Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IDC: Pasar Smartphone Indonesia Turun 12 Persen

Kompas.com - 19/11/2022, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Firma riset International Data Corporation (IDC) memublikasikan laporan kondisi pasar smartphone di Indonesia kuartal III-2022.

Dalam laporan tersebut, pasar smartphone di Indonesia ternyata kembali mengalami kelesuan, dengan mengalami penurunan pengiriman sebesar 12,4 persen year on year, dan 14,6 persen untuk penurunan quarter on quarter (QoQ).

Dilaporkan, total pengiriman ponsel di Indonesia pada kuartal III-2021 adalah 9,3 juta unit. Sedangkan total pengiriman ponsel di Indonesia kuartal III-2022 ini menjadi 8,1 juta unit saja.

Tercatat, hanya Samsung yang mengalami pertumbuhan pengiriman yang positif dari tahun lalu, yaitu 14,6 persen. Sedangkan Xiaomi mengalami penurunan jumlah pengiriman terbesar, mencapai -28 persen.

Baca juga: Smartphone Harga Rp 7-10 Jutaan Paling Laris di Indonesia

Sisanya, Oppo mengalami penurunan pengiriman -5,7 persen, Vivo -20,2 persen, dan Realme yang mengalami penurunan -23,6 persen.

Penurunan jumlah pengiriman ponsel ini menurut IDC dipengaruhi oleh kenaikan tingkat inflasi yang mencapai 5,95 persen YoY. Inflasi semakin naik sejak kebijakan kenaikan harga BBM subsidi dan non-subsidi diberlakukan pada September lalu.

Kenaikan harga BBM memengaruhi daya beli masyarakat. Sehingga saat harga dinaikkan, daya beli dan permintaan pasar smartphone tumbuh secara negatif.

Tabel pengiriman dan pangsa pasar smartphone Indonesia kuartal III-2022 berdasar IDC.IDC Tabel pengiriman dan pangsa pasar smartphone Indonesia kuartal III-2022 berdasar IDC.

Associate Market Analyst di IDC Indonesia, Vanessa Aurelia menyebutkan bahwa pasar smartphone yang paling terkena dampak dari penurunan ini adalah segmen pasar ultra-low-end dan low-end. Sedangkan, untuk pangsa pasar mid range terpantau masih stabil.

“Tekanan lebih besar dirasakan oleh segmen ultra-low-end dan segmen low-end sehingga jumlah pangsa keduanya turun menjadi 75 persen dari 81 persen di kuartal III-2021, sedangkan segmen mid-range terlihat tetap stabil,” imbuh Vanesa dalam keterangan yang diterima KompasTekno, Sabtu (19/11/2022).

Ponsel ultra-low-end sendiri dijual di bawah 100 dollar AS setara dengan Rp 1,56 jutaan, sedangkan produk low-end dijual sekitar 100-200 dollar AS (Rp 1,56 juta - Rp 3,13 juta). Adapun perangkat mid-range berada di rentang 200-400 dollar AS (Rp 3,13 juta - Rp 6,27 juta).

Namun, yang menariknya adalah permintaan pasar smarphone kategori kelas atas (flagship) justru menguat dibanding kelas ponsel lainnya. Ponsel flagship sendiri dijual di atas 400 dollar AS atau di atas Rp 6 jutaan.

Baca juga: Ada PPKM, Pengiriman Ponsel Indonesia Turun 21 Persen

“Sebaliknya, penguatan signifikan terlihat pada segmen harga 400 dollar AS ke atas, dimana permintaan di segmen ini relatif tidak elastis dibandingkan dengan segmen harga yang lebih rendah,” pungkas Vanessa.

Penguatan pasar smartphone kelas atas bisa menguat diyakini karena sejumlah pabrikan smartphone menjual produk mereka disertai dengan berbagai macam tawaran menarik. Sebut saja potongan harga (diskon), cashback, dan promo lainnya sehingga mendorong permintaan produk.

5 besar vendor smartphone Indonesia kuartal III-2022

IDC juga melaporkan 5 besar vendor ponsel di Indonesia. Oppo kembali menempati peringkat pertama dengan pangsa pasar sebesar 22,9 persen, naik 2,3 persen dari kuartal II-2022.

Adapun posisi kedua disusul oleh Samsung dengan pangsa pasar 21,6 persen, ketiga ada Vivo (18,8 persen), keempat Xiaomi (13,6 persen), terakhir ada Realme sebesar 11 persen.

Bila dibandingkan dengan kuartal II-2022 sebelumnya, ketiga vendor seperti Oppo, Samsung, dan Vivo mengalami pertumbuhan sekitar 1 hingga 2,3 persen, sementara Vivo dan Xiaomi mengalami pertumbuhan yang negatif, yaitu berkisar -1 sampai -1,1 persen.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah laporan 5 vendor smartphone terbesar di Indonesia pada kuartal III-2022 yang dirilis oleh IDC.

Vendor Ponsel Pangsa Pasar Pengiriman kuartal-III 2022 (juta unit)
Oppo 22,9 persen 1,9
Samsung 21,6 persen 1,8
Vivo 18,8 persen 1,5
Xiaomi 13,6 persen 1.1
Realme 11,0 persen 0,9
Lainnya 12,1 persen 1,0
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber IDC
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar 7 Situs Web untuk Download Template PPT Gratis

Daftar 7 Situs Web untuk Download Template PPT Gratis

Software
[POPULER TEKNO] TikTok Hapus Video Nenek Mandi Lumpur | Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK | SAP PHK 3.000 Karyawan

[POPULER TEKNO] TikTok Hapus Video Nenek Mandi Lumpur | Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK | SAP PHK 3.000 Karyawan

Internet
5 Dampak Positif Perkembangan IPTEK bagi Kehidupan Manusia

5 Dampak Positif Perkembangan IPTEK bagi Kehidupan Manusia

Internet
Review Asus Vivobook 13 Slate OLED, Cocok untuk Kerja dan Hiburan

Review Asus Vivobook 13 Slate OLED, Cocok untuk Kerja dan Hiburan

Gadget
Apple Mulai Jual iPhone 13 'Refurbished', Harga Lebih Hemat

Apple Mulai Jual iPhone 13 "Refurbished", Harga Lebih Hemat

Gadget
Cara Cek Status Validasi NIK Jadi NPWP via ereg.pajak.go.id buat Lapor SPT Tahunan

Cara Cek Status Validasi NIK Jadi NPWP via ereg.pajak.go.id buat Lapor SPT Tahunan

e-Business
Pengguna TikTok Kini Bisa Kirim 'DM' ke Siapa Saja, Tak Harus Saling 'Follow'

Pengguna TikTok Kini Bisa Kirim "DM" ke Siapa Saja, Tak Harus Saling "Follow"

Software
Akankah Pengolah Grafis Samsung Galaxy S23 Ultra Ungguli Chip Apple A16 Bionic?

Akankah Pengolah Grafis Samsung Galaxy S23 Ultra Ungguli Chip Apple A16 Bionic?

Hardware
TikTok Resmi Hapus Video Nenek Mandi Lumpur atas Permintaan Kominfo

TikTok Resmi Hapus Video Nenek Mandi Lumpur atas Permintaan Kominfo

Internet
Samsung Galaxy S23 Ponsel Pertama Pakai Layar Gorilla Victus 2

Samsung Galaxy S23 Ponsel Pertama Pakai Layar Gorilla Victus 2

Gadget
Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK

Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK

Software
Pasar Smartphone Dunia Merosot Tajam, Terburuk dalam Sejarah

Pasar Smartphone Dunia Merosot Tajam, Terburuk dalam Sejarah

e-Business
Perusahaan Software SAP PHK 3.000 Karyawan

Perusahaan Software SAP PHK 3.000 Karyawan

e-Business
Instagram Tidak Bisa Buka Link, Begini Cara Mengatasinya

Instagram Tidak Bisa Buka Link, Begini Cara Mengatasinya

Internet
Diumumkan Hari ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Petugas Media Center Haji 2023

Diumumkan Hari ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Petugas Media Center Haji 2023

e-Business
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.