Kompas.com - 16/11/2022, 10:29 WIB

KOMPAS.com- KOMPAS.com - Menurut laporan dari firma pasar Counterpoint Research, smartphone (ponsel pintar) yang dibanderol dengan harga di bawah 500 dollar AS atau setara Rp 7-10 jutaan adalah yang paling laris dan diminati di Indonesia.

Counterpoint mencatat bahwa ponsel dengan rentang harga tersebut tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro yang masih belum kunjung pulih.

Dalam laporan pertumbuhan pengiriman ponsel Indonesia kuartal III-2022, ponsel dengan harga 500-699 dollar AS (Rp 7-10 jutaan) memiliki persentase kenaikan yang paling tinggi, yakni 134 persen. Keduanya disumbangkan oleh merek Samsung dan Oppo.

Baca juga: 5 Besar Vendor Smartphone Indonesia Versi Counterpoint, Oppo Teratas

Menurut Counterpoint, smartphone harga Rp 7-10 jutaan itu memiliki pilihan yang jauh lebih fleksibel. Hal inilah yang juga mendorong sejumlah perusahaan smartphone juga menjual produknya dengan kisaran harga tersebut.

Counterpoint mencatat pengiriman ponsel kuartal-III 2022 di Indonesia mengalami penurunan di kuartal yang sama pada 2021 lalu. Hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh ketidakjelasan kondisi ekonomi makroCounterpoint Counterpoint mencatat pengiriman ponsel kuartal-III 2022 di Indonesia mengalami penurunan di kuartal yang sama pada 2021 lalu. Hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh ketidakjelasan kondisi ekonomi makro

 

Oppo menjual Reno 7 5G di rentang harga Rp 7 jutaan ke atas Samsung juga menerapkan nilai jual yang sama untuk lini Galaxy A73. Hal ini membuat Oppo dan Samsung menjadi dua vendor ponsel terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar gabungan 63 persen.

“Di Indonesia, (pasar) OEM menawarkan spesifikasi seperti RAM 8-12 GB, ROM 256 GB, kapasitas baterai 4.000-6.000 mAH, dan kemampuan 5G. Spesifikasi sesuai permintaan ini dapat membantu meningkatkan target konsumen yang lebih baik,” ujar Analis Febriman Abdillah, dikutip KompasTekno dari situs resmi Counterpoint, Rabu (16/11/2022).

Baca juga: Adu Spesifikasi Samsung Galaxy A73 5G dan Oppo Reno7 5G, Sama-sama Harga Rp 7 Jutaan

Sementara untuk kategori ponsel 150-499 dollar AS (Rp 2-7 juta), semua menagalami penurunan jumlah pengiriman. Paling besar adalah ponsel dengan harga di bawah 150 dollar AS (Rp 2 jutaan), yang turun 38 persen.

Permintaan ponsel diprediksi meningkat di akhir 2022

Memasuki kuartal IV-2022, Counterpoint memprediksi kemajuan dalam pemulihan ekonomi makro yang dapat kembali menggerakan, alias mendorong pertumbuhan dari pangsa smartphone.

Senior Analyst Counterpoint, Febriman Abdillah menjelaskan bahwa kemungkinan besar akan ada permintaan tinggi untuk ponsel kelas menengah dan ke bawah di akhir tahun nanti.

“Kami melihat bakal ada peningkatan spesifikasi untuk (smartphone) model-model baru. Hal ini dapat memicu permintaan melalui upgrade, ditambah lagi ada kemungkinan permintaan yang terpendam di kuartal IV,” tambah Abdillah.

Tantangan bagi vendor ponsel adalah bagaimana menarik konsumen secara efektif. Konsumen akan memiliki banyak pilihan merek dan model ponsel cerdas dan akan lebih sadar akan fitur apa yang mereka butuhkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Pantau Kondisi Terkini Erupsi Gunung Semeru lewat Google Maps

Cara Pantau Kondisi Terkini Erupsi Gunung Semeru lewat Google Maps

Software
Pura-pura Hamil, Wanita Selundupkan 200 Prosesor Intel dan iPhone

Pura-pura Hamil, Wanita Selundupkan 200 Prosesor Intel dan iPhone

e-Business
Internet 5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

Internet 5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

Internet
Karyawan Induk Facebook yang Di-PHK Protes Tak Dapat Pesangon Sesuai Janji

Karyawan Induk Facebook yang Di-PHK Protes Tak Dapat Pesangon Sesuai Janji

e-Business
YouTube Klaim Sumbang Rp 7,5 Triliun untuk PDB Indonesia

YouTube Klaim Sumbang Rp 7,5 Triliun untuk PDB Indonesia

e-Business
[POPULER TEKNO] 'Rahasia' Bola Piala Dunia 2022 | Fitur Avatar WhatsApp Resmi | Ada yang Beda dari Tampilan Grup WhatsApp

[POPULER TEKNO] "Rahasia" Bola Piala Dunia 2022 | Fitur Avatar WhatsApp Resmi | Ada yang Beda dari Tampilan Grup WhatsApp

Internet
3 Cara Mengatur Spasi di Microsoft Word Agar Dukumen Lebih Rapi

3 Cara Mengatur Spasi di Microsoft Word Agar Dukumen Lebih Rapi

Software
2 Cara Membuat Stiker WA di HP dan PC

2 Cara Membuat Stiker WA di HP dan PC

Software
'Goblin Mode' Jadi Kata Pilihan Oxford 2022, Apa Artinya?

"Goblin Mode" Jadi Kata Pilihan Oxford 2022, Apa Artinya?

Internet
VIDEO: Hands-on Galaxy A04e dan A04, Duo HP Samsung Harga Sejutaan

VIDEO: Hands-on Galaxy A04e dan A04, Duo HP Samsung Harga Sejutaan

Gadget
Fitur Komunikasi Satelit iPhone 14 Selamatkan Nyawa Orang Tersesat di Lokasi Terpencil

Fitur Komunikasi Satelit iPhone 14 Selamatkan Nyawa Orang Tersesat di Lokasi Terpencil

Software
Google Suntik Dana Rp 18,7 Miliar ke CekFakta untuk Perangi Misinformasi Jelang Pemilu 2024

Google Suntik Dana Rp 18,7 Miliar ke CekFakta untuk Perangi Misinformasi Jelang Pemilu 2024

e-Business
35 Persen Smartphone di Dunia Rentan Diretas, Begini Upaya Produsen Lindungi Privasi dan Data Pengguna

35 Persen Smartphone di Dunia Rentan Diretas, Begini Upaya Produsen Lindungi Privasi dan Data Pengguna

BrandzView
Cara Pasang Set Top Box di TV Tabung untuk Nonton Siaran TV Digital

Cara Pasang Set Top Box di TV Tabung untuk Nonton Siaran TV Digital

Hardware
Luhut: Ekonomi Digital Indonesia Meningkat, tapi Internetnya Masih Lambat

Luhut: Ekonomi Digital Indonesia Meningkat, tapi Internetnya Masih Lambat

e-Business
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.