Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Twitter Diam-diam Cabut Aturan Informasi Sesat Covid-19

Kompas.com - 30/11/2022, 15:04 WIB

KOMPAS.com - Twitter diam-diam menghapus kebijakan konten yang berkaitan dengan penyebaran informasi sesat soal Covid-19 di platformnya.

Twitter pertama kali mengembangkan seperangkat aturan untuk meredam beredarnya informasi keliru mengenai virus dan vaksin Covid-19 sejak April 2020. Dengan aturan ini, Twitter telah menangguhkan (suspend) ribuan akun dan menghapus ribuan twit.

Setelah dua tahun lebih berjalan, kebijakan itu dicabut dan tak lagi berlaku. Langkah ini disebut-sebut merupakan upaya Elon Musk sebagai pemimpin baru untuk merombak Twitter, khususnya soal moderasi konten.

Twitter tampaknya tidak secara resmi mengumumkan perubahan aturan tersebut. Informasi pencabutan kebijakan tersebut hanya tertera di halaman transparansi Twitter.

Baca juga: Twitter Ditinggal Pengiklan Besar sejak Ada Elon Musk

Melalui halaman transparansi, Twitter mengumumkan tidak lagi menyajikan laporan soal konten misinformasi Covid-19. Twitter.com Melalui halaman transparansi, Twitter mengumumkan tidak lagi menyajikan laporan soal konten misinformasi Covid-19.

"Efektif 23 November 2022, Twitter tidak lagi memberlakukan kebijakan informasi menyesatkan COVID-19," tulis Twitter di laman Transparency Twitter.

Pengumuman itu muncul di bawah kalimat yang masih berbunyi: "Saat komunitas global menghadapi pandemi COVID-19 bersama-sama, Twitter membantu orang menemukan informasi yang dapat dipercaya, terhubung dengan orang lain, dan mengikuti apa yang terjadi secara real-time".

Penelusuran KompasTekno, aturan soal misinformasi Covid-19 bertajuk "Kebijakan informasi COVID-19 yang menyesatkan" di Twitter masih bisa dibaca dengan lengkap lewat laman peraturan dan kebijakan Twitter di Pusat Bantuan dalam Bahasa Indonesia di tautan berikut ini.

Laman tersebut secara rinci memaparkan tiga kriteria suatu twit dinilai menyebarkan informasi Covid-19 yang menyesatkan.

Di halaman itu, Twitter juga merinci kebijakan soal penghapusan twit, label untuk twit yang berpotensi menyesatkan, hingga sanksi penangguhan akun bagi pengguna yang melanggar kebijakan misinformasi Covid-19 ini.

Meski masih bisa dibaca lengkap dalam Bahasa Indonesia, rincian aturan misinformasi Covid-19 ini sudah menghilang dari laman Help Center Twitter dalam Bahasa Inggris.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber Gizmodo
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Penipuan Modus Undangan Pernikahan di WhatsApp, Bisa Curi OTP dan Kuras Rekening Korban

Waspada Penipuan Modus Undangan Pernikahan di WhatsApp, Bisa Curi OTP dan Kuras Rekening Korban

Internet
Chat Telegram Bisa Dipakai Ngobrol secara Anonim, Begini Caranya

Chat Telegram Bisa Dipakai Ngobrol secara Anonim, Begini Caranya

Software
Ini Daftar Pemain RRQ Hoshi untuk MPL ID Season 11

Ini Daftar Pemain RRQ Hoshi untuk MPL ID Season 11

Software
Daftar 7 Situs Web untuk Download Template PPT Gratis

Daftar 7 Situs Web untuk Download Template PPT Gratis

Software
[POPULER TEKNO] TikTok Hapus Video Nenek Mandi Lumpur | Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK | SAP PHK 3.000 Karyawan

[POPULER TEKNO] TikTok Hapus Video Nenek Mandi Lumpur | Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK | SAP PHK 3.000 Karyawan

Internet
5 Dampak Positif Perkembangan Iptek bagi Kehidupan Manusia

5 Dampak Positif Perkembangan Iptek bagi Kehidupan Manusia

Internet
Review Asus Vivobook 13 Slate OLED, Cocok untuk Kerja dan Hiburan

Review Asus Vivobook 13 Slate OLED, Cocok untuk Kerja dan Hiburan

Gadget
Apple Mulai Jual iPhone 13 'Refurbished', Harga Lebih Hemat

Apple Mulai Jual iPhone 13 "Refurbished", Harga Lebih Hemat

Gadget
Cara Cek Status Validasi NIK Jadi NPWP via ereg.pajak.go.id buat Lapor SPT Tahunan

Cara Cek Status Validasi NIK Jadi NPWP via ereg.pajak.go.id buat Lapor SPT Tahunan

e-Business
Pengguna TikTok Kini Bisa Kirim 'DM' ke Siapa Saja, Tak Harus Saling 'Follow'

Pengguna TikTok Kini Bisa Kirim "DM" ke Siapa Saja, Tak Harus Saling "Follow"

Software
Akankah Pengolah Grafis Samsung Galaxy S23 Ultra Ungguli Chip Apple A16 Bionic?

Akankah Pengolah Grafis Samsung Galaxy S23 Ultra Ungguli Chip Apple A16 Bionic?

Hardware
TikTok Resmi Hapus Video Nenek Mandi Lumpur atas Permintaan Kominfo

TikTok Resmi Hapus Video Nenek Mandi Lumpur atas Permintaan Kominfo

Internet
Samsung Galaxy S23 Ponsel Pertama Pakai Layar Gorilla Victus 2

Samsung Galaxy S23 Ponsel Pertama Pakai Layar Gorilla Victus 2

Gadget
Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK

Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK

Software
Pasar Smartphone Dunia Merosot Tajam, Terburuk dalam Sejarah

Pasar Smartphone Dunia Merosot Tajam, Terburuk dalam Sejarah

e-Business
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.