Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

China Balas Pemblokiran Huawei dan DJI, Chip Buatan AS Haram Dipakai

Kompas.com - 23/05/2023, 08:58 WIB
Bill Clinten,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

Sumber BBC,Reuters

KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) diketahui telah memblokir sejumlah perusahaan asal China untuk tidak berbisnis, berinvestasi, dan menjual produk buatan mereka di dalam negeri.

Beberapa yang terdampak adalah Hikvision, Huawei, DJI, dan lain sebagainya. Perusahaan asal China ini diduga melakukan operasi ilegal yang bisa mengancam keamanan nasional AS.

Nah, kini giliran pemerintah China melakukan serangan balik dan melakukan hal serupa seperti apa yang dilakukan AS.

Pemerintah China, melalui regulator internet China (Cyberspace Administration of China/CAC), memblokir salah satu perusahaan asal AS yang bernama Micron.

Micron dikenal sebagai salah satu perusahaan pembuat chip terbesar di AS. Perusahaan ini membuat beberapa komponen inti, seperti memori (RAM) serta media penyimpanan (storage) untuk laptop (PC) dan smartphone, dan perangkat elektronik lainnya.

Micron diblokir karena perusahaan asal AS ini disebut tak lolos prosedur peninjauan keamanan terbaru yang dilakukan CAC belum lama ini.

"Dalam tinjauan terbaru, produk-produk buatan Micron kami anggap berpotensi memiliki masalah keamanan jaringan yang serius. Hal ini nantinya bisa mengancam keamanan informasi dan pasokan rantai perangkat infrastuktur di China, sekaligus bisa mengancam keamanan nasional China," tulis CAC dalam sebuah pengumuman resmi

Baca juga: Google: Ponsel Huawei Jangan Sembarangan Pakai Gmail, YouTube, dkk

"Dengan adanya hal ini, berdasarkan aturan perundang-undangan dan regulasi yang berlaku dan berkaitan satu sama lain, perusahaan-perusahaan lokal (domestik) yang menyimpan data dan informasi krusial China sebaiknya berhenti untuk membeli produk-produk buatan Micron," tambah CAC.

CAC tidak menjelaskan secara rinci apa yang menyebabkan Micron gagal dalam peninjauan keamanan yang belum lama ini dilakukan. Mereka juga tak menyebutkan produk Micron apa saja yang gagal lolos uji peninjauan tersebut.

Namun yang jelas, Micron bisa dibilang merupakan perusahaan asal AS pertama yang diincar China karena dianggap menjual produk yang diduga berbahaya bagi keamanan nasional.

Baca juga: AS Resmi Larang Impor dan Penjualan Produk Elektronik Huawei dan ZTE

Micron dan Departemen Perdagangan AS buka suara

Ilustrasi memori RAM komputer.Ist Ilustrasi memori RAM komputer.

Terkait pemblokiran oleh CAC ini, pihak Micron buka suara. Menurut Micron, perusahaan telah menerima catatan peninjauan yang telah dilakukan CAC dan akan mengevaluasi apa yang membuat produknya gagal dalam peninjauan keamanan tersebut. 

"Kami sedang mengevaluasi hasil tinjauan ini dan akan mendiskusikan langkah kami selanjutnya. Ke depannya, kami akan terus terlibat dalam diskusi dengan para otoritas dan regulator di China," kata juru bicara Micron dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita BBC.

Sementara itu, pemerintah AS, melalui Departemen Perdagangan AS, mengatakan bahwa pemblokiran yang dilakukan oleh CAC terhadap Mikron ini tak berdasar, dan mereka menentang hal yang telah dilakukan China ini dengan tegas.

"Aksi yang dilakukan China ini, termasuk kegiatan mereka yang belakangan mengincar sejumlah perusahaan AS lainnya berbisnis di sana, tidak konsisten dengan kebijakan pasar terbuka di China yang pada dasarnya memiliki aturan yang transparan," kata juru bicara Departemen Perdagangan AS.

Baca juga: Seperti Huawei, Produsen Drone DJI Masuk Daftar Hitam Amerika Serikat

Belum ada informasi apa dampak pemblokiran Micron oleh CAC ini di China dan di pasar global. Namun yang jelas, pemblokiran ini akan membuat sejumlah perusahaan China yang membutuhkan chip Micron beralih ke perusahaan lain. 

Seperti diketahui, ada dua vendor kenamaan yang menjual produk memori dan storage seperti Micron, yaitu Samsung Semiconductor dan SK Hynix, sebagaimana dikutip KompasTekno dari Reuters, Selasa (23/5/2023).

Meski demikian, belum jelas apakah produk yang dijual kedua perusahaan ini identik atau memiliki kualitas yang sama dengan Micron atau tidak. 

Lalu untuk Micron sendiri, perusahaan ini, menurut Chief Financial Officer Mark Murphy, bisa mengalami penurunan pendapatan dalam beberapa waktu ke depan. Namun, Murphy memprediksi penurunan ini tak akan begitu signifikan.

Sebab, mayoritas mitra Micron di China, menurut sejumlah analis, menggunakan produk Micron untuk membuat produk elektronik yang menyasar konsumen, bukan untuk infrastruktur perusahaan. 

Adapun produk Micron yang gagal lolos uji peninjauan oleh CAC tadi, adalah produk untuk kategori infrastruktur perusahaan, sehingga bukan merupakan produk untuk kategori elektronik konsumen.

Baca juga: Sikap Terbaru Presiden Biden, Ponsel Huawei Masih Terlarang Pakai Google

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com