Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tweetbot, Twitterific, dan Fenix Mendadak Hilang Akses, Diblokir Twitter?

Kompas.com - 16/01/2023, 19:15 WIB

KOMPAS.com - Sejumlah pengguna lebih menyukai mengakses Twitter lewat aplikasi pihak ketiga. Hal ini dikarenakan aplikasi pihak ketiga dinilai lebih kaya fitur, dibanding situs resmi Twitter.

Namun, beberapa hari terakhir, pengguna mengeluhkan tak bisa mengakses Twitter via platform pihak ketiga macam Tweetbot, Twitterific, dan Fenix.

Menurut laporan The Verge, akses pengguna ke platform pihak ketiga mulai terganggu pada Kamis (12/1/2023). Pengguna mengalami gangguan ketika login dan autentikasi akun Twitternya.

Berdasakan spekulasi yang beredar, ini merupakan langkah Twitter untuk memblokir dan menutup platform Twitter pihak ketiga secara bersamaan.

Outlet media The Information menemukan pesan internal di Slack dari seorang insinyur senior Twitter di bidang software. Menurut The Information, pesan internal itu menyebutkan bahwa penangguhan aplikasi pihak ketiga itu "disengaja".

Baca juga: Twitter Haramkan Link Promosi Medsos Lain, Termasuk Facebook, IG, dkk

Namun, hingga kini, Twitter sendiri masih bungkam soal gangguan yang terjadi di berbagai platform pihak ketiga Twitter tersebut. Buntutnya, para pengembang aplikasi pihak ketiga itu pun kebingungan dan belum mengetahui akar masalah dari gangguan yang terjadi selama beberapa terakhir ini.

Prediksi sementara, gangguan login dan autentikasi pada aplikasi dari pihak ketiga itu disebabkan oleh API (application program interface) Twitter yang ditangguhkan.

Para pengembang aplikasi memang memanfaatkan API Twitter untuk mendapatkan data dari Twitter. Pengembang kemudian melakukan perubahan di sana-sini agar aplikasi yang mereka buat memiliki keunggulan serta tampak lain dari yang lain.

Namun, ini juga belum pasti karena Twitter sendiri belum buka suara mengenai masalah ini, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Verge.

Baca juga: Karyawan Twitter yang Kena PHK Luntang-lantung Belum Dapat Pesangon

Twitter sempat mau haramkan link medsos lain

Semenjak dibeli Elon Musk, Twitter banyak disorot karena menerapkan kebijakan yang dinilai kontroversial seperti memecat jajaran eksekutif Twitter, PHK massal, hingga mengembalikan beberapa akun yang sudah lama ditangguhkan Twitter, misalnya akun Donald Trump, dengan dalih kebebasan berbicara.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Sumber The Verge


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.