Kontrak Efektif Pembelian A400M Indonesia Diteken Bulan Ini, Airbus Siapkan Jalur Produksi

Kompas.com - 02/11/2022, 07:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pabrikan pesawat Airbus memberikan update terkait pengadaan pesawat angkut militer Airbus A400M yang dipesan oleh pemerintah Indonesia.

Menurut Dani Adriananta, Airbus Chief Representative Indonesia, kontrak efektif pembelian dua unit pesawat A400M akan dilakukan pada November 2022 ini.

"Kami meyakini bahwa kontrak ini bisa diefektifkan bulan ini (November)," kata Dani di sesi media roundtable bersama Airbus Defence di Jakarta, Senin (1/11/2022).

Tahun lalu, di ajang Dubai Airshow 2021, Airbus dan Kementerian Pertahanan RI mengumumkan penandatanganan pemesanan dua pesawat A400M, dengan opsi (Letter of Intent) empat pesawat di masa mendatang. Tidak disebutkan nilai kontrak pengadaan A400M ini.

Baca juga: Indonesia Jadi Negara Prioritas Airbus A400M di Asia Pasifik

Dalam pemesanan tersebut, disepakati bahwa kontrak efektif ditargetkan pada 2022, dan kini tahun 2022 tinggal menyisakan kurang dari dua bulan lagi.

Seperti diketahui, untuk mengefektifkan kontrak pembelian alutsista ada beberapa syarat yang dibutuhkan, seperti pembayaran down payment (DP) atau uang muka dan sejumlah mutual agreement. Menurut Dani, hal ini sudah berjalan.

Mengingat dua hal di atas, Dani pun yakin kontrak efektif pembelian dua pesawat A400M pesanan Indonesia akan dilakukan pada bulan ini.

Sementara Head of Asia Pacific, Airbus Defence and Space, Johan Pelissier di kesempatan yang sama juga menyebut bahwa pabrik Airbus saat ini sudah menyiapkan jalur produksi A400M pesanan Indonesia.

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto baru saja menandatangani kontrak pemesanan dua pesawat Airbus A400M yang memiliki konfigurasi multi-peran tanker dan angkut, Kamis (18/11/2021).Airbus Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto baru saja menandatangani kontrak pemesanan dua pesawat Airbus A400M yang memiliki konfigurasi multi-peran tanker dan angkut, Kamis (18/11/2021).

Ketika ditanya kapan jadwal pengiriman (delivery) pesawat A400M pertama untuk Indonesia, Dani menyebut hal itu nanti akan diumumkan dalam kontrak efektif yang akan ditandatangani.

Namun biasanya, butuh waktu antara 3-5 tahun bagi Airbus untuk mengirim pesawat setelah kontrak efektif disepakati.

Baca juga: Menyaksikan Jet Tempur Rafale Menyusu di Atas Selat Sunda

Sebagai perbandingan, Malaysia menandatangani kontrak pembelian empat pesawat A400M untuk Tentera Udara DiRaja Malaysia (TUDM) pada Desember 2005, pengiriman dimulai pada Maret 2015 dan selesai pada Maret 2017.

Indonesia sendiri akan menjadi negara ke-2 di Asia Pasifik (setelah Malaysia) dan ke-10 di dunia yang akan mengoperasikan pesawat Airbus A400M. Adapun A400M yang dipesan oleh Indonesia memiliki konfigurasi multi-role tanker, sehingga bisa digunakan untuk mengisi bahan bakar pesawat tempur di udara.

Selain itu, A400M TNI AU juga akan digunakan sebagai pesawat angkut pasukan, pengiriman kargo logistik, tanggap darurat bencana, dan sebagainya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.