Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/01/2023, 10:04 WIB

KOMPAS.com - Pada 9 Januari 2007, pendiri Apple, Steve Jobs memperkenalkan iPhone generasi pertama ke hadapan publik. Tanggal ini menjadi istimewa karena dianggap sebagai hari kelahiran iPhone.

Tahun 2023 ini menandai 16 tahun keberadaan perangkat revolusioner yang mengubah industri smartphone dunia tersebut di tengah-tengah kita.

Disebut revolusioner karena iPhone pada saat itu tidak hanya bisa digunakan untuk sekadar menelepon dan mengirim pesan, tetapi juga berinternet seperti mengirimkan e-mail.

iPhone juga mengubah Apple secara bisnis. Pada tahun 2006, perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California, AS itu masih bergantung kepada alat pemutar musik iPod dan komputer Mac untuk mendapatkan laba.

Baca juga: Terbukti, Fitur Always on Display iPhone 14 Tidak Bikin Boros Baterai

Kini, iPhone menjadi produk kunci Apple yang mendatangkan keuntungan paling banyak di antar perangkat lain bikinan Apple.

Menurut laporan keuangan Apple untuk kuartal empat (Oktober-November) 2022, iPhone membuat Apple membukukan laba sebesar 42 miliar dollar AS atau setara Rp 654,4 triliun, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari GSMArena, Selasa (10/1/2023).

Besaran keuntungan tersebut lebih besar dibandingkan gabungan laba dari produk Mac, iPad, dan perangkat wearable.

Pada usia yang ke-16 ini, iPhone telah bertransformasi sedemikian rupa. Lewat iPhone 14 series terbaru, Apple menghadirkan desain yang lebih segar dan deretan fitur mumpuni.

Untuk desain, Apple menyematkan poni (notch) interaktif dan dinamis yang baru di iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max. Apple juga menghadirkan fitur menarik di iPhone 14 series seperti "Crash Detection" atau deteksi tabrakan.

Baca juga: Pengguna iPhone Bisa Dibacakan Dongeng oleh Kecerdasan Buatan

Apple mengeklaim fitur Crash Detection ini bisa membantu menyelamatkan nyawa penggunanya saat terjadi kecelakaan atau situasi darurat lain.

Dengan fitur Crash Detection, iPhone 14 akan mendeteksi dampaknya, lalu menghubungi saluran darurat dan mengirimkan lokasi pengguna secara otomatis ketika pengguna mengalami kecelakaan mobil yang parah.

Adapula fitur konektivitas satelit yang memungkingkan pengguna untuk mengirimkan panggilan darurat alias pesan SOS ketika tersesat misalnya atau dalam kondisi berbahaya, namun tidak terhubung dengan jaringan internet atau seluler.

Sejarah perjalanan iPhone dari awal kelahirannya hingga kini dapat disimak selengkapnya lewat artikel berikut ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber GSM Arena


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.