Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengertian Ubuntu, Sejarah, dan Fungsinya

Kompas.com - 28/11/2022, 04:15 WIB
Penulis Soffya Ranti
|

KOMPAS.com - Apakah Anda mengenal Android, Microsoft, Mac OS, iOS, atau bahkan Linux? Ya, itu adalah sekumpulan sistem operasi yang banyak digunakan pada perangkat komputer, laptop, maupun ponsel.

Sistem operasi adalah perangkat lunak paling penting dalam sebuah perangkat elektronik. Dengan adanya sistem operasi, maka perangkat dalam difungsikan sebagaimana mestinya.

Setiap sistem operasi memiliki strukturnya sendiri-sendiri. Ini pun termasuk salah satu hal yang nantinya membedakan tampilan ataupun tata letak. Seperti halnya di ponsel Android dan iPhone atau di laptop Windows dan Mac OS.

Selain sistem operasi Mac OS, iOS, Android, dan Microsoft, sistem operasi lainnya adalah Linux. Pada tahun 2004, Linux resmi mengembangkan anak perusahaannya terbarunya yakni Ubuntu.

Ubuntu merupakan kata Afrika kuno yang memiliki arti kemanusiaan bagi orang lain. Untuk mengetahui lebih detail mengenai Ubuntu, berikut KompasTekno telah merangkumkan pengertian, fungsi, hingga sejarah Ubuntu.

Baca juga: 5 Fungsi Komputer dalam Kehidupan Sehari-hari

Sejarah Ubuntu

Perangkat lunak Ubuntu tidak memiliki pemilik resmi. Oleh karena itu, sistem operasi ini memiliki prinsip yakni gratis dan bebas. Dengan banyaknya pengembang-pengembang berbeda dari seluruh dunia, Ubuntu terus memiliki peningkatan-peningkatan sedikit demi sedikit.

Siapapun bebas untuk menggabungkan komponen-komponen sesuai keinginan dan tidak ada satu pun perusahaan yang memiliki kendali atas ekosistem ini. Ubuntu berasal dari proyek seorang pria bernama Ian Murdock pada tahun 1993.

Saat itu proyek tersebut ia kerjakan bersama dengan pacarnya, Debra. Oleh karena itu kemudian dinamakan Debian. Bersama dengan Debra, Ian Murdock menguji perangkat lunak yang bisa diunduh oleh banyak orang. Seiring berjalannya waktu, proyek ini berkembang menjadi komunitas besar.

Kemudian pada 2004, perusahaan Canonical menciptakan Ubuntu dan menggunakan kode dari proyek Debian untuk menunjang ciptaannya. Singkat cerita, Canonical akhirnya mengelola bahkan mendanai sistem operasi tersebut.

Berangkat dari hal tersebut, akhirnya Canonical membawa Debian ke arah korporat. Meskipun begitu, Ubuntu masih memegang prinsipnya, bahwa perangkat lunak tersebut harus dapat diakses secara bebas oleh semua orang tanpa memandang bahasa, fisik, ataupun pendapat.

Baca juga: Sejarah Perkembangan Microsoft Excel

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.