Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Moch S. Hendrowijono
Pengamat Telekomunikasi

Mantan wartawan Kompas yang mengikuti perkembangan dunia transportasi dan telekomunikasi.

kolom

Operator Khawatir Frekuensi 5G Mahal

Kompas.com - 16/01/2023, 06:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Cakupan layanan BTS frekuensi 700 MHz atau 900 MHz bisa radius lima kilometer lebih sementara cakupan BTS milimeterband hanya sekitar 100 meter hingga 300 meter.

Baca juga: Jaringan 5G Tumbuhkan Tiga Bidang Besar

Pengelolaan spektrumnya sama, menggunakan kembali (reuse) frekuensi di BTS seberang sehingga kapasitasnya berlipat ganda.

Transmisi data dan internet dari BTS milimeterband sangat cepat, hingga 1 GB dibanding 4G LTE yang sekitar 100 MHz, dengan suara lebih jernih.

Empat operator seluler di Indonesia selama ini masih berkutat pada layanan 4G, walau secara sporadis ada operator yang sudah memberi layanan 5G.

Namun layanan mereka tidak maksimal karena spektrum yang digunakan bukan milimeterband melainkan lowband yang juga digunakan bersama 4G, sehingga yang muncul adalah layanan 5G rasa 4G.

Jeruji besi

Layanan 5G di dunia menggunakan midband pada pita 2600 MHz (2,6 GHz), lalu 3,5 GHz dan milimeterband pada pita frekuensi 26 GHz, 28 GHz, 35 GHz dan 40 GHz. Di antara spektrum tadi ada yang masih digunakan untuk transmisi satelit.

Teknologi 5G juga menggunakan spektrum lowband di frekuensi 700 MHz, 850 Mhz, 900 MHz, 1,8 GHz hingga 2,1 Ghz untuk IoT (Internet of Things). Selain menggunakan spektrum 700 MHz untuk 5G, Indonesia dikatakan akan menggunakan spektrum 3,5 GHz dan 26 GHz.

Operator gundah dan bertanya-tanya, berapa besar modal yang harus mereka kucurkan untuk memberi layanan 5G, karena masih belum tahu harga lelang spektrumnya. Sebagai patokan, untuk mendapat spektrum 2,1 Ghz selebar 2X5 (10) MHz bekas Indosat tahun lalu, Telkomsel merogoh koceknya Rp 605 miliar.

Sementara milimeterband masing-masing spektrum bisa menyediakan pita selebar 1.000 MHz, dan idealnya untuk optimal memberi layanan 5G tiap operator harus punya minimal 100 MHz.

Kecuali untuk spektrum 700 MHz yang nantinya akan digunakan untuk layanan IoT yang memang harus berteknologi lowband.

Teknologi IoT digunakan untuk mengelola sebuah kawasan luas untuk misalnya jadwal pemupukan dan obat antihama di pertanian, perkebunan, atau catu makanan untuk kolam ikan, pengawasan kadar air sungai dan semacamnya.

Di spektrum itu pemerintah hanya akan merilis pita selebar 90 MHz, sisanya dari eks ASO akan digunakan pemerintah untuk misalnya deteksi bencana.

Pemerintah sebenarnya mafhum soal kekhawatiran operator seluler. Tetapi Kementerian Kominfo lebih khawatir jika harga lelang per MHz di bawah angka yang pernah terjadi sebelumnya, yang akan jadi isu merugikan negara. Bisa-bisa jeruji besi menunggu mereka.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

HP Android Hilang Kini Bisa Dilacak Tanpa Internet

HP Android Hilang Kini Bisa Dilacak Tanpa Internet

Software
Cara Membuat Receiptify Spotify buat Cek Lagu Favorit dengan Daftar Mirip Setruk Belanja

Cara Membuat Receiptify Spotify buat Cek Lagu Favorit dengan Daftar Mirip Setruk Belanja

Internet
Cara Blur WhatsApp Web di Chrome dengan Privacy Extension for Whatsapp Web

Cara Blur WhatsApp Web di Chrome dengan Privacy Extension for Whatsapp Web

Software
Cara Atur Akun Getcontact jadi Anonim biar Tidak Ketahuan jika Cek Nomor Orang Lain

Cara Atur Akun Getcontact jadi Anonim biar Tidak Ketahuan jika Cek Nomor Orang Lain

Software
Leica Rilis Leitz Phone 3, HP dengan Sensor Kamera 1 Inci

Leica Rilis Leitz Phone 3, HP dengan Sensor Kamera 1 Inci

Gadget
OpenAI Pakai Video YouTube untuk Latih GPT-4, Google Beri Peringatan

OpenAI Pakai Video YouTube untuk Latih GPT-4, Google Beri Peringatan

Internet
DJI Umumkan Drone FPV Avata 2, Harga Rp 7 Jutaan dan Lebih Ringan

DJI Umumkan Drone FPV Avata 2, Harga Rp 7 Jutaan dan Lebih Ringan

Gadget
Bolehkah Memotret Gerhana Matahari Total dengan Smartphone, Ini Kata NASA

Bolehkah Memotret Gerhana Matahari Total dengan Smartphone, Ini Kata NASA

Gadget
Kenapa Tag GetContact Hilang atau Berkurang? Begini Penyebabnya

Kenapa Tag GetContact Hilang atau Berkurang? Begini Penyebabnya

Software
Bos YouTube Peringatkan OpenAI soal Penggunaan Video untuk Latih Model AI

Bos YouTube Peringatkan OpenAI soal Penggunaan Video untuk Latih Model AI

Internet
Kenapa Kode QR WA Tidak Valid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Kode QR WA Tidak Valid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Software
HP Realme GT Neo6 SE Resmi dengan Layar Lega dan Snapdragon 7 Plus Gen 3

HP Realme GT Neo6 SE Resmi dengan Layar Lega dan Snapdragon 7 Plus Gen 3

Gadget
Spotify Bisa Bikin 'Playlist' Pakai AI, Tinggal Ketik Perintah

Spotify Bisa Bikin "Playlist" Pakai AI, Tinggal Ketik Perintah

Software
Microsoft Tidak Akan Rilis Update jika Ada Aplikasi Ini di Windows 11

Microsoft Tidak Akan Rilis Update jika Ada Aplikasi Ini di Windows 11

Software
Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Hardware
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com