Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Google Siapkan Fitur Baru untuk Chrome, Pengguna Bisa Lewati Tes "Captcha" Otomatis

Kompas.com - 05/05/2023, 12:30 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketika membuka situs internet menggunakan browser Google Chrome, pengguna terkadang diminta melakukan verifikasi melalui tes "I'm not a robot" guna membuktikan dirinya bukanlah bot/robot.

Pengguna biasanya disuguhkan kode keamanan CAPTCHA (Completely Automated Public Turing test to tell Computers and Humans Apart) dalam melakukan verifikasi ini.

Kode keamanan tersebut bisa berupa kombinasi huruf dan angka, melengkapi bagian puzzle, hingga memilih foto tertentu dari kumpulan foto yang disajikan.

Proses verifikasi melalui kode CAPTCHA ini kerap menjengkelkan dan menggangu pengalaman pengguna ketika mengunjungi situs web.

Namun, hal itu dapat berubah di masa mendatang. Pasalnya, Google diketahui tengah menguji coba fitur baru bernama "Auto-verify".

Baca juga: Cara Menghapus Riwayat Incognito Mode di Google Chrome

Fitur Auto-verify tersebut memungkinkan pengguna tidak perlu lagi mengerjakan tes "I'm not a robot" atau verifikasi CAPTCHA ketika membuka situs yang pernah dikunjungi.

Keberadaan fitur ini pertama kali ditemukan oleh akun Twitter dengan handle @Leopeva64. Fitur Auto-verify tersedia di browser Google Chrome Canary desktop, versi Chrome untuk pengembang (developer).

Bagi pengguna browser Chrome Canary, kalian bisa mencoba fitur Auto-verify dengan cara:

  • Klik "Settings"
  • Pilih "Privacy and security"
  • Klik "Site settings"
  • Pilih "Additional content settings"
  • Aktifkan "Auto-verify"

Fitur Auto-verify di browser Google Chrome memungkinkan pengguna semakin jarang menemukan verifikasi CAPTCHA atau tes I'm not a robot ketika mengakses website.Twitter/ @Leopeva64 Fitur Auto-verify di browser Google Chrome memungkinkan pengguna semakin jarang menemukan verifikasi CAPTCHA atau tes I'm not a robot ketika mengakses website.
Akun @Leopeva64 juga membagikan tangkapan layar tampilan fitur Auto-verify di browser Chrome.

Di jendela Auto-verify, Google menjelaskan bahwa fitur ini bakal membuat pengalaman browsing pengguna lebih cepat.

Sebab, kecil kemungkinan situs bakal meminta pengguna memasukkan kombinasi huruf dan angka, melengkapi bagian puzzle, hingga memilih foto tertentu dari kumpulan foto yang disajikan.

Sesuai namanya, fitur Auto-verify memungkinkan situs melakukan verifikasi kalau pengguna adalah manusia, bukan robot.

Caranya adalah dengan menggunakan informasi yang disimpan oleh situs yang pernah pengguna kunjungi sebelumnya. 

Saat fitur ini diaktifkan, situs yang pernah dikunjungi sebelumnya akan menyimpan bukti atau catatan bahwa pengguna bukanlah bot.

Catatan ini seperti sebuah cookie. Situs lain nantinya akan dapat melihat catatan tersebut saat akan melakukan verifikasi.

Meski demikian, privasi dan data riwayat browser diklaim akan tetap aman. Google mengatakan, proses verifikasi otomatis ini tidak mengidentifikasi pengguna atau mengizinkan situs untuk melihat riwayat penjelajahan pengguna.

Belum ada informasi kapan fitur Auto-verify untuk untuk memangkas proses verifikasi kode CAPTCHA ini bakal dirilis untuk pengguna Chrome versi umum, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari AndroidPolice, Jumat (5/5/2023).

Baca juga: Incognito Mode Chrome Android Kini Bisa Dikunci, Buka Wajib Pakai Fingerprint

iPhone juga punya verifikasi otomatis

Ilustrasi fitur Automatic Verification di iOS 16, yang membuat tak perlu lagi verfikasi kode CAPTCHA. MacRumors Ilustrasi fitur Automatic Verification di iOS 16, yang membuat tak perlu lagi verfikasi kode CAPTCHA.
iPhone memiliki fitur Automatic Verification atau Verifikasi Otomatis. Apple mulai merilis fitur ini melalui update iOS 16.

Sebagaimana dihimpun dari MacRumors, fitur ini dapat ditemukan di "Settings" > "Password & Security > "Automatic Verification".

Saat aktif, Automatic Verification mengandalkan Token Akses Pribadi Apple, di mana ID Apple pengguna akan menjadi bukti bahwa pengakses situs adalah manusia.

Apple mengatakan, iCloud akan secara otomatis dan privat memverifikasi perangkat pengguna dan akun ID Apple di latar belakang.

Jadi, situs web di jaringan CloudFlare dan Fastly bakal mendeteksi ID Apple pada ponsel pengguna. Bila terdeteksi, maka diartikan pengakses adalah manusia. Sehingga situs web bakal langsung bisa diakses pengguna, tanpa perlu memasukan kode CAPTCHA lagi.

CloudFlare dan Fastly merupakan CDN populer yang banyak digunakan oleh situs web. Ini artinya, pengguna iOS 16 kemungkinan bakal semakin jarang menemukan verifikasi CAPTCHA ketika mengakses website.

Kendati demikian, pengguna iOS 16 tetap mungkin perlu melakukan verifikasi kode CAPTCHA pada situs-situs web lain di luar jaringan CloudFlare dan Fastly.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Error “Your Connection is Not Private” di Google Chrome

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com