Kompas.com - Diperbarui 16/11/2022, 07:43 WIB

KOMPAS.com - Platform media sosial asal China, Weibo dihebohkan dengan sejumlah rekaman video kamera CCTV yang menampilkan mobil Tesla yang tiba-tiba melaju kencang tak terkendali, dan menabrak kendaraan lain di depannya.

Dalam beberapa video singkat yang ditampilkan, terlihat bahwa sebuah mobil Tesla Model Y berwarna putih yang hendak parkir, tiba-tiba melaju sangat kencang hingga 198 km/jam, dan tampak tak terkendali.

Akibatnya, pengemudi mobil tersebut terlihat berusaha menghindari obyek-obyek yang ada di depannya. Namun, laju mobil yang terlalu cepat tampaknya tak bisa mencegah kecelakaan terjadi.

Baca juga: Beli Twitter, Elon Musk Jual Saham Tesla Rp 61 Triliun

Akibatnya, peristiwa tersebut memakan korban lima orang, di mana dua orang tewas dan tiga lainnya luka-luka. Kecelakaan ini terjadi pada Sabtu (5/11/2022) di sebuah jalan raya di kota Chaozhou, Guangdong, China.

Diduga masalah rem

Apabila melihat beberapa video rekaman yang viral di internet tadi, kecelakaan ini juga menghancurkan sejumlah kendaraan dan bangunan-bangunan yang ada di sepanjang jalan raya tersebut.

Belum diketahui pasti apa penyebab mobil Tesla ini tiba-tiba melaju dengan sangat cepat. Sebab, pihak kepolisian setempat belum merilis informasi terkait laporan kecelakaan tersebut.

Dugaan awal, hal ini dipicu oleh sistem di mobil Tesla, terutama rem, yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca juga: Tesla Disebut Teken Kontrak untuk Beli Nikel Indonesia, Nilainya Rp 74 Triliun

Hal ini kabarnya telah dikonfirmasi oleh pengemudi Tesla Model Y tadi. Pria 55 tahun itu mengaku bahwa ia mengalami kendala dengan sistem rem Tesla Model Y, ketika hendak parkir di depan toko miliknya.

Ilustrasi mobil Tesla Model Y yang disebut malfungsi dan tiba-tiba melaju kencang di China.Weibo Ilustrasi mobil Tesla Model Y yang disebut malfungsi dan tiba-tiba melaju kencang di China.

Tanggapan Tesla

Terkait insiden yang menewaskan dua orang ini, Tesla mengatakan bahwa mereka tengah menginvestigasi kecelakaan yang melibatkan mobil bikinannya itu.

Perusahaan rintisan Elon Musk itu juga mengonfirmasi bahwa kecelakaan tersebut tidak disebabkan oleh rem, lantaran mereka mendeteksi bahwa fungsi ini tidak diinjak sama sekali oleh sang pengemudi.

Namun, mereka tetap menunggu penelusuran dan hasil investigasi pasti dari pihak kepolisian, dan mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan para aparat untuk menguak penyebab kecelakaan ini.

"Polisi dan pihak terkait kini tengah melakukan investigasi terkait kejadian ini, dan kami secara aktif akan membantu mereka untuk mencari tahu penyebab utamanya," ujar Tesla, dikutip KompasTekno dari DailyMail.co.uk, Selasa (15/11/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Daily Mail


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.