Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

NASA Punya Teleskop Baru untuk Cari Kehidupan Alien di Luar Bumi

Kompas.com - Diperbarui 20/01/2023, 07:25 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber Gizmodo

KOMPAS.com - Misi ambisius Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan kehidupan makhluk luar angkasa (alien) di planet di luar Bumi masih akan terus berlanjut.

Untuk mencapai misi tersebut, NASA kini memperkenalkan teleskop ruang angkasa baru bernama "Habitable Worlds Observatory".

Berbeda dari teleskop luar angkasa lain yang pernah diluncurkan NASA, Habitable Worlds Observatory sejak awal memang didesain khusus untuk mendeteksi planet Goldilocks, planet yang memiliki tanda-tanda kehidupan.

Hal ini sesuai dengan nama teleskop ini sendiri, yaitu Habitable Worlds Observatory yang secara harfiah memiliki arti "Observatorium Dunia Layak Huni". Jadi, misi khusus Habitable Worlds Observatory bisa dibilang adalah menyelusur kehidupan alien di luar angkasa.

Baca juga: Teleskop Luar Angkasa Hubble Gunakan Kamera Ini untuk Potret Citra Galaksi

Direktur Divisi Astrofisika Direktorat Misi Sains NASA, Mark Clampin membagikan beberapa rincian mengenai teleskop Habitable Worlds Observatory yang diharapkan mulai dikembangkan pada 2029 dan dapat beroperasi pada awal 2040-an.

Teleskop Habitable Worlds Observatory rencananya bakal dibangun dengan nilai proyek 11 miliar dollar AS atau setara Rp 166,1 triliun.

Nilai proyek tersebut lebih mahal 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 15 triliun) dibandingkan James Webb Space Telescope (Teleskop Angkasa James Webb) yang baru mulai mengangkasa pada 25 Desember 2021 lalu yang berharga 10 miliar dollar AS (kira-kira Rp 150,9 triliun).

Gambar Galaksi Cartwheel dan dua galaksi pendampingnya yang berhasil dibidik Teleskop Luar Angkasa James Webb. Gambar galaksi ini jauh lebih detil dibandingkan yang pernah diambil sebelumnya.NASA, ESA, CSA, STScI via LIVE SCIENCE Gambar Galaksi Cartwheel dan dua galaksi pendampingnya yang berhasil dibidik Teleskop Luar Angkasa James Webb. Gambar galaksi ini jauh lebih detil dibandingkan yang pernah diambil sebelumnya.
Habitable Worlds Observatory bakal dibangun menjadi observatorium dengan teleskop 6 meter yang akan menangkap cahaya pada panjang gelombang optik, ultraviolet, dan inframerah-dekat.

Teleskop ini bakal menjadi teleskop paket lengkap karena dapat menangkap cahaya dari tiga panjang gelombang sekaligus. Pasalnya, sebagai perbandingan, teleskop luar angkasa Hubble yang sudah mengangkasa selama puluhan tahun terakhir melihat sebagian besar cahaya optik dan ultraviolet.

Baca juga: 8 Planet Baru di Luar Tata Surya yang Ditemukan NASA Sepanjang 2022

Sedangkan, James Webb Space Telescope menangkap gambar pada panjang gelombang inframerah menengah dan inframerah dekat saja.

Rencananya, Habitable Worlds Observatory bakal ditempatkan di titik pengamatan L2 yang berjarak 1 juta mil dari Bumi. Lokasi tersebut sama dengan titik pengamatan Teleskop Angkasa James Webb.

Habitable Worlds Observatory juga bakal didesain lebih canggih dibanding teleskop James Webb. Misalnya, teleskop Habitable Worlds Observatory akan dirancang untuk pemeliharaan dan peningkatan. Nantinya, perbaikan dan peningkatan teleskop bakal dilakukan secara robotik.

Saat ini, NASA akan segera mulai mencari orang-orang hebat untuk bergabung dengan Tim Peninjau Sains, Teknologi, Arsitektur (START) untuk Habitable Worlds Observatory baru ini.

Fase pertama pengembangan Habitable Worlds Observatory dijadwalkan pada tahun 2029. Teleskop ini diharapkan sudah bisa mengangkasa pada awal tahun 2040-an, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizmodo, Kamis (19/1/2023).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Menjadwalkan Ulang dan Membatalkan Rapat di Google Meet

Cara Menjadwalkan Ulang dan Membatalkan Rapat di Google Meet

Software
Apa Itu Ambient Mode di YouTube dan Cara Mengaktifkannya?

Apa Itu Ambient Mode di YouTube dan Cara Mengaktifkannya?

Software
Komparasi: Samsung Galaxy S24 Vs Samsung Galaxy S24 Plus

Komparasi: Samsung Galaxy S24 Vs Samsung Galaxy S24 Plus

Gadget
Telkomsat Gandeng Starlink untuk Hadirkan Layanan Enterprise di Indonesia

Telkomsat Gandeng Starlink untuk Hadirkan Layanan Enterprise di Indonesia

e-Business
Cara Membagi Layar Laptop Menjadi 2 di Macbook dengan Mudah dan Praktis

Cara Membagi Layar Laptop Menjadi 2 di Macbook dengan Mudah dan Praktis

Software
Foto WhatsApp Tidak Ada di Galeri, Begini Cara Mengatasinya

Foto WhatsApp Tidak Ada di Galeri, Begini Cara Mengatasinya

Internet
Cara Melihat Status WhatsApp Tanpa Diketahui dengan Mudah dan Praktis

Cara Melihat Status WhatsApp Tanpa Diketahui dengan Mudah dan Praktis

e-Business
Samsung Sindir Iklan Apple iPad Pro: Kreativitas Tak Bisa Dihancurin

Samsung Sindir Iklan Apple iPad Pro: Kreativitas Tak Bisa Dihancurin

e-Business
Microsoft Bikin Controller Xbox Khusus Penyandang Disabilitas, Bisa Dicopot dan Disusun Sesuai Kebutuhan

Microsoft Bikin Controller Xbox Khusus Penyandang Disabilitas, Bisa Dicopot dan Disusun Sesuai Kebutuhan

Game
Elon Musk Tiba di Bali untuk Resmikan Starlink di Indonesia

Elon Musk Tiba di Bali untuk Resmikan Starlink di Indonesia

e-Business
Cara Membuat Tulisan Bergaris Bawah di WhatsApp dengan Mudah dan Praktis

Cara Membuat Tulisan Bergaris Bawah di WhatsApp dengan Mudah dan Praktis

Software
Rutinitas CEO Nvidia Jensen Huang, Kerja 14 Jam Sehari dan Sering Makan di Kantin Bareng Karyawan

Rutinitas CEO Nvidia Jensen Huang, Kerja 14 Jam Sehari dan Sering Makan di Kantin Bareng Karyawan

e-Business
Penjualan Sony PlayStation 5 Turun, Tapi Lebih Laris dari Xbox S/X

Penjualan Sony PlayStation 5 Turun, Tapi Lebih Laris dari Xbox S/X

Game
Google Umumkan Fitur Keamanan Baru di Android 15

Google Umumkan Fitur Keamanan Baru di Android 15

Software
Apa Itu Proyek Astra Google? Begini Gambaran dan Penggunaannya di Masa Depan

Apa Itu Proyek Astra Google? Begini Gambaran dan Penggunaannya di Masa Depan

Internet
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com