Kompas.com - 03/11/2022, 07:47 WIB

KOMPAS.com - Google bakal menutup aplikasi mandiri (standalone) Google Street View pada Maret 2023. Bukan layanan Street View yang akan ditutup, tetapi hanya aplikasinya.

Kabar penghentian operasi aplikasi Google Street View ini itu terungkap dalam pemberitahuan di dalam aplikasi Google Street View versi terbaru 2.0.0.484371618.

"Aplikasi Street View akan pergi. Aplikasi ini akan dihentikan dan dukungan akan berakhir pada 21 Maret 2023," bunyi notifikasi di dalam aplikasi.

Google belum mengungkap alasan penghentian aplikasi "jalan-jalan virtual" Street View ini.

Setelah aplikasi tersebut disetop pada Maret 2023, pengguna hanya bisa mengakses fitur Street View secara manual lewat web atau aplikasi Google Maps di ponsel.

Aplikasi Google Street View ditutup 21 Maret 2023.9to5Google Aplikasi Google Street View ditutup 21 Maret 2023.
Selama ini, aplikasi Google Street View lahir sebagai perpanjangan dari fitur Street View di layanan peta digital Google Maps. Hingga kini, aplikasi Street View telah diunduh hingga 1 miliar kali di Google Play Store.

Aplikasi yang dirilis pada September 2010 ini secara khusus dapat digunakan pengguna untuk foto menikmati panorama jalanan dalam format 360 derajat, tanpa harus membuka layanan Google Maps.

Baca juga: Cara Menghapus Foto Rumah di Google Street View

Tak hanya itu, pengguna juga bisa meng-upload fotonya ke Street View lewat aplikasi standalone ini.

Di dalam aplikasi Google Street View, ada dua fitur utama yang bisa digunakan pengguna untuk membuat Street View-nya sendiri. Salah satu fitur ini bakal sepenuhnya hilang dan tak bisa digunakan pengguna.

Pertama, fitur Photo Sphere untuk mengunggah foto 360 derajat. Nantinya, setelah aplikasi Google Street View resmi ditutup, pengguna bisa menggunakan layanan Google Maps untuk mengunggah Photo Sphere.

Untuk mengunggah video 360 derajat, Google mengarahkan pengguna untuk beralih ke situs Street View Studio dengan URL https://streetviewstudio.maps.google.com/

Kedua, ada fitur Photo Path atau Jalur Foto untuk mempublikasi rangkaian foto bersambung. Fitur yang baru dirilis tahun lalu ini bakal sepenuhnya hilang karena tidak ada penggantinya di Google Maps, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari 9to5Google, Kamis (3/11/2022).

Baca juga: Mafia Buronan 20 Tahun Tertangkap berkat Google Street View

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber 9to5Google


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Pantau Kondisi Terkini Erupsi Gunung Semeru lewat Google Maps

Cara Pantau Kondisi Terkini Erupsi Gunung Semeru lewat Google Maps

Software
Pura-pura Hamil, Wanita Selundupkan 200 Prosesor Intel dan iPhone

Pura-pura Hamil, Wanita Selundupkan 200 Prosesor Intel dan iPhone

e-Business
Internet 5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

Internet 5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

Internet
Karyawan Induk Facebook yang Di-PHK Protes Tak Dapat Pesangon Sesuai Janji

Karyawan Induk Facebook yang Di-PHK Protes Tak Dapat Pesangon Sesuai Janji

e-Business
YouTube Klaim Sumbang Rp 7,5 Triliun untuk PDB Indonesia

YouTube Klaim Sumbang Rp 7,5 Triliun untuk PDB Indonesia

e-Business
[POPULER TEKNO] 'Rahasia' Bola Piala Dunia 2022 | Fitur Avatar WhatsApp Resmi | Ada yang Beda dari Tampilan Grup WhatsApp

[POPULER TEKNO] "Rahasia" Bola Piala Dunia 2022 | Fitur Avatar WhatsApp Resmi | Ada yang Beda dari Tampilan Grup WhatsApp

Internet
3 Cara Mengatur Spasi di Microsoft Word Agar Dukumen Lebih Rapi

3 Cara Mengatur Spasi di Microsoft Word Agar Dukumen Lebih Rapi

Software
2 Cara Membuat Stiker WA di HP dan PC

2 Cara Membuat Stiker WA di HP dan PC

Software
'Goblin Mode' Jadi Kata Pilihan Oxford 2022, Apa Artinya?

"Goblin Mode" Jadi Kata Pilihan Oxford 2022, Apa Artinya?

Internet
VIDEO: Hands-on Galaxy A04e dan A04, Duo HP Samsung Harga Sejutaan

VIDEO: Hands-on Galaxy A04e dan A04, Duo HP Samsung Harga Sejutaan

Gadget
Fitur Komunikasi Satelit iPhone 14 Selamatkan Nyawa Orang Tersesat di Lokasi Terpencil

Fitur Komunikasi Satelit iPhone 14 Selamatkan Nyawa Orang Tersesat di Lokasi Terpencil

Software
Google Suntik Dana Rp 18,7 Miliar ke CekFakta untuk Perangi Misinformasi Jelang Pemilu 2024

Google Suntik Dana Rp 18,7 Miliar ke CekFakta untuk Perangi Misinformasi Jelang Pemilu 2024

e-Business
35 Persen Smartphone di Dunia Rentan Diretas, Begini Upaya Produsen Lindungi Privasi dan Data Pengguna

35 Persen Smartphone di Dunia Rentan Diretas, Begini Upaya Produsen Lindungi Privasi dan Data Pengguna

BrandzView
Cara Pasang Set Top Box di TV Tabung untuk Nonton Siaran TV Digital

Cara Pasang Set Top Box di TV Tabung untuk Nonton Siaran TV Digital

Hardware
Luhut: Ekonomi Digital Indonesia Meningkat, tapi Internetnya Masih Lambat

Luhut: Ekonomi Digital Indonesia Meningkat, tapi Internetnya Masih Lambat

e-Business
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.