Induk Facebook yang Di-PHK Protes Tak Dapat Pesangon Sesuai Janji

Karyawan Induk Facebook yang Di-PHK Protes Tak Dapat Pesangon Sesuai Janji

e-Business
YouTube Klaim Sumbang Rp 7,5 Triliun untuk PDB Indonesia

YouTube Klaim Sumbang Rp 7,5 Triliun untuk PDB Indonesia

e-Business
[POPULER TEKNO] 'Rahasia' Bola Piala Dunia 2022 | Fitur Avatar WhatsApp Resmi | Ada yang Beda dari Tampilan Grup WhatsApp

[POPULER TEKNO] "Rahasia" Bola Piala Dunia 2022 | Fitur Avatar WhatsApp Resmi | Ada yang Beda dari Tampilan Grup WhatsApp

Internet
3 Cara Mengatur Spasi di Microsoft Word Agar Dukumen Lebih Rapi

3 Cara Mengatur Spasi di Microsoft Word Agar Dukumen Lebih Rapi

Software
2 Cara Membuat Stiker WA di HP dan PC

2 Cara Membuat Stiker WA di HP dan PC

Software
'Goblin Mode' Jadi Kata Pilihan Oxford 2022, Apa Artinya?

"Goblin Mode" Jadi Kata Pilihan Oxford 2022, Apa Artinya?

Internet
VIDEO: Hands-on Galaxy A04e dan A04, Duo HP Samsung Harga Sejutaan

VIDEO: Hands-on Galaxy A04e dan A04, Duo HP Samsung Harga Sejutaan

Gadget
Fitur Komunikasi Satelit iPhone 14 Selamatkan Nyawa Orang Tersesat di Lokasi Terpencil

Fitur Komunikasi Satelit iPhone 14 Selamatkan Nyawa Orang Tersesat di Lokasi Terpencil

Software
Google Suntik Dana Rp 18,7 Miliar ke CekFakta untuk Perangi Misinformasi Jelang Pemilu 2024

Google Suntik Dana Rp 18,7 Miliar ke CekFakta untuk Perangi Misinformasi Jelang Pemilu 2024

e-Business
35 Persen Smartphone di Dunia Rentan Diretas, Begini Upaya Produsen Lindungi Privasi dan Data Pengguna

35 Persen Smartphone di Dunia Rentan Diretas, Begini Upaya Produsen Lindungi Privasi dan Data Pengguna

BrandzView
Cara Pasang Set Top Box di TV Tabung untuk Nonton Siaran TV Digital

Cara Pasang Set Top Box di TV Tabung untuk Nonton Siaran TV Digital

Hardware
Luhut: Ekonomi Digital Indonesia Meningkat, tapi Internetnya Masih Lambat

Luhut: Ekonomi Digital Indonesia Meningkat, tapi Internetnya Masih Lambat

e-Business
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.