Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Perbedaan Grup dan Komunitas WhatsApp, Mulai Komposisi Anggota hingga Cara Mengelolanya

Kompas.com - 03/12/2022, 16:15 WIB

KOMPAS.com - Aplikasi pesan instan WhatsApp atau biasa disingkat WA, punya fitur Komunitas yang baru diluncurkan ke pengguna pada awal November lalu. Untuk mengakses fitur tersebut, tersedia ikon tiga orang yang tersedia di halaman aplikasi WhatsApp.

Kini, fitur Komunitas WhatsApp sudah bisa dijajal oleh semua pengguna di tanah air. Sekilas, fitur Komunitas WhatsApp memiliki fungsi yang hampir mirip dengan fitur grup, yakni untuk mengirim pesan ke banyak pengguna sekaligus dalam satu waktu.

Baca juga: Ramai Akun WA Diblokir Sementara gara-gara Pakai WhatsApp GB, Ini Penjelasannya

Kendati fungsinya mirip, kedua fitur tersebut punya sejumlah perbedaan. Lalu, apa perbedaan grup dan Komunitas WA? Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah penjelasan perbedaan grup dan Komunitas WA yang perlu diketahui.

Perbedaan grup dan Komunitas WA

1. Komposisi anggota

Perbedaan yang pertama terletak di komposisi anggota. Bila di grup WhatsApp, seperti yang umum diketahui, anggotanya merupakan kontak-kontak individu dan terdapat admin.

Sementara itu, anggota pada Komunitas adalah grup-grup WhatsApp dan terdapat admin. Jadi, Komunitas bisa disebut juga sebagai wadah besar yang berisi kumpulan grup WhatsApp. Admin bertugas untuk mengoordinasi kumpulan grup itu di WhatsApp.

2. Pembuat grup dan Komunitas WA

Pembuat grup WA adalah kontak individu. Semua kontak bebas membuat grup sendiri dan menambahkan kontak lain untuk menjadi anggota di dalamnya. Kontak individu pembuat grup otomatis bakal langsung menjadi admin.

Berbeda dengan grup, pembuat Komunitas WA adalah kontak yang telah lebih dulu menjadi admin pada beberapa grup. Admin dapat mengumpulkan atau menambahkan grup-grup yang dikelolanya ke dalam satu Komunitas.

3. Kemampuan interaksi

Di grup WhatsApp, siapa pun, baik admin maupun anggota biasa, bisa mengirim dan membalas pesan di ruang obrolan. Kemampuan interaksi dua arah tersebut tidak bisa dilakukan pada Komunitas.

Baca juga: Cara Membuat Nada Dering WA Sebut Nama Sendiri Tanpa Aplikasi dengan Mudah

Pihak yang bisa berkirim pesan di ruang obrolan Komunitas hanyalah admin. Anggota biasa dari grup-grup yang terhimpun di Komunitas hanya bisa melihat pembaruan pesan yang dikirim oleh admin di ruang obrolan. Mereka tak bisa membalasnya.

Jadi, interaksi di Komunitas WhatsApp hanya berjalan satu arah dari admin ke anggota, tidak bisa sebaliknya. Dengan kemampuan interaksi seperti itu, Komunitas cocok dipakai buat wadah mengumumkan pesan ke audiens yang lebih banyak sekaligus.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Penipuan Modus Undangan Pernikahan di WhatsApp, Bisa Curi OTP dan Kuras Rekening Korban

Waspada Penipuan Modus Undangan Pernikahan di WhatsApp, Bisa Curi OTP dan Kuras Rekening Korban

Internet
Chat Telegram Bisa Dipakai Ngobrol secara Anonim, Begini Caranya

Chat Telegram Bisa Dipakai Ngobrol secara Anonim, Begini Caranya

Software
Ini Daftar Pemain RRQ Hoshi untuk MPL ID Season 11

Ini Daftar Pemain RRQ Hoshi untuk MPL ID Season 11

Software
Daftar 7 Situs Web untuk Download Template PPT Gratis

Daftar 7 Situs Web untuk Download Template PPT Gratis

Software
[POPULER TEKNO] TikTok Hapus Video Nenek Mandi Lumpur | Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK | SAP PHK 3.000 Karyawan

[POPULER TEKNO] TikTok Hapus Video Nenek Mandi Lumpur | Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK | SAP PHK 3.000 Karyawan

Internet
5 Dampak Positif Perkembangan Iptek bagi Kehidupan Manusia

5 Dampak Positif Perkembangan Iptek bagi Kehidupan Manusia

Internet
Review Asus Vivobook 13 Slate OLED, Cocok untuk Kerja dan Hiburan

Review Asus Vivobook 13 Slate OLED, Cocok untuk Kerja dan Hiburan

Gadget
Apple Mulai Jual iPhone 13 'Refurbished', Harga Lebih Hemat

Apple Mulai Jual iPhone 13 "Refurbished", Harga Lebih Hemat

Gadget
Cara Cek Status Validasi NIK Jadi NPWP via ereg.pajak.go.id buat Lapor SPT Tahunan

Cara Cek Status Validasi NIK Jadi NPWP via ereg.pajak.go.id buat Lapor SPT Tahunan

e-Business
Pengguna TikTok Kini Bisa Kirim 'DM' ke Siapa Saja, Tak Harus Saling 'Follow'

Pengguna TikTok Kini Bisa Kirim "DM" ke Siapa Saja, Tak Harus Saling "Follow"

Software
Akankah Pengolah Grafis Samsung Galaxy S23 Ultra Ungguli Chip Apple A16 Bionic?

Akankah Pengolah Grafis Samsung Galaxy S23 Ultra Ungguli Chip Apple A16 Bionic?

Hardware
TikTok Resmi Hapus Video Nenek Mandi Lumpur atas Permintaan Kominfo

TikTok Resmi Hapus Video Nenek Mandi Lumpur atas Permintaan Kominfo

Internet
Samsung Galaxy S23 Ponsel Pertama Pakai Layar Gorilla Victus 2

Samsung Galaxy S23 Ponsel Pertama Pakai Layar Gorilla Victus 2

Gadget
Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK

Android 14 Bakal Lebih Susah Dipakai Sideload APK

Software
Pasar Smartphone Dunia Merosot Tajam, Terburuk dalam Sejarah

Pasar Smartphone Dunia Merosot Tajam, Terburuk dalam Sejarah

e-Business
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.