Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PHK di ZTE, Sejumlah Divisi Alami Pengurangan 10-20 Persen Karyawan

Kompas.com - 22/02/2023, 14:00 WIB
Caroline Saskia,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Vendor smartphone asal China, ZTE dilaporkan tengah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ke sejumlah karyawannya. Divisi yang kena imbas antara lain, divisi penelitian nirkabel, terminal (mengurus operasional di perusahaan manufaktur), dan beberapa departemen lainnya.

Informasi pemangkasan ini diketahui oleh outlet media asing di China, China Star Market. Dalam laporannya, sebagian karyawan yang kena imbas PHK mengaku sudah menerima informasi pemangkasan sejak beberapa waktu lalu.

Menurut pihak yang juga mengetahui masalah ini, PHK di ZTE sudah diumumkan sejak pertengahan Januari, tepatnya 18 Januari 2023. Pekerja yang kena imbas akan menyelesaikan prosedur pengunduran diri (resign) pada akhir Februari nanti.

Baca juga: AS Resmi Larang Impor dan Penjualan Produk Elektronik Huawei dan ZTE

Kendati demikian, jumlah pekerja yang kena imbas tidak dirinci lebih lanjut. Karyawan hanya melaporkan bahwa ZTE memangkas setidaknya 10-20 persen pekerja dari divisi penelitian nirkabel. Selebihnya, tidak diketahui persentase total karyawan yang di-PHK ZTE.

“Beberapa departemen dari divisi penelitian nirkabel telah dipangkas sekitar 10-20 persen dari total seluruh karyawan. Selain itu, divisi terminal juga tengah berfokus melakukan pemangkasan,” jelas karyawan ZTE, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari China Star Market, Rabu (22/2/2023).

“Jumlah pemangkasan karyawan di divisi saya sudah lebih dari 10 persen, pemangkasan (kemungkinan) akan terus berlanjut di masa mendatang,” imbuh karyawan lain yang juga terkena imbas.

Tidak hanya karyawan junior saja, tetapi pekerja senior yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun pun turut kena imbasnya. Sebab, teknisi pengembang perangkat lunak (software) yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun ditemukan masuk dalam daftar karyawan yang kena PHK.

Pemangkasan tersebut dilakukan karena perusahaan terlalu banyak melakukan perekrutan karyawan baru di 2022 kemarin. Menanggapi masalah tersebut, juru bicara ZTE justru menilai bahwa PHK merupakan hal yang normal untuk dilakukan.

Baca juga: Lebih dari 17.000 Pekerja Industri Teknologi Kena PHK Bulan Ini

“Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan adalah upaya penyesuaian dan perombakan karyawan yang normal, dan sama seperti tahun lalu, tidak ada perubahan yang jelas,” ujar sang juru bicara.

Padahal, menurut kabar dari internal perusahaan, kondisi perusahaan ZTE sebenarnya relatif stabil di tahun lalu. Pada tahun 2022, pendapatan operasional yang dikantongi perusahaan sebesar 92.559 miliar yuan (sekitar Rp 205,3 triliun/kurs Rp 2.206) pada kuartal I-2022.

Angka tersebut mampu membawa perusahaan tumbuh sebesar 10,42 persen secara year-on-year (YoY). Sedangkan, keuntungan bersih yang didapatkan adalah 6,82 miliar yuan (Rp 15 triliunan), tumbuh sebesar 16,52 persen YoY.

Terlepas dari pertumbuhan yang dialami, ZTE juga berencana untuk mengurangi jumlah kepemilikan saham dari dewan pengawas di perusahaan. Menurut ketua dewan pengawas ZTE, Xie Daxiong, perusahaan bakal mengurangi saham kelas A dengan tidak lebih dari 93.000 lembar saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com